KISRUH rumah tangga Gusti Randa-Nia Paramitha semakin runcing. Gusti Randa menantang Indra Sahnun Lubis yang telah mendatangi Markas Kepolisian Daerah Jakarta untuk berkonsultasi tentang pencemaran nama baik Ketua PAN Soetrisno Bachir. "Silahkan laporkan, saya tidak takut karena saya membela martabat keluarga saya," kata Gusti dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (7/4). Gusti mengaku mempunyai bukti kuat ketika mengungkap Soetrisno Bachir sebagai selingkuhan istrinya. Menurut Gusti, dia bertemu dengan pria yang dia sebut tuan X ketika Nia mengaborsi kandungannya di Rumah Sakit Pondok Indah Ruang 3401. Saat itu Mr X mengakui telah berbuat khilaf. Namun dia tak mau memenuhi tuntutan Gusti yang memintanya menikahi Nia. "Saat itu ada enam saksi," ujar Gusti. Alih-alih bertanggung jawab, Mr X ini menurut Gusti, menawarkan sejumlah uang untuk kompensasi. Alasannya, dia tak bisa menikahi Nia karena telah memiliki istri dan dua anak selain baru saja tertimpa musibah. Tak lama berselang dengan kedatangan Mr X ini, Nia kemudian keluar rumah sakit tanpa memberi tahu Gusti. Sontak Gusti kaget karena dia tahu Nia tak membawa uang untuk membayar biaya selama dirawat di rumah sakit. Di lain pihak, Indra Sahnun meminta Gusti membuktikan ucapannya. Jika tidak, dia bakal diseret ke meja hijau dengan tudingan telah mencemarkan nama baik Soetrisno. "Kalau tidak dibuktikan, itulah tindak pidananya," ungkap Indra. Pernyataan bernada menyerang Gusti pun datang dari Nia Paramitha. Perempuan yang telah dikaruniai empat anak dari pernikahannya dengan Gusti ini mengaku telah siap menerima segala tudingan yang dilontarkan suaminya. Tapi, Nia tak akan membeberkannya di media massa. "Saya akan membela diri mati-matian di persidangan," kata Nia.