apa hubungannya antara obyek kajian dengan kepercayaan pengkajinya?
klo seorang yng ente label orientalis aja boleh suka2 mengkaji kitab suci agama
mengapa muslim atau kristiani atau buddhis misalnya, ketika mengkaji kitab sucinya secara ilmiah
ostosmastis kehilangan kepercayaannya?, apa dasar ente mendiskriminasi mereka dng orientalis?
iki maksudnya apa?Predikat muslim mengikat seseorang utk memperlakukan Quran sbg teks luar biasa karena Quran merupakan bagian keimanan dari seorang muslim. Mungkin analoginya kurang lebih begini. Muhammad adalah ayah dari Fatimah. Apakah mungkin Fatimah melayani Muhammad sbg suaminya? (diperjelas: hubungan syeiks) busyet dah... s.e.x aja disensor![]()
bikin analogi kok tendensius, kesannya sekedar pengen olok2
klo gitu apa bedanya ente dng ishaputra?
persoalan spt apa yng pas dianalogikan dng anak perempuan ente
melayani ente layaknya suami misalnya.
kenapa enggak?Dari sudut pandang nonmuslim, boleh saja JIL mendekonstruksi aqidah Islam agar sesuai dengan keinginan mereka. Tetapi dari sudut pandang muslim itu sendiri, apakah mungkin?
emangnya cuman kelompok JIL yng spt itu?
coba baca sejarah pemikir2 islam lebih banyak lagi
maksud ente buat yng ngaku ateis aja dah merasa aneh, apalagi buat muslim gitu?Buat ane apa yg dilakukan JIL agak aneh. Mereka membela diri dgn mengatakan bahwa mereka mendekonstruksi hubungan sesama manusia, bukan hubungan dgn tuhan. Tetapi memperlakukan Quran sebagai teks biasa sudah menunjukkan bahwa mereka juga mendekonstruksi hubungan dgn tuhan.
![]()
emangnya pemikiran setiap muslim harus = yng ente kira?
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote