Oke. Berarti, sejauh disebut “Iskandar”, yang dimaksud adalah Alexander dari Macedonia. Nggak mungkin Cyrus dari Persia.
Betul. Dan oleh karena itu, Cyrus tidak bisa disebut “Iskandar”.
Saya sudah baca Al Kahfi, dan tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa Dzulkarnain adalah Nabi. Jikapun YA, maka dalam ajaran standart Islam, jumlah nabi harus ditambah satu menjadi 26. Tapi nyatanya kan tidak.
Kolonial barat nggak ada urusan sama agama Islam. Anda main tuduh aja. Alexander Agung sudah dikenal di wilayah timur tengah (atau timur dekat) sejak lama, terlepas dari apakah sosok tersebut ditafsirkan “Dzulkarnain” atau bukan.
Kalaupun ada penafsiran bahwa Alexander Agung adalah “Dzulkarnain”, maka tentu yang memberi penafsiran itu adalah orang Islam sendiri, bukan kolonial barat. Apa urusannya kolonial barat sama tafsir Alquran tentang Dzulkarnain? Kalo misi penyebaran agama Kristen, iya.
Di awal, anda menuduh adanya “Iskandar Zulkarnain” adalah bawaan kolonial barat. Tapi anda juga mengatakan bahwa “Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?” Yang memiliki arti bahwa Tambo disusun PRA-KOLONIALISME. Saya bingung dengan alur pikir anda yang muter-muter. Tampak statement anda hanya berdasar IMPROVISASI, bukan statement yang terkonsep dan terencana. Akui sajalah, kelihatan gamblang kok. Nih baca kumpulan statement anda:
Statement #1 Iskandar Zulkarnain itu disebut dalam Tambo.
Zulkarnain disebut dalam Al Quran. Ngga ada urusannya dengan Alexander.
Statement #2 Pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain.
Statement #3 Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat dominan, sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarnain.
Statement #4 Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?
Dari empat statement itu bisa disimpulkan bahwa Tambo disusun pasca-kolonialisme. Ini mengikuti alur logika anda lho ya.
Tapi saya heran, jika memang Tambo disusun pasca- kolonialisme, kenapa anda bertanya: “Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?”
Kemudian anda mengatakan, kata “Iskandar” dalam Tambo “nggak ada urusannya dengan Alexander”. Baca statement #1. Tapi anda juga menulis “pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain”, dan pernyataan “Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat dominan, sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarnain” yang itu kan berarti kata “Iskandar” dalam Tambo MEMILIKI HUBUNGAN dengan Alexander!! Tapi kenapa di awal anda menyangkalnya?
Wah, wah… KONTRADIKTIF SEKALI pemikiran anda! Tampak statement anda hanya berdasar IMPROVISASI, bukan statement yang terkonsep dan terencana.
Gimana mau ngerti, lah penjelasan anda muter-muter.
Ada bukti sejarah atau genetika bahwa orang Minang adalah keturunan Cyrus dari Persia? (Btw, ada klaim juga lho bahwa orang Batak adalah salah satu suku yang hilang dari Bani Israel).
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote