Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast
Results 61 to 80 of 94

Thread: Istri banyak maunya?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    nah kalo masalah prilaku aparatnya mah itu diluar pengetahuan saya.. lah di indonesia pan sama juga hukum positip di Indonesia kan cuman bisa menjerat rakyat kecil... so bukan hukum Islamnya yang salah tapi pelakunya aja yang koplak
    itu rule of law nya, bro... bukan oknumnya

  2. #2
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    oke guys, diskusi yang sehat ya...

    um hajimeh yang bawa2 arab sebagai role mode hukum Islam, walau kenyataannya justru Saudi jauh dari wajah Islam kalau kita mau jujur. Sistem negaranya aja udah monarki, jauh dari semangat Islam. Syari2ahnya juga diambil sebagian.

    Saya rasa, bukan seperti Arab saudi, Islam memperlakukan dan mengagungkan perempuan.

    Jaman Nabi, seperti Aisyah, RA juga diberi kebebasan oleh Rasulullah untuk berilmu dan bersosialisasi serta punya peran di masyarakat, juga Fatimah, RA (gue heran, ini kog gak pernah dibahas ya....pemberian hak perempuan di bidang sosial, sibuk diusir ke wilayah domestik aje sih).

    Well, saya lebih suka bicara secara umum, karena toh KM tidak menganut hukum Islam

    Yang dibahas di atas Istri banyak maunya, jadi yang belum jadi istri tidak dibahas ya? *tanya lho ini

    Walaupun om hajimeh bilang, salah suami kenapa gak bisa mendidik istri sehingga istri banyak maunya, itu membuat saya bertanya...

    Jadi tugas suami juga membelenggu istri?

    Walaupun sebagai IRT fulltime, memang tidak boleh si istri punya kegiatan publik? kegiatan sosial? aktualisasinya gimana? kalau istri gak update, gimana tuh dia entar didik anak2 di rumah?

    Padahal oleh Islam (yah balik lagi) perempuan itu diagungkan...

  3. #3
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    wadoh apakah mendidik itu berarti membelenggu?? Bundana.. istri itu tanggung jawab suami ntar di akherat yang ditanyain tuh suami bukan si istri, si suami sudah gak nafkahin istrinya dengan baik, sudah gak ngajarin istrinya agama dengan baik.. jadi masalah rumah tangga ntar di akherat tu yang ditanyain suami bukan istrinya... (sori jadi OOT dah)

    ---------- Post added at 02:13 PM ---------- Previous post was at 02:11 PM ----------

    dan kalo mau ikutin jaman nabi... apakah para wanitanya itu seperti jaman sekarang yang bebas berkeliaran diluaran tanpa mahrom apalagi ini tanpa menutup aurat.. apakah anda tahu bundana peristiwa fitnah yang terjadi pada siti Aisyah radiyallohu anh, yang terjadi hanya karena beliau tertinggal dari rombongan sehingga beliau dituntun untanya oleh salah seorang sahabat??

  4. #4
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kronologisnya kan karena memang sempat terjadi percakapan antara keduanya sehingga timbul fitnah, dan setelah kejadian itu apakah Rasulullah kemudian membatasi gerak sosial perempuan?

    sebenarnya om hajimeh, saya malas membahas dari sudut agama...karena kemudian dengan tafsiran (yang jelas2 dibikin para lelaki semua) intinya malah mempersulit perempuan untuk berkarya.

    Pertanyaan saya tolong dijawab dulu um hajime

    Walaupun sebagai IRT fulltime, memang tidak boleh si istri punya kegiatan publik? kegiatan sosial? aktualisasinya gimana? kalau istri gak update, gimana tuh dia entar didik anak2 di rumah?
    mendidik istri untuk pada akhirnya terpasung dengan segala "aturan" yang sebenernya tidak ada dalam Islam, apa bukan membelenggu?

    Istri dalam rumah terus, suami keluar rumah terus, istri gak boleh keluar rumah tapi diam2 memasukkan laki2 lain...gimana tuh? intinya buklan "harus di dalam rumah" tetapi menjaga kehormatan rumah tangganya dimana pun dia berada

  5. #5
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    kronologisnya kan karena memang sempat terjadi percakapan antara keduanya sehingga timbul fitnah, dan setelah kejadian itu apakah Rasulullah kemudian membatasi gerak sosial perempuan?

    sebenarnya om hajimeh, saya malas membahas dari sudut agama...karena kemudian dengan tafsiran (yang jelas2 dibikin para lelaki semua) intinya malah mempersulit perempuan untuk berkarya.

    Pertanyaan saya tolong dijawab dulu um hajime



    mendidik istri untuk pada akhirnya terpasung dengan segala "aturan" yang sebenernya tidak ada dalam Islam, apa bukan membelenggu?

    Istri dalam rumah terus, suami keluar rumah terus, istri gak boleh keluar rumah tapi diam2 memasukkan laki2 lain...gimana tuh? intinya buklan "harus di dalam rumah" tetapi menjaga kehormatan rumah tangganya dimana pun dia berada
    siapa bilang sih wanita tidak memiliki kegiatan.. ada kok tapi antar ibu2 bukan dicampur dengan laki2 itu dalam islam, ya karena negara kita dasarnya sih sebenernya liberal so ya udah pola pikir kita selama ini ya mindset liberal, makanya gak heran malah orang Islam sendiri yang keliatannya lebih takut terhadap penerapan hukum islam itu sendiri...
    dan memang bagi kaum muslimin dunia itu ibarat penjara Bundana....
    lha kalo pake contoh sampe istrinya memasukkan pria lain tanpa ijin suaminya itu berarti khan emang istrinya yang gak mau nurutin apa kata suaminya..

    saya kasih contoh aja dah... istri saya.. dia ibu RT, pernah minggu lalu dia minta ijin keluar makan bareng ama temen2 SMAnya, saya kasih ijin dia asalkan dia ditemin mahromnya, karena dia kumpul juga ada temen SMAnya yang laki2... en dia mengerti dia gak jadi pergi karena dia gak ada mahromnya yang bisa nemenin... dia mengerti karena dia juga mengerti agama.. gitu lho... sejak kapan Islam menghalangi wanita untuk bergaul???

  6. #6
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    diskusi jgn yg berat2 dong... gw suka gak mudheng

  7. #7
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    @chan: sabar bu....sabar....

    siapa bilang sih wanita tidak memiliki kegiatan.. ada kok tapi antar ibu2 bukan dicampur dengan laki2 itu dalam islam, ya karena negara kita dasarnya sih sebenernya liberal so ya udah pola pikir kita selama ini ya mindset liberal, makanya gak heran malah orang Islam sendiri yang keliatannya lebih takut terhadap penerapan hukum islam itu sendiri...
    dan memang bagi kaum muslimin dunia itu ibarat penjara Bundana....
    lha kalo pake contoh sampe istrinya memasukkan pria lain tanpa ijin suaminya itu berarti khan emang istrinya yang gak mau nurutin apa kata suaminya..
    waduh om, bergaul tanpa mahram sekarang tanpa keluar rumah juga bisa...nah ini kita bergaul di fordis...blum lagi kalau ada webcam, YM, ICQ, Skype, BBM...buanyaaaaaaaaaaaaaaaaak, bergaul tanpa melibatkan mahram dan bisa merusak rumah tangga tanpa si istri perlu melangkah keluar rumah.

    Karena itu saya bilang, pilihan anda apa? Memenjara istri anda sampai batas dimana pada akhirnya dia jenuh dan "meninggalkan" anda, atau anda bisa berbagi dan membuat istri anda mengerti untuk bisa mengaktualisasi dirinya sebagai manusia?

    Sebenernya titik berat saya adalah komentar anda tentang istri banyak maunya dan suami yang anda bilang tidak bisa mendidik istri sampai banyak maunya.

    Ketika saya giring, istri banyak maunya kayak gimana...sebenernya anda masih memaparkan hal2 cetek dalam rumah tangga tapi gawat kalau gak segera diselesaikan, ekonomi, materi.

    Anda memaparkan istri kudu ngerti kemampuan suami yang cuma segitu thok ngasihnya. Istilah kata, suami cuma bsia ngasih 50rebu sehari, ya harus bisa buat bayar listrik, makan, bayar sekolah anak, bayar air, iuran ini itu bla bla...well, seharusnya, seperti kata suami saya, suami istri sama2 berhitung, kebutuhan rumah tangga mereka yang sesungguhnya seberapa sih, dan kalau memang sudah ada kesepakatan suami yang keluar mencari nafkah berarti suami kudu bisa memenuhi target segala kebutuhan itu terpenuhi. Kalau suami merasa tak sanggup, mestinya istrinya diajak berpikir gimana caranya memenuhi kebutuhan itu.

    Hari ini kebutuhan primer bukan lagi sandang, pangan, papan. Pendidikan, transportasi dan saving sudah masuk kebutuhan primer dan urgent. Jadi itu harus dipikirkan berdua, kalau kemudian istri minta ijin untuk keluar rumah, bekerja, mestinya sih didukung.

    Saya paling eneg dengan pernyataan, "kerja boleh, tapi jangan lupakan tugas2 rumah tangganya."

    Memangnya tugas rumah tangga istri apa sih?

    Bersih2 rumah? emang suami gak punya tanggung jawab buat bersih2 rumah?

    Mendidik dan mengasuh anak? Enak bener, bikinnya bareng2, ngurusnya ogah

    Masak? Haduh, suami saya suka gentian masak tuh sama saya, dan buat blio gak masalah tuh.

    Trusssssssssssssss...dimane tugas rumah tangga itu yang kudu dipegang istri?

    Itu yang mau saya bilang, dimana letak banyak maunya?

    saya kasih contoh aja dah... istri saya.. dia ibu RT, pernah minggu lalu dia minta ijin keluar makan bareng ama temen2 SMAnya, saya kasih ijin dia asalkan dia ditemin mahromnya, karena dia kumpul juga ada temen SMAnya yang laki2... en dia mengerti dia gak jadi pergi karena dia gak ada mahromnya yang bisa nemenin... dia mengerti karena dia juga mengerti agama.. gitu lho... sejak kapan Islam menghalangi wanita untuk bergaul???
    saya juga punya contoh, diri saya sendiri

    saya IRT fulltime, karena itu pilihan saya dan hasil diskusi panjang antara saya dan suami (sebelum2nya saya pun sempat bekerja meski part time dan itu atas ijin suami dan suami sama saya kerja sama ngurus rumah tangga kami), suami saat ini kerja di kalimantan dengan jadwal cuti setiap dua bulan sekali. Di rumah saya ada dua anak, satu menjelang 6 tahun yang satu batita, plus bapak saya yang kondisi fisiknya tidak sehat 100%.

    Saya terpaksa jadi operasional di rumah, pergi ke pasar, ke apotek, kemana2 dah, alias tukang ojek anak2 juga...harus ditemani sama mahram? Mahram saya tinggal bapak yang gak kuat saya ajak angin2an naik motor, tuh. Ajak anak2 saya? Kalau pas malem2 mesti ke apotek, kasian dong mereka kena angin malam...Jadi gimana? Padahal bapak saya mendadak kehabisan obatnya? Saya suruh orang lain? Dia masuk rumah juga bukan mahram saya...emang orang lain gak ada kerjaan apa?

    Sometimes kita harus open mind...kenapa ketika perempuan dengan pemikiran seperti saya langsung dicap liberal dan kebanyakan kemakan propaganda Barat? Aduh, saya kan juga baca2 bukunya Ali Syari'ati.

    Wah chan, kalau contoh di atas, dikau gak boleh kerja tuh, kan kerjaan dikau bareng makhluk laki2 bukan mahram, kemaren kopdar sama cupine juga gak boleh tuh mestinya

  8. #8
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    sudah dirangkum sama bundanya...

    pake alasan mahrom, itu sama aja ngelarang istri kerja, larang istri bersosialisasi, larang istri berada di luar rumah dst dst walau dengan balutan dalil ini itu
    plus doktrin bahwa tugas istri itu mengerjakan pekerjaan rumah, sumur kasur dapur, ga boleh banyak minta, ga boleh ke luar rumah
    ujung2nya lihat aja contoh orang ITB ibu2 stres yang bunuh anaknya.
    kalau mulai minta ini itu tinggal disumpel dalil ini itu, dianggap istri durhaka bla bla bla... classic...
    oke memang seperti itu idealnya ketika kita hidup di negara dengan memberlakukan hukum syariat, tapi hello? knock knock, emang kita ini di mana?

    kalau pakai alasan mahrom, aku berarti ga kerja, ga bisa ikut kursus tahsin, ga bisa ikut liqo, ga bisa kuliah, ga bisa sekolah, ga bisa ke pasar, ga bisa ini itu...
    udah diem aja jadi onggokan daging dan tulang di rumah.
    emangnya perempuan bukan manusia?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  9. #9
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    sudah dirangkum sama bundanya...

    pake alasan mahrom, itu sama aja ngelarang istri kerja, larang istri bersosialisasi, larang istri berada di luar rumah dst dst walau dengan balutan dalil ini itu
    plus doktrin bahwa tugas istri itu mengerjakan pekerjaan rumah, sumur kasur dapur, ga boleh banyak minta, ga boleh ke luar rumah
    ujung2nya lihat aja contoh orang ITB ibu2 stres yang bunuh anaknya.
    kalau mulai minta ini itu tinggal disumpel dalil ini itu, dianggap istri durhaka bla bla bla... classic...
    oke memang seperti itu idealnya ketika kita hidup di negara dengan memberlakukan hukum syariat, tapi hello? knock knock, emang kita ini di mana?

    kalau pakai alasan mahrom, aku berarti ga kerja, ga bisa ikut kursus tahsin, ga bisa ikut liqo, ga bisa kuliah, ga bisa sekolah, ga bisa ke pasar, ga bisa ini itu...
    udah diem aja jadi onggokan daging dan tulang di rumah.
    emangnya perempuan bukan manusia?
    emanknya kapan saya mau memaksakan hukum Islam digunakan di Indonesia.. saya juga sadar Indonesia bukan negara Islam, jadi silahkan masyarakatnya berprilaku menurut standar nilai yang dia anggap paling baik... nah dalam kasus saya pribadi Alhamdulillah saya memilih cara yang lumayan islami dalam berumah tangga.. istri saya karena mendapat didikan agama yang sangat bagus dari orang tuanya dia bisa menempatkan dirinya sebagai istri yang merupakan mitra dalam rumah tangga... jangan dikira karena saya mengontrol istri saya dan mengatakan bahwa istri memiliki kewajiban di Rumah Tngga sehingga melupakan tugas saya sebagai suami.... saya dari kecil saja sudah dibiasakan menyapu, cuci piring sendiri sehabis makan..cuci baju sendiri... masak pun saya lumayan bisa.. jadi saya juga membantu istri saya dalam hal2 pekerjaan rumah tangga...
    masalah mendidik anak,siapa bilang seorang ayah akan melepaskan tanggung jawab begitu saja kepada istrinya..ohh tidak.. malahan masalah mendidik anak juga menjadi tanggung jawab yang besar buat seorang bapak........

    ---------- Post added at 10:08 PM ---------- Previous post was at 10:02 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    blum lg kalo km dinas luar kota ya, chan...jatuhnya kalo pake ilmunya om hajime, kamu bukan istri yg islami
    nah ini yang saya bilang.. orang Islam di Indonesia polapikirnya sudah liberal... makanya menilai sesuatu itu dengan logikanya saja... dan ilmu saya??? kapan saya menyatakan hukum islam adalah ilmu saya... toh nanti walopun saya bawakhan fiqh2 tentang wanita disini akan Bundana dan saudari Chan akan membantahnya dengan 1001 macam alasan... jadi itu tidak perlu..karena saya sudah sangat mengerti sebagaimana liberalnya pola pikir kita di Indonesia yang tercinta...
    dan masalah cara hidup sehari2 itu adalah pilihan kita, Bundana dan Chan merasa lebih nyaman dengan pola hidup yang sekarang anda jalani silahkan saya tidak akan komentar dengan hal itu.....
    namun kalosudah melakukan generalisir dengan mengatakan istriyang diam dirumah dan dididik untuk taat dan patuh pada suaminya itu baik2 saja dan selalu lurus dijalan yang benar itu anda katakan suatu bentuk pengekangan terhadap wanitalah memenjarakan wanitalah suatu bentuk pembodohan terhadap wanita dll, itu yang saya tidak setuju....

    ---------- Post added at 10:08 PM ---------- Previous post was at 10:08 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    blum lg kalo km dinas luar kota ya, chan...jatuhnya kalo pake ilmunya om hajime, kamu bukan istri yg islami
    nah ini yang saya bilang.. orang Islam di Indonesia polapikirnya sudah liberal... makanya menilai sesuatu itu dengan logikanya saja... dan ilmu saya??? kapan saya menyatakan hukum islam adalah ilmu saya... toh nanti walopun saya bawakhan fiqh2 tentang wanita disini akan Bundana dan saudari Chan akan membantahnya dengan 1001 macam alasan... jadi itu tidak perlu..karena saya sudah sangat mengerti sebagaimana liberalnya pola pikir kita di Indonesia yang tercinta...
    dan masalah cara hidup sehari2 itu adalah pilihan kita, Bundana dan Chan merasa lebih nyaman dengan pola hidup yang sekarang anda jalani silahkan saya tidak akan komentar dengan hal itu.....
    namun kalosudah melakukan generalisir dengan mengatakan istriyang diam dirumah dan dididik untuk taat dan patuh pada suaminya itu baik2 saja dan selalu lurus dijalan yang benar itu anda katakan suatu bentuk pengekangan terhadap wanitalah memenjarakan wanitalah suatu bentuk pembodohan terhadap wanita dll, itu yang saya tidak setuju....

  10. #10
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    blum lg kalo km dinas luar kota ya, chan...jatuhnya kalo pake ilmunya om hajime, kamu bukan istri yg islami

  11. #11
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    blum lg kalo km dinas luar kota ya, chan...jatuhnya kalo pake ilmunya om hajime, kamu bukan istri yg islami
    kalau dinas keluar kota masih kejauhan mak, yang deket aja lah ke pasar aku sendiri, ke tempat tahsin (satu kilo setengah dari rumah) sendiri, ke indomaret (100m dari rumah) sendiri juga, nah itu aja udah bukan perempuan islami.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  12. #12
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    taat dan patuh kepada suami atau takut? itu lain lho.

    Gak jadi pergi reuni karena sudah dikasih label, "boleh asal didampingi mahrom." Dan jelas2 om hajime tidak punya niat buat mendampingi, apa bukan bagian dari mengekang ya?

    WEll...saya sering keluar rumah tanpa didampingi suami atau mahram, meski tetap minta ijin suami.

    Suami saya (saya pikir cak dapit juga) punya ilmu agama yang cukup, gak berani bilang bagus banget karena nanti jatuhnya riya, dan blio termasuk sangat konservatif. Kalau blio intinya saya sudah minta ijin, kami sudah diskusi, dan blio tau saya pergi mau ngapain, ketemu siapa, dan sampe berapa lama. Menurut suami saya, istri juga perlu bergaul...nah temen istrinya kan ada laki2, temen sekolah, temen ngeforum dll...dan blio tau bener saya bisa jaga nama suami saya di kehidupan pergaulan saya.

    Bahkan suami saya kenal beberapa teman lelaki saya, sehingga blio tau saya berteman sama siapa.

    Saya sih memaparkan keadaan yang terjadi di Indonesia, bukan ngasih alesan.

    Ini kondisi yang memang tidak bisa sepenuhnya memaksakan hukum Islam diterapkan, dan terpaksa berkhawlat. naik kendaraan umum, di jalan, di kantor, dimana2. Masak iya istri gak keluar rumah gegara itu?

    Sebaiknya anda nonton perempuan berkalung sorban
    Last edited by BundaNa; 29-01-2012 at 10:04 AM.

  13. #13
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    dari jaman nenek saya dulu blom ngerti dunia barat kayak apa, beliau sudah kerja di kebun, jualan di pasar, bikin minyak kelapa untuk nantinya dijual beli makan anak2, kakekku dulu masyumi dan sempat dikejar2 aparat (sempat di penjara juga) pas ada bentrok dengan pemerintah, kalau bukan karena nenek bekerja, ga mungkin anak2nya bisa hidup seperti sekarang ini.
    Didikan itu sedari awal sudah ada di keluarga (apalagi orang minang menurut garis ibu, jadi urusan pengaturan harta pusaka di urus perempuannya) bahwa perempuan itu harus berdikari, punya harga diri, ga sekedar ngelendot ke suami.
    itu sebabnya musti cari suami yang juga bisa menghargai perempuan, banyak maunya perempuan bisa dia terjemahkan menjadi sebuah kekuatan motivasi semangat, energi, dan spontanitas.

    sebagai perempuan, aku memang merasa miris, melihat kondisi di lapangan pengekangan terhadap perempuan lain dibalut budaya, agama, doktrin, sosial, masyarakat itu masih banyak. Hasilnya mulai dari tertekan sampai bunuh anak2nya.
    sebagian bisa menerima (gimana ga mau nerima ditakut2in pake neraka) walau akhirnya stres, sebagian mungkin ikhlas karena menganggap itu takdir dia jadi manusia kelas dua, yang lainnya sedikit lebih pinter cari2 tempat aktualisasi diri di rumah supaya tetap terlihat jadi perempuan yang taat suami dan dididik bener ama suaminya (misal jadi penulis, atau jualan secara online-- kalau yang ini bagus nih, dia bisa menyeimbangkan peran dia sekaligus tetap bisa beraktualisasi diri) tapi itu kalau emang hobi nulis dan jualan, kalau ngga? selain itu harus punya pengetahuan soal internet juga, dan cuman sedikit perempuan indonesia terdidik sampai ngerti internet, akhirnya sisanya balik lagi jadi si perempuan yang stres ...
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  14. #14
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    taat dan patuh kepada suami atau takut? itu lain lho.

    Gak jadi pergi reuni karena sudah dikasih label, "boleh asal didampingi mahrom." Dan jelas2 om hajime tidak punya niat buat mendampingi, apa bukan bagian dari mengekang ya?

    WEll...saya sering keluar rumah tanpa didampingi suami atau mahram, meski tetap minta ijin suami.

    Suami saya (saya pikir cak dapit juga) punya ilmu agama yang cukup, gak berani bilang bagus banget karena nanti jatuhnya riya, dan blio termasuk sangat konservatif. Kalau blio intinya saya sudah minta ijin, kami sudah diskusi, dan blio tau saya pergi mau ngapain, ketemu siapa, dan sampe berapa lama. Menurut suami saya, istri juga perlu bergaul...nah temen istrinya kan ada laki2, temen sekolah, temen ngeforum dll...dan blio tau bener saya bisa jaga nama suami saya di kehidupan pergaulan saya.

    Bahkan suami saya kenal beberapa teman lelaki saya, sehingga blio tau saya berteman sama siapa.

    Saya sih memaparkan keadaan yang terjadi di Indonesia, bukan ngasih alesan.

    Ini kondisi yang memang tidak bisa sepenuhnya memaksakan hukum Islam diterapkan, dan terpaksa berkhawlat. naik kendaraan umum, di jalan, di kantor, dimana2. Masak iya istri gak keluar rumah gegara itu?

    Sebaiknya anda nonton perempuan berkalung sorban
    patuh dan taat kok dibilang takut.. sekali lg saya katakan jgn lah saudari Bundana mengeneralisir segalanya dengan pola pikir saudari... pada saat itu saya tidak bisa menemani karena saya di kantor... soo saya tidak bisa... makanya kan sudah saya bilang diatas saya tidak bisa memaksakan hukum Islam diterapkan di Indonesia karena Indonesia bukan negara Islam dan saya sangat mengerti itu.. dan siapa yang bilang istri saya nggak bergaul.. saya selalu menemani dia kalo mau pergi ke rumah saudaranya ntar baru ta jemput kalo dia sudah minta jemput... saya biarkan dia pergi kemana2 asal dia pergi dengan bibi2nya atau dengan saudari perempuannya atau dengan saudara laki2nya.... saya tidak melarang2nya... jangan anda anggap mahrom itu hanya suami saja..... san Alhamdulillah karena istri saya malah yang suka ngingetin saya kalo ada hal2 saya yang salah tentang agama...

    ---------- Post added at 12:13 PM ---------- Previous post was at 12:07 PM ----------

    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    kalau sampai membatasi potensi apalagi mematikan potensi perempuan, jelas itu sebuah pengekangan, walau dibalut sejuta dalil plus dogma "istri kerjaannya cukup 3 ur"

    dan seakan2 istri yang berada di luar rumah adalah bentuk perempuan yang tidak taat pada suaminya, dan atau suami yang tidak bisa mendidik istrinya

    biasanya kalau aku ngomong gini langsung dicap liberal feminis, kemakan propaganda yahudi yang ingin menghancurkan islam, percaya sistem thogut, terpengaruh budaya barat, bla bla bla... yea yea...
    potensi apa?? istri saya sebelum menikah dengan saya memang sudah bercita2 menjadi ibu rumah tangga.. makanya sebelum dia menikah dengan saya dia pun aktivitasnya mengajar ngaji anak2 di masjid... sayapun mengenal dia hanya 3 bulan dalam proses Nadzor baru menuju khitbah..... lalu apakah istri yang mempelajari agamanya dengan baik2 dan dengan ilmu agamanya yang bagus itu dia taat kepada suaminya... dan dia bahkan sering mengingatkan saya, itu anda bilang sebagai suatu pengekangan.. membatasi potensinya dll.... apakah potensi itu hanya untuk ilmu dunia saja.. jujur istri saya lebih memilih mendalami ilmu agama, dia lebih memilih menghapal Al-Quran dibandingkan membaca ilmu2 yang lain,, dan dia juga masih suka kok nonton sinetronn... bahkan hapalan Al-Quran istri saya lebih banyak dari saya..... itulah makanya saya bilang pola pikir anda liberall.... orang yang kekeh hidup dengan syariat Islam kok anda bilang pengekangan lah mematikan potensilah dll........ so sekali lg jgn lah membuat opini untuk mengeneralisir segala sesuatunya menurut pola pikir anda.....

    ---------- Post added at 12:16 PM ---------- Previous post was at 12:13 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    dan contoh ttg diri saya blum dijawab sama om hajomeh tuh ::::
    mesti gimana kalau posisi saya spt itu?
    itu nick saya salah ketik atau sengaja ya??? pan sudah saya katakan di Indonesia itu bukanlah negara Islam apalagi mau menerapkan hukum Islam..wong di Aceh yang baru menerapkan hukum syariah dikit aja orang2 udah pada ribut... dan saya maklum tentang hal itu.. dan silahkan saudari bundana menjalankan hidup Bundana dengan cara yang menurut Bundana sudah baik... saya tidak ikut campur masalah itu... dan saya pun hidup menurut apa yang saya anggap baik... begitu khan...
    Last edited by hajime_saitoh; 29-01-2012 at 01:19 PM.

  15. #15
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    kalau sampai membatasi potensi apalagi mematikan potensi perempuan, jelas itu sebuah pengekangan, walau dibalut sejuta dalil plus dogma "istri kerjaannya cukup 3 ur"

    dan seakan2 istri yang berada di luar rumah adalah bentuk perempuan yang tidak taat pada suaminya, dan atau suami yang tidak bisa mendidik istrinya

    biasanya kalau aku ngomong gini langsung dicap liberal feminis, kemakan propaganda yahudi yang ingin menghancurkan islam, percaya sistem thogut, terpengaruh budaya barat, bla bla bla... yea yea...
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  16. #16
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    dan contoh ttg diri saya blum dijawab sama om hajomeh tuh ::::
    mesti gimana kalau posisi saya spt itu?

  17. #17
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    salah ketik. sorry

    eh tapi blum dijawab tuh pertanyaan saya

    kondisi saya dengan dua anak kecil dan satu orang tua yang tidak sehat seratus persen...kalau saya keluar2 nunggu suami, bisa keteran urusan rumah sampe dua bulan...trus apa katamu, om hajimeh?

  18. #18
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    salah ketik. sorry

    eh tapi blum dijawab tuh pertanyaan saya

    kondisi saya dengan dua anak kecil dan satu orang tua yang tidak sehat seratus persen...kalau saya keluar2 nunggu suami, bisa keteran urusan rumah sampe dua bulan...trus apa katamu, om hajimeh?
    wadoh saya tidak tahu.. coba ditanyakan kepada orang yang lebih paham.......

  19. #19
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    well...masak menggebu2 ngomong di awal2 postingan, begitu saya tanya dengan kondisi begitu...jawabnya tak tau

    Jadi istri banyak maunya kayak gimana? saya kepengen anak2 saya bisa dapet pendidikan yang lebih baik tapi suami saya gajinya gak cukup sampe kuliahin anak misalnya, mesti ngalahgitu ya sayanya?

  20. #20
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    yang mengeneralisir itu um hajimeh, menganggap semua perempuan punya cita2 jadi IRT, lalu kalau orang ga punya cita2 jadi IRT menjadi istri durhaka atau suami yang ga bisa mendidik istri, istri liberal bla bla bla yea yea like i care... pake bawa2 syariat, syariat yang mana pulak, emang ini negara syariat?
    hapalan saya ama suami saya juga banyakan saya, so what kalo gitu? tapi kok masih suka nonton sinetron ... musuh manusia beriman tuh sinetron, malah ditonton...
    eniwei apa hubungannya ama istri banyak maunya sih?

    well...masak menggebu2 ngomong di awal2 postingan, begitu saya tanya dengan kondisi begitu...jawabnya tak tau

    Jadi istri banyak maunya kayak gimana? saya kepengen anak2 saya bisa dapet pendidikan yang lebih baik tapi suami saya gajinya gak cukup sampe kuliahin anak misalnya, mesti ngalahgitu ya sayanya?
    karena dia belom pernah keluar dari lingkungan ideal bun, jadi ya gitu masih ngawang2 di khayangan.
    saya pernah punya temen liqo kayak gitu di tempat kuliah, saya bilang waktu kuliah kayak sekarang, emang hidup dalam benteng tebal, kita bisa mengkondisikan diri bersikap ideal, nyaris 100%, tapi jangan lupa buka mata ke kehidupan di luar benteng, hidup ga seideal itu, realistis lah

    sebagian yang paham, pas keluar dari kuliah bisa cepat beradaptasi, sebagian lain, segera cari benteng baru di luar kampus, bisa bertahan (entah sampai kapan) yang lainnya stres waktu mengetahui realitas hidup, ada yang sampe ekstrim hidupnya bertolak belakang sama kondisinya yang dulu
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •