Pertama2, selamat datang ish.. sering2 dong mampir.. gw janji ga bikin elu kesel deh..
Quote Originally Posted by ishaputra View Post
Kalo boleh tau, ukuran dan batasan "penghinaan" atau "penodaan" agama itu apa?
Ukurannya.. perasaan yg tersinggung. Kalo ga ada yg tersinggung ya ga sampe taraf menghina.
Misalnya gw bilang ibu mu pelacur, benar tidak benar, itu adalah penghinaan.

Contoh: Apakah KRITIK terhadap agama, atau opini yang berseberangan dengan opini mainstream tentang agama tersebut, terkategori sebagai penodaan?
Kritik bukan penghinaan, tapi musti dipisahkan antara mengkritik dgn menyindir. Biasanya orang standar ganda.

Jika YA, maka anda harus mulai mikir, bahwa banyak penerbit-penerbit Islam yang bakal kena UU tersebut. Di Gunung Agung saja misalnya, sering saya jumpai di rak buku Islam, buku-buku yang mengkritik teologi agama Kristen.

Jika TIDAK, maka anda harus melihat kebelakang, ke beberapa tahun yang lalu: Majalah Newsweek pernah dibanned oleh MUI dengan alasan "religious blemish", karena salah satu edisinya di tahun 2003 karena memuat artikel yang membahas tesisnya Dr. Cristoph Luxenberg, yang mengatakan bahwa Alquran pada awal mulanya ditulis dalam bahasa Aramaik, bukan Arab.
Kalo disertai bukti boleh jadi kritik, tapi kalo omong asal2an, namanya cecerepet.

Tetapi "aspek genetik" Minangkabau tetap tidak bisa disanggah. Lagipula bung, hari gini kok masih pake sentimen kesukuan, itu anda ketiduran selama berapa ratus tahun sih?

Sekarang, banyak orang itu udah kawin campur antar etnis atau lahir dan besar di daerah urban. Jadi pada beberapa orang, terutama generasi muda, apalagi di daerah perkotaan/urban sudah nggak penting lagi identitas "orang minang", "orang jawa", "orang bali", "orang papua" dan sebagainya.

Misalkan saya Minang, terus murtad, dan tidak dianggap orang Minang, ya so what? Status kesukuan di jaman sekarang juga nggak penting-penting amat. <b>Yang penting, JANGAN DIUSIR DARI RUMAH TINGGALNYA,</b> itu saja.
Kalo kasus minang itu lebih ke sentimen orang aja.. Ente pikir semua orang minang begitu? Tapi kalo ente ke minang, ya ente musti ikut aturan di sana.. sama di mana2..