Sekitar 2000 tahun sebelum Masehi, China dipimpin oleh seorang kaisar bernama Shun.

Pada masa itu, daratan China sering sekali dilanda banjir besar oleh karena meluapnya Yellow River, banjir selalu memakan banyak korban jiwa dan menghancurkan perekonomian, maka Kaisar Shun memerintahkan mentri urusan dalam negrinya yg bernama Gun untuk mengatasi masalah ini.

Gun mengambil satu strategi untuk menghalau luapan air dengan cara membangun bendungan2 dan benteng2 penahan air, ia menggunakan banyak sekali tenaga kerja, batang2 pohon, bebatuan dan berbagai peralatan.
Namun saat banjir tiba, bendungan2 ini tidak mampu menahan air yg mengganas.. bendungan2 ini kemudian jebol dan menimbulkan korban jiwa yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Atas kegagalan ini, sang Mentri dihukum mati.

Kaisar Shun kemudian memberi perintah kepada Da-Yu untuk melanjutkan usaha menjinakkan Sungai Kuning.
Da-Yu adalah anak dari perdana mentri Gun.

Da-Yu tahu kalau ia gagal maka ia juga akan menemui nasib yang sama dengan ayahnya, namun Da-Yu sangat pandai.
Ia tidak membuat bendungan2 atau benteng2 penahan air, sebaliknya ia malah membuat banyak sekali kanal2 saluran air yang memecah sungai kuning keberbagai penjuru dan menuju ke laut.
Da-Yu mengerahkan tenaga kerja yang luar biasa besar selama 13 tahun. Bahkan selama 13 tahun itu ia sempat 3 kali melewati kampung halamannya tanpa menengok rumahnya sama sekali karena begitu serius mengerjakan proyek besar ini.

Akhirnya setelah pekerjaan ini selesai, Sungai Kuning benar2 berhasil dijinakkan, air tidak ditahan melainkan dialirkan ke laut, rakyat China mengalami masa aman dan subur karena pembangunan kanal2 ini.

Kaisar amat puas dan sangat terkesan dengan pekerjaan Da-Yu, maka setelah ia semakin tua ia mulai memikirkan kaisar penerus. Orang yang ia percayai untuk menjadi Kaisar berikutnya bukanlah anaknya sendiri, Kaisar Shun memberikan tahtanya kepada Da-Yu yang kemudian benar2 menjadi Kaisar China yg sangat baik.

Da-Yu yang bijak juga memikirkan peralihan kekuasaan, namun ia tak mengikuti kebijaksanaan Kaisar Shun. Da-Yu memberikan tahtanya kepada anaknya sendiri dan memulai dinasti Xia.

Sebagaimana sejarah mencatat, semua dinasti selalu dimulai oleh raja yang baik dan terus merosot hingga diakhiri oleh raja yg sangat bobrok.