Btw kemarin dapat hadiah teh hijau dari teman yg liburan ke Jepang.
Namanya Sencha (secara harfiah berarti: teh yang dikukus). Jepang memang memiliki metode pengolahan teh hijau yang unik. Di China dan Indonesia umumnya teh hijau diolah dari daun teh yang dioseng (kayak digoreng di atas kuali tapi tanpa minyak), kemudian digulung dengan mesin dan jadilah teh hijau. Di Jepang justru berbeda, daun teh yg dipeting langsung dikukus dengan mesin hingga kering, kemudian dipipihkan. Jadilah Sencha.
Rasanya? Bagi yang terbiasa minum teh Indonesia atau China yang umumnya ada sepat atau aftertaste manis dengan aroma fruity/flowery, Sencha (dan jenis teh hijau Jepang lainnya) memiliki rasa yang sangat unik. Mungkin yang pertama kali minum bakal kaget (kayak gw). Aromanya mirip rumput laut. Rasanya gurih (ya, gurih. Bukan manis bukan asin, rasa umami. Kalau bingung rasanya, coba deh tabur micin sedikit ke lidah, kayak gitu rasanya). Warna air seduhannya juga kuning kehijauan. Gw lagi suka minum Sencha malam2 sehabis kerja.
Ada fakta menarik mengenai Sencha. Meskipun Sencha merupakan "teh Jepang", sebenarnya beberapa Sencha diproduksi di Indonesia. Jadi dari Indonesia daun tehnya dipetik, dikukus, dipipihkan, dikirim ke Jepang. Oleh Jepang dilabel kemudian dibalikin lagi ke sini. Salah satu kebun teh yang memproduksi Sencha adalah kebun di Bandung. Setahu saya Walini dan sebuah kebun di Malino juga memproduksi Sencha. Jangan2 Sencha yg dikasih teman gw ini juga aslinya dari Indonesia nih
Pictnya biar makin afdolllll (kebetulan abis minum)
Spoiler for gambar:
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

. Salah satu kebun teh yang memproduksi Sencha adalah kebun di Bandung. Setahu saya Walini dan sebuah kebun di Malino juga memproduksi Sencha. Jangan2 Sencha yg dikasih teman gw ini juga aslinya dari Indonesia nih 
Kaleng tehnya
Daun teh sebelum diseduh
Daun teh setelah diseduh
Reply With Quote





kebanyakannn



Popo Nest

