Quote Originally Posted by kandalf View Post
Ipin Upin?
Sebenarnya, secara teknis detail, Ipin dan Upin-nya Les Copaque kalah dengan Meraih Mimpi yang dibuat oleh orang-orang Infinite Frameworks di Pulau Batam (eh atau Bangka ya?).
Hanya saja, dari segi keluwesan, Infinite Frameworks masih kalah.

Jangan terlalu meremehkan kekuatan animator di Indonesia.
Yang sekarang dibutuhkan oleh para animator hanya seorang sutradara yang benar-benar perfeksionis.

Hanung sendiri, pernah bermain-main sedikit dengan animasi di film Jomblo.
indon bikin sekelas 3d tv serial aja belum bisa bagus, baru ada didi tikus, itu juga backgroundnya dunia asli. itu juga msih kalah dgn upin, gimana mau bikin sekelas layar lebar.. dana dari mana? Raam Punjadi?
Quote Originally Posted by heihachiro View Post
emang kenapa sih kalo pake style manga/anime/US comic? kayaknya pada alergi banget kalo ada komik ato film animasi lokal yang bergaya art luar negeri

contohlah manhwa Korea, awalnya emang ngikut gaya manga habis2an, tapi toh pada akhirnya bisa punya style sendiri seperti manhwa sekarang ini, dan relatif sukses
kata rotan raam punjadi kan mau dibawa keluar negri, masak pakai gaya jepang? tar dikatain plagiat