Perhatikan bahwa bukan Gusti Randa yang menyebut nama Soetrisno Bachir. Tidak ada nama 'Soetrisno Bachir' di pernyataan langsungnya.
Para wartawan berasumsi selingkuhannya adalah Soetrisno Bachir dan asumsi tersebut memang beralasan mengingat Nia Paramita adalah kader PAN saat itu. Jadi, Soetrisno Bachir merasa nama baiknya dicemarkan karena muncul di koran.
Sekali lagi, "muncul di koran" tetapi bukan berarti Gusti Randa menyebut nama 'Soetrisno Bachir'
Benar.
Gusti Randa memang menantang.
Karena dia pasti menang.
Dia pengacara!
Kalau dia sampai menyebut nama 'Soetrisno Bachir' sekali saja, maka dia akan langsung kalah.
Dan tebak. Tidak ada kelanjutannya.
Mau bukti lagi?
Dari mingguan non gosip ya, May Spears.
http://arsip.gatra.com/2006-04-08/artikel.php?id=93573
Sementara itu, Gusti Randa mempersilahkan, Indra Sahnun Lubis, pernyataan kuasa hukum PAN, jika ingin melaporkan dirinya ke Polda Metro Jaya atas pencemaran nama baik. Selain itu, walau tidak memerinci, Gusti Randa mengaku telah menerima pernyataan sikap dari PAN. Namun, pernyataan sikap tersebut, berbeda isinya dengan apa yang diberikan untuk konsumsi pers. "Saya menganggap hal tersebut sebagai somasi terbuka, yang tidak secara khusus ditujukan kepada saya," tanggapnya.
"Akan tetapi, perlu saya tegaskan bahwa dari awal juga saya tidak pernah menyebutkan pihak-pihak, baik secara pribadi maupun secara instutisi. Tapi, semuanya akan saya beberkan nanti di pengadilan," tambahnya.
Selain pernyataan sikap atas kemelut dalam sepekan ini, tentang kabar miring perceraiannya tersebut, Gusti Randa juga sempat menceritakan tentang seseorang yang ia sebut "Mr. X". Gusti Randa menuturkan bahwa ia telah bertemu "Mr. X", yang dihadapan Gusti Randa serta enam orang saksi lainnya, mengaku telah menghamili dan mengetahui proses aborsi yang dialami oleh Nia.
Cukup puas, May Spears?
Nope.
Pandanganku adalah hanya untuk saat itu.
Tidak berlaku untuk minggu berikutnya atau bulan berikutnya.
Yang kulihat adalah "they were couple with problem, the woman messed up, and the man got angry" dan karena itu gue asumsi bahwa pernikahan mereka bermasalah saat itu adalah benar.
Soal apakah kemudian mereka rujuk beberapa bulan kemudian itu adalah hal lain.
Lalu kembali ke Soetrisno Bachir.
Kasus ini tidak berpengaruh sama sekali pada perjalanan politik Soetrisno Bachir.
Tidak ada bukti yang diungkap ke publik (dan kita tak pernah mendapatkan konfirmasi kecuali kasak-kusuk) dan Soetrisno Bachir sempat ingin jadi capres di pemilu 2009.. sebelum.. ditelikung Rizal Mallarangeng, diserang Golkar, dan akhirnya diomeli Amien Rais.
Jadi,
kau membandingkan Zumi Zola dengan Soetrisno Bachir adalah hal yang tidak tepat.
Tapi...
toh salah satu gubernur (eh atau bupati) di Indonesia adalah mantan pelaku dalam video porno. Mungkin gue salah.
---------- Post added at 07:17 PM ---------- Previous post was at 07:01 PM ----------
Oke...
Tadi googling2 kasus pencemaran nama baik.
Dan tebak,
Gusti Randa melaporkan balik dengan pasal berbeda.
sekarang sumbernya dari berita gosip lagi ya, May Spears.
http://www.kapanlagi.com/showbiz/sel...r-lgqbuzt.html
So.Gusti melaporkan SB terkait dengan tuduhan terhadap Gusti yang dianggap melakukan pencemaran nama baik SB.
Sugeng SH sebagai salah satu kuasa hukum Gusti mengatakan bahwa yang dilaporkan oleh Gusti adalah Sutrisno Bachir dan kuasa hukumnya yang terdiri dari Indra Shanun Lubis SH, Abdul Rahim Hasibuan SH dan Herman Kadir SH. Terkait masalah pencemaran nama baik, sangkaan palsu atau fitnah pada tanggal 10 April 2006 yang melaporkan Gusti pada penyidik.
"Mereka akan dijerat Pasal 317 dan 318 KUHP yaitu bahwa tersangka (SB cs), telah melakukan sangkaan palsu dan fitnah terhadap Gusti Randa," tegas Sugeng.
Kalau ditilik dari tanggal 10 April sampai sekarang tentunya merupakan rentang waktu yang cukup panjang, kenapa baru dimunculkan lagi. Ada apa ini? Apakah ini merupakan timing yang tepat, karena sampai saat ini Gusti tidak pernah mendapatkan panggilan atas tuduhan SB tersebut. Karenanya polisi tidak punya cukup bukti untuk melakukan hal tersebut dan ini juga merupakan bukti bahwa tidak ada suap dalam kasus Gusti dan Nia," papar Sugeng lagi.
Sustrisno Bachir dan pengacaranya tidak berhasil membuktikan Gusti Randa melakukan pencemaran nama baik.
Mengapa?
Jawabannya jelas seperti yang disebut di atas:
Gusti Randa tidak pernah sekalipun menyebut nama "Sutrisno Bachir".
Semua itu hanya tempelan dan tafsiran para wartawan.
Sekarang, kasus yang agak mirip itu Sinta Bachir dan mantan Kapolda.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





yeeeeeeeeeeeeeee
Reply With Quote