Results 1 to 4 of 4

Thread: PDAM Jaya klaim terancam merugi Rp18,2 triliun

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #4
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    di financial model sebelum kerjasama harus positif/untung, maka itu ada kerjasama.
    tapi keuntungan itu biasanya didapat PDAM dengan skema eskalasi tarif setiap 2 tahun
    Sepertinya di skema awal, tidak ada rencana peningkatan kapasitas, karena jika diketahui
    ada rencana pembuatan WTP, nilai investasinya berubah.

    Padahal riskan memasukan asumsi eskalasi tarif dalam financial forecast, karena eskalasi
    tarif itu keputusan politik kepala daerah dan harus disetujui DPRD, jika ditolak dan gagal naik,
    seperti kasus PDAM Jaya, otomatis akan merugi. Harusnya dulu di awal buat model dengan
    skenario konservatif, zero inflation cost & tariff escalation.

    Dari cerita diatas, pembangunan WTP dan jalur distribusi dilakukan terpisah diluar skema
    Palyja dan Aetra. Salah, karena di saat masa kerjasama dengan Aetra belum selesai, sudah
    membuat kerjasama pembangunan WTP baru dengan Bank Dunia
    Last edited by itsreza; 24-01-2012 at 02:03 AM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •