Quote Originally Posted by ndableg View Post
Pertama2, selamat datang ish.. sering2 dong mampir.. gw janji ga bikin elu kesel deh..
Pertama-tama, saya ucapkan selamat datang kembali, :p

Quote Originally Posted by ndableg View Post
Ukurannya.. perasaan yg tersinggung. Kalo ga ada yg tersinggung ya ga sampe taraf menghina.
Nah, masalahnya, "perasaan" itu relatif. Sedangkan hukum positif itu mengatur apa-apa yang terukur dan terdefinisi dengan jelas.

Quote Originally Posted by ndableg View Post
Misalnya gw bilang ibu mu pelacur, benar tidak benar, itu adalah penghinaan.
Jika benar, itu fakta dan yang mengatakan tidak salah. Jika salah, itu fitnah. Dan fitnah BISA dipidana.

Quote Originally Posted by ndableg View Post
Kritik bukan penghinaan, tapi musti dipisahkan antara mengkritik dgn menyindir. Biasanya orang standar ganda. Kalo disertai bukti boleh jadi kritik, tapi kalo omong asal2an, namanya cecerepet.
Mestinya begitu. Tapi inget, namanya orang fanatik agama pasti super sensitif, apalagi yang berpandangan konservatif. Inget loh, berapa banyak cendekiawan Muslim di timur tengah yang ngacir ke Eropa hanya karena punya pandangan yang berbeda tentang Islam?

Alm. Nasr Hamid Abu Zayd, salah satu contohnya. Dia difatwa murtad dan akhirnya harus hengkang ke Belanda.

Quote Originally Posted by ndableg View Post
....kalo ente ke minang, ya ente musti ikut aturan di sana.. sama di mana2..
Nah, kalo ada aturan adat yang tidak konstitusional, maka apakah aturan adat itu harus kita tolerir?