Quote Originally Posted by eve View Post
wah, gak tahu ya bu dimana saya hidup. Yang jelas, sejauh mata saya memandang, banyak lapangan pekerjaan yang terbengkalai, saya saja susah cari pegawai buat dagang bakso saya. Alasannya yaitu, uangnya kurang.
Banyak lahan2 kosong, tapi tidak ada penggarapnya.
Kebanyakan mereka tergiur pada gemerlapnya kota yang disuguhkan di televisi.
Daripada pengangguran, kenapa mereka gak pulang aja ke desa? Kerja di ladang bukan pekerjaan memalukan. Yang pasti kalau di desa, gak punya uang juga bisa idup. Ada banyak sayuran di kebon.
Memang gak masalah berjilbab kerja di tempat bilyard, masalahnya kalau dia juga menyuguhkan minuman keras.
Kenapa susah cari pegawai? Sudah memberi gaji yang PANTAS? Biaya hidup tuntutan yang krusial

Jadi petani atau peladang juga tidak mudah, kalau kamu salah perhitungan, balik modal saja sudah bagus...sudah pernah merasakan bertani?

Ada banyak lahan kerja, tetapi kenapa lebih banyak pengangguran? Tahukah kamu ada banyak orang sampai merendahkan tingkat pendidikannya ketika melamar pekerjaan di suatu tempat demi supaya mendapatkan pekerjaan dan penghasilan?

Saya tidak membenarkan atau menyalahkan jika ada perempuan berjilbab kerja di daerah abu2 seperti tempat Bilyard. Tetapi kalau kita melihat latar belakangnya, seperti kata saya, susah menghakimi.

Berjualan minuman keras...hmmm bagaimana dengan cewek berjilbab kerja di kantoran tetapi kantornya ternyata Pabrik minuman keras?