karena rasa khawatir sudah melebihi akal sehat. peristiwa yg blum pasti akan terjadi, merupakan akar masalah
karena rasa khawatir sudah melebihi akal sehat. peristiwa yg blum pasti akan terjadi, merupakan akar masalah
Yg jelas sudah terjadi adalah pembantaian anak2 dan wanita madura oleh dayak.
Saya mau muntah waktu melihat foto2 kepala2 korban dijajar.
Benar2 biadab!!!! Dan herannya, sampai sekarang tidak ada hukuman apapun, betul2 tatanan kehidupan yg keblinger.
---------- Post added at 08:15 AM ---------- Previous post was at 08:04 AM ----------
Tambahan lagi, di petamburan dekat markas FPI juga ada sekolah dan yayasan Kristen. Sekolah dan yayasan tersebut aman2 saja gak pernah diusik FPI.
---------- Post added at 08:17 AM ---------- Previous post was at 08:15 AM ----------
Dapet dari salah satu milis :
Terprovokasi, Warga Dayak Kepung Rumah Bupati Kapuas
Minggu, 12 Februari 2012 | 17:46 WIB
Palangkaraya - Peristiwa penolakan terhadap warga negara Indonesia yang sedang berkunjung ke Palangkaraya oleh ratusan massa dari daerah setempat yang mengatas namakan seluruh warga di daerah tersebut sangat disayangkan. Kejadian di ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangkaraya hari Sabtu (11/2) kemarin telah merusak hak asasi warga negara dan mengancam persatuan kesatuan elemen-eleman bangsa di NKRI.
Peristiwa ini bermula dari rencana kedatangan delegasi Front Pembela Islam (FPI) pusat yang terdiri dari 4 orang, yaitu Sekjen FPI, Wasekjen FPI, Ketua Bid. Da'wah FPI, dan Panglima LPI, ke Palangkaraya.
Rombongan delegasi FPI tersebut sebetulnya datang dengan tujuan damai, yaitu untuk menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus menghadiri pelantikan pengurus FPI di Palangkaraya. Namun reaksi masyarakat di Palangkaraya terkait kunjungan delegasi FPI ini ternyata sangat memprihatinkan. Delegasi FPI yang datang dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta itu dihadang oleh sekitar 800an orang dari Suku Dayak di Bandar Udara Cilik Riwut, Palangkaraya.
Menurut laporan, massa suku Dayak tersebut sejak pagi hari sudah berkumpul di semua sudut ruang bandara dengan memakai ikat kepala merah dan ada juga yang membawa senjata tradisional seperti tombak dan mandau. Ratusan warga Dayak ini dengan brutal merangsek masuk ke dalam area landasan pesawat dengan cara menjebol tiang pagar bandara, untuk kemudian menghadang di depan pesawat Sriwijaya Air yang hanya membawa 4 orang anggota delegasi FPI, dalam jarak sekitar 50 meter saja dari lokasi berhentinya pesawat.
Rombongan anggota FPI itu akhirnya tidak dijinkan oleh pihak Sriwijaya Air untuk turun di Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya untuk alasan keamanan, pihak Polri yang bertugas dan Kapten pesawat Sriwijaya Air kemudian berinisiatif menerbangkan delegasi FPI dengan pesawat yang sama ke Banjarmasin.
Ternyata, peristiwa pengepungan itu tidak berhenti di Bandara Cilik Riwut, warga Dayak yang terporovokasi melanjutkan aksinya menuju kota Kapuas. Tepatnya, hari Sabtu, 11 Februari 2012 sore hari, delegasi DPP FPI melalui Kota Banjarmasin tiba di Kuala Kapuas, malamnya diterima di rumah Bupati Kapuas. Sehubungan adanya info bahwa puluhan truk mengangkut ratusan warga Dayak Palangkaraya menuju Kapuas, maka Bupati segera menghubungi Gubernur Kalimatan Tengah untuk mencegah hal tersebut, tapi Gubernur Kalteng lepas tangan.
Malam itu, Sabtu (11/02/2012), ratusan warga Dayak Palangkaraya mengepung rumah Bupati Kapuas dengan membawa senjata tajam dan tercium bau minuman keras (miras) sambil berteriak menantang PERANG. Himbauan Kapolres, Bupati dan pimpinan Warga Dayak tidak didengar oleh pimpinan mau pun massa Dayak Palangkaraya yang mabuk dan bernafsu untuk membunuh pimpinan FPI. Pada akhirnya, warga Dayak Muslim Kapuas bersama warga lainnya tetap melanjutkan acara Maulid di Kuala Kapuas, ada pun Delegasi FPI dengan bantuan KODIM setempat meninggalkan lokasi menuju Banjarmasin.
Menurut Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, Bupati dan Kapolres serta Dandim Kapuas telah bekerja sangat baik, tapi Gubernur dan Kapolda Kalimatan Tengah telah menjadi PROVOKATOR.
Oleh karena itu, Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab menuntut pencopotan terhadap Gubernur dan Kapolda Kalimatan Tengah. Keduanya diduga kuat membiarkan peristiwa pengepungan di Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sebagai ekses dari tindakan provokasi terhadap warga Dayak tersebut, rumah anggota FPI Habib Muhri bin Muhammad Ba Hasyim di Palangkaraya dihancurkan oleh massa.
"Copot Gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng!, keduannya PENJAHAT KEMANUSIAAN yang telah membiarkan warga Dayak Palangkaraya merusak rumah tokoh Muslim H.Muhri Muhammad Ba Hasyim dan sejumlah warga Muslim lainnya di kota Palangkaraya, serta membiarkan pengepungan, bahkan masuk landasan Bandara, juga mengepung rumah Bupati Kapuas,", tegas Habib kepada redaktur fpi.or.id, Ahad (12/02/2012).
Bukan hanya itu, Gubernur dan Kapolda Kalimatan Tengah diduga telah membiarkan rencana dan upaya pembunuhan terhadap Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI). Hal itu terbukti, ketika rapat massa pengacau dan pelepasannya justru muncul dari Komplek Kantor Gubernur Kalteng dengan sepengetahuan Gubernur dan Kapolda Kalteng. Keduanya juga ditengarai terlibat konflik.
"Gubernur dan Kapolda kalimatan tengah mebiarkan rencana dan upaya pembunuhan terhadap Pimpinan FPI sejak pagi hingga malam. Buktinya, rapat massa pengacau dan pelepasannya justru dari Komplek kantor Gubernur Kalteng dengan sepengetahuan Gubernur dan Kapolda Kalteng. Keduanya juga ditengarai terlibat KONFLIK AGRARIA yang telah merugikan dan menzalimi para petani WARGA DAYAK SERUYAN di Kalteng yang saat ini sedang dibela DPP FPI", Lanjutnya.
Masih kata Habib, salah seorang tokoh Seruyan yang juga anggota DPRD saat ini juga dikabarkan sedang dalam perlindungan DPP FPI di Jakarta karena mau "dikerjai" oleh Gubernur dan Kapolda Kalteng. Direncanakan beberapa hari kedepan, DPP FPI akan mendampingi anggota DPRD tersebut mengadu ke DPR RI dan Komnas HAM serta instansi Pemerintah lainnya. Selanjutnya, Habib Rizieq menyerukan kepada semua pihak untuk terus membela rakyat tertindas. "Ayo, bela rakyat dan ganyang Pejabat jahat!", tegasnya.
Ketua Umum FPI, Habib Rizieq-saat dikonfirmasi seputar kasus ini di tempat kediaman beliau di Jakarta-menduga adanya oknum-oknum tertentu yang sengaja mengadu domba antara FPI dengan warga suku Dayak. Menurut Habib Rizieq, selama ini antara FPI dan warga suku Dayak, baik muslim mau pun non muslim, telah terjalin suatu hubungan yang SANGAT BAIK. Saking baiknya hubungan itu, maka sebulan lalu delegasi warga Dayak Kalteng dari berbagai agama bahkan mendatangi DPP FPI dengan tujuan meminta bantuan untuk menghadapi arogansi Gubernur dan Kapolda Kalteng terkait isu KONFLIK AGRARIA antara warga Dayak Seruyan melawan Gubernur dan Kapolda Kalteng, persis seperti konflik yang memicu terjadinya kasus penyembelihan warga di Mesuji – Lampung. Posisi FPI yang `membela' delegasi warga Dayak Kalteng itulah yang memicu keretakan hubungan FPI dengan pihak Gubernur dan Kapolda Kalteng.
Keterlibatan FPI yang aktif membela warga Dayak Seruyan dalam konflik Agraria melawan Gubernur Kalteng diduga kuat menjadi motif politik paling utama terkait peristiwa ini.
Sebelumnya Redaktur fpi.or.id menerima penjelasan dari Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq secara terus terang tanpa tedeng aling-aling menuding Gubernur dan Kapolda Kalteng terlibat dalam pengerahan warga Dayak untuk menolak kedatangan delegasi FPI.
Dalam pernyataan resmi, DPP FPI memberikan APRESIASI kepada pihak Polri dan Kapten Pesawat Sriwijaya Air beserta crewnya. Dalam penjelasanya, Habib Rizieq mengatakan, Gubernur Kalteng, TERAS NARANG, mempunyai hubungan yang SANGAT BURUK dengan FPI. Melalui media lokal, YANSEN BINTI seorang kerabat Gubernur Kalteng, menebarkan ANCAMAN terhadap FPI, sementara Kapolda Kalteng memberi pernyataan tidak mau bertanggung jawab. Diduga ada OKNUM yang memainkan keretakan hubungan tersebut untuk MEMPROVOKASI warga Dayak dengan tujuan ADU DOMBA.
DPP FPI meminta kepada Menkopolhukam, Mendagri, DPR-RI dan Kapolri serta Instansi terkait lainnya untuk MENGUSUT TUNTAS kasus tersebut serta memeriksa Gubernur Kalteng, Kapolda Kalteng, Yansen Binti dkk tentang dugaan keterlibatan mereka dalam TINDAK KEJAHATAN yang berpotensi menimbulkan KONFLIK HORIZONTAL serta mengancam stabilitas NKRI.
Selain itu, DPP FPI menyerukan kepada Segenap LASKAR DAYAK MUSLIM FPI se-Kalimantan diminta jangan terprovokasi dan harus segera melakukan klarifikasi, sosialisasi dan konsolidasi untuk mengantisipasi segala bentuk agitasi. Selama ini hubungan FPI dan warga Dayak (baik muslim maupun non muslim) SANGAT BAIK, bahkan sebulan yang lalu delegasi warga Dayak Kalteng dari berbagai agama mendatangi DPP FPI meminta bantuan untuk menghadapi arogansi Gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng tentang KONFLIK AGRARIA.
Alhasil, saat kejadian, pada hari Sabtu (11/02/2012), secara tiba-tiba setelah mendapat kabar dari Palangkaraya. Ketua Umum FPI di Jakarta langsung menginformasikan kejadian tersebut ke Mabes Polri. Habib Rizieq melaporkan kepada Kapolri melalui pesan singkat. Berikut isi pesannya:
Assalamualaikum
Yth: Kapolri
Siang tadi, rumah keluarga kami Habib Muhri bin Muhammad Ba Hasyim di Palangkaraya dihancurkan massa.
Di hari Jum'at kemarin ada pertemuan para penggerak massa di Rumah Betang di Kantor Gubernur Kalteng yang dipimpin Yansen Binti dkk untuk melakukan penolakan dan pengepungan bahkan pembunuhan terhadap Pimpinan FPI hari ini di Bandara Palangkaraya. Keterlibatan FPI yang membela Dayak Seruyan dalam konflik Agraria dengan Gubernur Kalteng menjadi motif politik paling utama.
Dimana posisi Polda Kalteng? Kenapa ada massa bisa masuk ke landasan bandara langsung mengepung pesawat dengan senjata? Kenapa beberapa rumah warga dengan mudah dihancurkan tanpa tindakan aparat?
Mohon perhatian.
Tambahan lagi, di petamburan dekat markas FPI juga ada komplek pelacuran dan peredaran miras. komplek pelacuran dan peredaran miras tersebut aman2 saja gak pernah diusik FPI.Tambahan lagi, di petamburan dekat markas FPI juga ada sekolah dan yayasan Kristen. Sekolah dan yayasan tersebut aman2 saja gak pernah diusik FPI.
saya orang Kuala Kapuas. dan waktu itu memang ratusan orang dayak datang ke kapuas, tapi tidak ada perbuatan anarkis. Habib yang bersangkutan di Mesjid masih bisa melanjutkan ceramah. Saya tidak akan membenarkan tindakan salah Suku Dayak seperti saya tidak akan membenarkan tindakan2 Anarkis Tebang Pilih yang dilakukan FPI.
btw pertanyaan saya masih belum dijawab.
yang nyata sih bagi hasil proyek klaim tanah senilai + 7M gagal om.
Last edited by noeheedayat; 22-02-2012 at 08:17 PM.
Massa FPI Perang Batu dengan Massa AKKBB
Spoiler for :
Jakarta Persidangan Habib Rizieq di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat diwarnai kericuhan. Massa FPI bentrok dengan massa AKKBB di luar Gedung PN Jakarta Pusat.
Batu-batu berterbangan di Jl Gadjah Mada saat kedua massa berbeda aliran itu bentrok. Tawuran itu berlangsung sekitar 10-15 menit karena jumlah massa yang terlibat relatif seimbang, sebanyak 30 orang.
Pantauan detikcom, Kamis (25/9/2008), sekitar pukul 12.46 WIB massa AKKBB yang berpakaian hitam-hitam mulai terdesak. "Allah Akbar, ayo maju," teriak anggota FPI.
Terdesak sedemikian rupa, massa AKKBB kocar-kacir. Salah seorang anggota AKKBB yang bernasib naas lalu dipukuli dengan tangan kosong dan bongkahan konblok sampai kepalanya berlumuran darah.
Polisi yang ada di lokasi tidak dapat berbuat apa-apa karena jumlahnya hanya 10 orang. Mereka hanya bisa melarang massa agar tidak terprovokasi.
Akibat kejadian ini tidak sedikit kaca mobil yang terparkir maupun melintas di depan PN Jakarta Pusat menjadi korban. Arus lalu lintas juga terhambat karena kejadian ini karena banyak kendaraan yang memilih untuk memutar balik. detik news
Pancasila, Riwayatmu kini..
Spoiler for :
Rencana dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di silang Monas, Jakarta, batal setelah segerombolan massa FPI mengejar dan memukuli massa AKKB yang sebagian besar merupakan kaum ibu dan anak2 sambel
note: dan masih buanyak lagi kejadian... (mati gak mati tetep aja korban)
---------- Post added at 11:53 AM ---------- Previous post was at 11:50 AM ----------
aku khawatir klo FPI maksa ke kalteng.. akan ada kejadian sampit part 2.. org2 dayak itu endusannya tajam... bayangkan koq mereka bisa mengendus (mencium) warga madura![]()
[QUOTE=nurdin;140270]Yg jelas sudah terjadi adalah pembantaian anak2 dan wanita madura oleh dayak.
Saya mau muntah waktu melihat foto2 kepala2 korban dijajar.
Benar2 biadab!!!! Dan herannya, sampai sekarang tidak ada hukuman apapun, betul2 tatanan kehidupan yg keblinger.[COLOR="Silver"]
coba dibaca dulu ini.
http://dte.gn.apc.org/49iKl.htm
pengalaman temen kuliah gw dulu, dia orang banjar yang tinggal di sampit, sempat diacungin celurit oleh massa orang madura. setelah itu massa dayak datang, terjadi pertempuran dengan senjata tajam. massa madura bahkan punya bom. tapi karena massa dayak lebih kuat, massa madura kalah. karena massa dayak sudah terlanjur marah, maka semua orang madura yang tersisa dibunuh. tapi tidak bisa digeneralisir juga, karena ga semua orang madura atau dayak disana yang ikut dalam konflik.
mereka gaya2an aja.. spy terlihat hebat.. padahal itu kan kerjaannya polisi sama pemda setempat, trs buat apa ada kepolisian dan pemda klo para ormas (FPI) ikut2an sweeping rumah bordil.. dasar kepengen cari muka dan cari sampingan aja.. (paling anggota2 ormas itu.. preman2 jga.. cuma di kasih jubah putih sama kopiah putih aja)
maluku sama kalteng beda dong... klo di maluku memang ada RMSnya booo... di kalteng kan gak ada.. org2 suku dayak itu gak pernah bikin onar.. kecuali klo di ganggu.. (selama ini gak pernah kejadian ribut2 di kalteng, klo peristiwa madura itu kan yg salah memang org pendatang (madura) klo gw baca2 di news..
setubuh(iya sama jga bangunin macan lagi bobo)
[QUOTE=danalingga;140962]sapa bilang, setelah laskar jihad turun di Ambon barulah polisi dan tentara mau turun tangan menengahi dan menyelesaikan konflik.. sebelum itu polisi dan TNI terkesan sekedar menonton.. berapa banyak korban wanita dan anak2 yang terbunuh sebelum laskar jihad turun di Ambon..
aslan: orang dayak emang banyak yang cakep2 kok slanmakanya skali2 ke kalimantan donk
[QUOTE=jebret;140663]kalo mo ngomongin stereotipe, sebenarnya memang begitu juga yang sering saya denger dulu di kalimantan barat. ternyata sama aja ya dengan di kaltengsama penduduk lokal, madura distereotipin preman dan sering cari masalah. sedangkan dayak biasanya adem2 dan santai, asal jangan dicolek dan dibikin marah
dan cukup sering denger konflik2 yang muncul justru berawal dari madura dulu. karena orang dayak banyak yang cakep2 dan putih2 jadi kadang disangka etnis chinese, pernah kudengar mereka ada yang ditodong dimintain duit lah ato apa. nah, kalo udah ketauan oleh keluarganya / orang sekampung, mampus deh yang nodong
kuingat tahun 97an, banyak denger cerita horor dari temen2, sodara2 dan ortu mengenai konflik dayak-madura di kalbar juga, beserta segala ilmu hitamnya orang dayakortu temenku pernah dicegat di tengah jalan dalam bis dan disurvey gitu. sodara di ngabang pernah nyaksiin masacare pas lagi berlangsung. ortu sempat ikut bantu sembunyiin kenalan orang dayak dan madura (bersamaan) di rumah. kalo pintu digedor dan ditanyain / dicari, mereka bilang ga da orang dayak ato madura di rumah, padahal mereka lagi sembunyi
parah deh.
[QUOTE=ndugu;141440]aslan: orang dayak emang banyak yang cakep2 kok slanmakanya skali2 ke kalimantan donk
waduh, kalau sudah perang. atau rusuh mah hampir-hampir selalu ada yang namanya colateral damage bro. orang yg kaga ikut2an kena imbas juga. toko2 dijarah. masih ingat kan kerusuhan tahun 98. massa merusak fasilitas umum, juga rumah2 orang chinese, sekaligus memperkosa perempuan2nya beramai-ramai. dan ga ada yang bisa menghentikan, termasuk aparat keamanan kita.