Quote Originally Posted by jebret View Post
si riziq kebangetan banget, jelas2 ribuan orang yang menolak FPI di palangkaraya waktu itu orang dayak semua dari berbagai latar belakang yang spontan berkumpul karena mendengar FPI mau didirikan di kalimantan tengah, kok malah dia bilang preman semua. Gw tahu karena gw tinggal di palangkaraya, ga ada masyarakat yang minta FPI didirikan disini. Habib riziq asbun. Masyarakat dayak adalah masyarakat yang menganut falsafah huma betang, maksudnya hidup rukun dan damai, satu keluarga bisa berbeda agamanya tapi tetap hidup bersama sama tanpa ada pertentangan. Orang dayak ada yang beragama kaharingan, hindu, kristen, islam. disini, gereja sama masjid bisa bersebelahan, dan ga pernah bermasalah. Toleransi antar umat beragama sangat tinggi.
benar pak itu adalah aksi spontan warga, mungkin karena kasus tragedi sampit kemaren banyak yang masih menganggap dayak bengis.
kalau bro/sis sekalian tinggal di kalimantan atau berkunjung di hari2 besar keagamaan saya yakin anda bakal terkejut dengan bsarnya toleransi disini, prinsip huma betang(rumah betang) itu filosofi kuno kami suku dayak.
rumah betang adalah sebuah rumah besar yang dihuni beberapa kepala keluarga.

di dalam rumah yang ditinggali beberapa keluarga(ada yang sampai puluhan) dulu dibutuhkan toleransi yang tinggi.
nah prinsip toleransi itulah yang masih kami pegang teguh sampai saat ini, suku dayak kalimantan gak pernah menolak islam, kristen, jawa, sunda, tionghoa. selama masih bisa hidup berdampingan dan saling menghormati kenapa tidak?

mungkin kasus besar yang terjadi yaitu kasus dayak vs suku "itu" dayak terlihat arogan dan sadis, saya gak bisa memungkiri bahwa tragedi berdarah itu pernah terjadi dan masih menyisakan luka yang dalam bagi kami.
tapi kalau teman2 sekalian sempat datang ke sampit atau ke kalimantan tengah cobalah sedikit bertanya tentang kondisi yang terjadi saat itu, syukur2 kalau bisa dapat informasi tentang sebab tragedi besar itu. gak perlu dari suku dayak, yang mungkin bakal dianggap gak netral. tanyakan pada orang2 suku lain yang mengetahui dan mengalami tragedi itu.
maka anda akan mendapatkan informasi yang berbeda dari yang sering anda dengar di media.

kembali ke topik, kenapa dayak menolak FPI?
karena dikhawatirkan jika "ajaran" arogan yang dibawa FPI itu ada di kalimantan maka bakal terjadi konflik, dan kami sangat menghindari itu. cukup sekali hidup dalam suasana perang yang mencekam, dan jangan ganggu kerukunan yang telah kami jaga(dari semua suku dan agama di kalimantan) dengan paham2 arogan dan kekerasan yang selama ini mereka bawa.

oh ya, ada pernyataan sikap dari Majelis NU Kalimantan tengah

NU Kalteng Tolak Kekerasan FPI


Jakarta, NU Online
Ketua PWNU Kalimantan Tengah H Abdul Wahid Aha menjelaskan bahwa yang ditolak dari FPI adalah kekerasannya, bukan organisasinya karena kebebasan berserikat dan berkumpul dilindungi oleh UU.

“FPI jangan dilantik duluan karena Dewan Adat Dayat masih trauma dengan kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu. Jadi dalam pernyataan bersama ormas Islam, yang ditolak kekerasannya,” katanya ketika dihubungi NU Online.

Ia menjelaskan masyarakat lokal mengkhawatirkan, jika timbul suatu front, maka akan muncul front lain sebagai tandingannya, sehingga FPI diharapkan tidak memaksakan diri segera dilantik.

Sekretaris PWNU HM Wahyudie juga menegaskan NU dan ormas Islam lainnya, seperti Muhammadiyah menegaskan secara UU memang dimungkinkan untuk mendirikan organisasi. Kekhawatiran yang terjadi dari kelompok yang menolak keberadaan FPI adalah, Kalteng saat ini sudah aman dan tenteram dengan hubungan antar agama yang harmonis.

“Yang mereka lihat adalah tindakan FPI di media massa, mereka khawatir, kalau masuk ke Kalteng, menghancurkan tatanan budaya yang ada.



Penulis: Mukafi Niam
Sumber : http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_...rasan_FPI.html