Results 1 to 3 of 3

Thread: Hermeneutika dalam memahami nash-nash Syari'at

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217

    Hermeneutika dalam memahami nash-nash Syari'at

    Quote Originally Posted by ishaputra
    Contoh aplikasi hermeneutik terhadap hadis: Ada satu hadis sahih yang berbunyi "a’ful liha", yang artinya "panjangkan jenggot kalian". Bagaimana anda menyikapi hadis tersebut?

    Hadis itu bersifat perintah lho, dan diucapkan oleh rosul, sahih pula. Tapi, dengan pendekatan hermeneutis kita akan paham bahwa rosul, bagaimanapun, adalah anak dari zamannya. Perintah beliau itu memiliki konteks kultur tertentu, dalam hal ini kultur Arab. Dan tentu perintah itu tidak perlu kita ikuti.
    Bisa dijabarkan proses hermeneutika (tafsiran) terhadap hadits :

    أَحْفُوا الشَوَارِبَ وَ أَوْفُوا اللِّحَى
    Ahfu asy-syawariba wa awfu al-liha
    Potong pendeklah kumis kalian dan biarkanlah janggut kalian (HR. Muslim)

    Sehingga kemudian anda berkesimpulan :
    Quote Originally Posted by ishaputra
    Dan tentu perintah itu tidak perlu kita ikuti
    Last edited by Asum; 05-02-2012 at 11:22 AM.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •