kalau memang menyangkut keyakinan pribadi, emang pada suka standart ganda...itu berlaku pada semua agama dan isme
kalau memang menyangkut keyakinan pribadi, emang pada suka standart ganda...itu berlaku pada semua agama dan isme
Lha iya om, itu keyakinan juga
Bung, nama ISKANDAR itu bukan nama origin Arab. Tapi sebutan lidah Arab untuk nama latin, ALEXANDER. Jadi, sejauh di Tambo atau di manapun disebut “ISKANDAR”, tentu yang dimaksud bukan tokoh asli Timur dekat.
Super-duper ngaco. Alexander the Great TELAH DIKENAL oleh orang-orang di Mesir dan di Timur dekat umumnya, ratusan tahun sebelum Masehi. Karena Alexander pergi menjelajah dari Macedonia ke Mesir, Turki, Yudea, bahkan sampe ke Persia.
Hal yang membuat Alexander dikenal, antara lain adalah karena dia mempromosikan budaya HELLENISME, yaitu percampuran antara budaya Eropa dengan Timur dekat.
Juga, karena Alexander mendirikan kota bernama ALEXANDRIA di Mesir, yang kemudian disebut dalam lidah Arab “ISKANDARIYAH”.
Apa di surah itu disebut “Iskandar Zulkarnain?” Silakan jawab.
Saya tidak menyanggah bahwa tafsiran Alquran atas sebutan “Dzulqarnain” mengacu pada Cyrus. Saya tidak ada urusan dengan itu. Tapi sejauh disebut “Iskandar Zulkarnain”, saya pikir yang dimaksud adalah Alexander the Great”. Dan di awal, anda menyebut ISKANDAR ZULKARNAIN. Begitupun Tambo, menurut klaim anda, juga menyebut ISKANDAR ZULKARNAIN.
---------- Post added at 08:54 PM ---------- Previous post was at 08:46 PM ----------
Enggak juga ah. Yang biasa melakukan standart ganda, di Indonesia ini, kebanyakan sih umat Islam. Kalo Islam mengkritik Kristen, disebutnya "dakwah agama". Kalo Kristen mengkritik Islam disebutnya "penistaan agama".
Standart ganda itu hal yang negatif, dan patut dikritik. Jangan diamini. Kalo anda menyadari bahwa umat Islam melakukan standart ganda, anda harus mengkritik. Jangan sampe anda juga standart ganda: Kalo umat Islam melakukan standart ganda anda bela dengan dalih "semua juga pake standart ganda kok". Tapi giliran Amerika, Kristen, Yahudi, etc pake standart ganda anda komplain.
![]()
Last edited by ishaputra; 28-01-2012 at 09:49 PM.
kaya nya loe memang ngga ngerti-ngerti juga
Zulkarnain (tanpa Iskandar) dalam Al Quran
sampai saat ini tidak dapat dibuktikan siapa
sosok aslinya. Pengaruh kolonialisme barat
menyodorkan sosok Alexander sebagai Zulkar
nain, sehingga sekarang sebutannya menjadi
Iskandar Zulkarnain.
Kemudian ada temuan baru, bahwa Cyrus the
Great memiliki lebih banyak kemiripan dengan
Zulkarnain dibandingkan Alexander.
kaitannya dengan Tambo, ini kronologisnya:
1. Zulkarnain adalah sosok nabi yang dicantum
kan dalam Al Quran, sampai saat ini belum 100%
diketahui siapa sosok historisnya.
2. Pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander
sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai
Iskandar Zulkarnain.
3. Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh
bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat domi
nan, sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarna
in.
gw berpegang pada prinsip, bahwa Zulkarnain ada
lah nabi dalam Islam, yang didalam Tambo dianggap
sebagai nenek moyang orang Minangkabau, maka
berdasarkan tambo pula, gw bilang Orang Minangka
bau adalah Muslim dari dahulu.![]()
ish, ketika umat islam disakiti kamu juga membela yg menyakiti. artinyanya kamu juga standart ganda. silahkan tertawa
Oke. Berarti, sejauh disebut “Iskandar”, yang dimaksud adalah Alexander dari Macedonia. Nggak mungkin Cyrus dari Persia.
Betul. Dan oleh karena itu, Cyrus tidak bisa disebut “Iskandar”.
Saya sudah baca Al Kahfi, dan tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa Dzulkarnain adalah Nabi. Jikapun YA, maka dalam ajaran standart Islam, jumlah nabi harus ditambah satu menjadi 26. Tapi nyatanya kan tidak.
Kolonial barat nggak ada urusan sama agama Islam. Anda main tuduh aja. Alexander Agung sudah dikenal di wilayah timur tengah (atau timur dekat) sejak lama, terlepas dari apakah sosok tersebut ditafsirkan “Dzulkarnain” atau bukan.
Kalaupun ada penafsiran bahwa Alexander Agung adalah “Dzulkarnain”, maka tentu yang memberi penafsiran itu adalah orang Islam sendiri, bukan kolonial barat. Apa urusannya kolonial barat sama tafsir Alquran tentang Dzulkarnain? Kalo misi penyebaran agama Kristen, iya.
Di awal, anda menuduh adanya “Iskandar Zulkarnain” adalah bawaan kolonial barat. Tapi anda juga mengatakan bahwa “Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?” Yang memiliki arti bahwa Tambo disusun PRA-KOLONIALISME. Saya bingung dengan alur pikir anda yang muter-muter. Tampak statement anda hanya berdasar IMPROVISASI, bukan statement yang terkonsep dan terencana. Akui sajalah, kelihatan gamblang kok. Nih baca kumpulan statement anda:
Statement #1 Iskandar Zulkarnain itu disebut dalam Tambo.
Zulkarnain disebut dalam Al Quran. Ngga ada urusannya dengan Alexander.
Statement #2 Pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain.
Statement #3 Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat dominan, sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarnain.
Statement #4 Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?
Dari empat statement itu bisa disimpulkan bahwa Tambo disusun pasca-kolonialisme. Ini mengikuti alur logika anda lho ya.
Tapi saya heran, jika memang Tambo disusun pasca- kolonialisme, kenapa anda bertanya: “Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?”
Kemudian anda mengatakan, kata “Iskandar” dalam Tambo “nggak ada urusannya dengan Alexander”. Baca statement #1. Tapi anda juga menulis “pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain”, dan pernyataan “Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat dominan, sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarnain” yang itu kan berarti kata “Iskandar” dalam Tambo MEMILIKI HUBUNGAN dengan Alexander!! Tapi kenapa di awal anda menyangkalnya?
Wah, wah… KONTRADIKTIF SEKALI pemikiran anda! Tampak statement anda hanya berdasar IMPROVISASI, bukan statement yang terkonsep dan terencana.
Gimana mau ngerti, lah penjelasan anda muter-muter.
Ada bukti sejarah atau genetika bahwa orang Minang adalah keturunan Cyrus dari Persia? (Btw, ada klaim juga lho bahwa orang Batak adalah salah satu suku yang hilang dari Bani Israel).
![]()
Last edited by ishaputra; 29-01-2012 at 12:43 AM.
siapa butuh Iskandar? Al Quran cuma nyebut Zul
karnain. Pengaruh barat saja yang nyocok-nyoco
kin dengan Alexander/Iskandar
Job-desk yang diembannya menunjukkan ia seoSaya sudah baca Al Kahfi, dan tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa Dzulkarnain adalah Nabi. Jikapun YA, maka dalam ajaran standart Islam, jumlah nabi harus ditambah satu menjadi 26. Tapi nyatanya kan tidak.
rang nabi. Seperti juga Khaidir dan Thalut.
Nabi dalam Islam 25? monggo loe baca-baca la
gi soal Nabi dalam Islam... googling lah
urusannya, loe memaksakan Zulkarnain adalahKolonial barat nggak ada urusan sama agama Islam. Anda main tuduh aja. Alexander Agung sudah dikenal di wilayah timur tengah (atau timur dekat) sejak lama, terlepas dari apakah sosok tersebut ditafsirkan “Dzulkarnain” atau bukan.
Kalaupun ada penafsiran bahwa Alexander Agung adalah “Dzulkarnain”, maka tentu yang memberi penafsiran itu adalah orang Islam sendiri, bukan kolonial barat. Apa urusannya kolonial barat sama tafsir Alquran tentang Dzulkarnain? Kalo misi penyebaran agama Kristen, iya.
Alexander, padahal kelakuannya beda jauh
loe ngga baca juga soal tambo?Di awal, anda menuduh adanya “Iskandar Zulkarnain” adalah bawaan kolonial barat. Tapi anda juga mengatakan bahwa “Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?” Yang memiliki arti bahwa Tambo disusun PRA-KOLONIALISME. Saya bingung dengan alur pikir anda yang muter-muter. Tampak statement anda hanya berdasar IMPROVISASI, bukan statement yang terkonsep dan terencana. Akui sajalah, kelihatan gamblang kok. Nih baca kumpulan statement anda:
Statement #1 Iskandar Zulkarnain itu disebut dalam Tambo.
Zulkarnain disebut dalam Al Quran. Ngga ada urusannya dengan Alexander.
Statement #2 Pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain.
Statement #3 Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat dominan, sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarnain.
Statement #4 Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?
Dari empat statement itu bisa disimpulkan bahwa Tambo disusun pasca-kolonialisme. Ini mengikuti alur logika anda lho ya.
Tapi saya heran, jika memang Tambo disusun pasca- kolonialisme, kenapa anda bertanya: “Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?”
Kemudian anda mengatakan, kata “Iskandar” dalam Tambo “nggak ada urusannya dengan Alexander”. Baca statement #1. Tapi anda juga menulis “pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain”, dan pernyataan “Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat dominan, sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarnain” yang itu kan berarti kata “Iskandar” dalam Tambo MEMILIKI HUBUNGAN dengan Alexander!! Tapi kenapa di awal anda menyangkalnya?
Wah, wah… KONTRADIKTIF SEKALI pemikiran anda! Tampak statement anda hanya berdasar IMPROVISASI, bukan statement yang terkonsep dan terencana.
Tradisi lisan yang dituliskan? Kapan Tambo ditulis
tentu saja setelah Urang Minang mengenal tulisan,
mengenal media tulis.
makanya gw nyuruh loe baca, apa itu TamboGimana mau ngerti, lah penjelasan anda muter-muter.
Ada bukti sejarah atau genetika bahwa orang Minang adalah keturunan Cyrus dari Persia? (Btw, ada klaim juga lho bahwa orang Batak adalah salah satu suku yang hilang dari Bani Israel).
![]()
![]()
Beginilah diskusi dengan orang yang ambil kesimpulan dulu, baru dicari-cari alasannya. Akhirnya jawabannya tidak terstruktur dengan baik.
Betul, Alquran cuma sebut “Dzulkarnain”. Tapi di awal, anda menyebut “Iskandar”, dan –masih menurut anda—Tambo pun menyebut “Iskandar”.
Bicara “Iskandar”, tak lain dan tak bukan adalah “Alexander”. Karena “Iskandar” bukan nama origin Arab. Paham atau tidak?
Cyrus seorang Nabi dalam Islam? Agamanya saja Zoroaster. Anda memaksakan babar-blas deh. Ada bukti arkeologis bahwa Cyrus bertuhan kepada tuhannya Nabi Ibrahim?
Saya tahu, nabi dalam Islam ada banyak (walau sebagian besar sebenarnya adalah nabi dalam Yudeo-Kristen. Islam kan nyontek doang).
Tapi rumusan 25 Nabi dan Rosul itu adalah berdasarkan mereka yang namanya disebut di dalam Alquran. Dzulkarnain disebut dalam Alquran, mestinya Dzulkarnain MASUK dalam kompilasi para nabi regular dalam Islam! Nyatanya, tidak.
SAMA SEKALI BUKAN! Baca lagi di awal. Duh, daya tangkepnya lemah banget sih!
Nih baca kutipan komentar saya sebelumnya:
”Saya tidak menyanggah bahwa tafsiran Alquran atas sebutan “Dzulqarnain” mengacu pada Cyrus. Saya tidak ada urusan dengan itu. Tapi sejauh disebut “Iskandar Zulkarnain”, saya pikir yang dimaksud adalah Alexander the Great”. Dan di awal, anda menyebut ISKANDAR ZULKARNAIN. Begitupun Tambo, menurut klaim anda, juga menyebut ISKANDAR ZULKARNAIN”.
Anda tidak menjawab sama-sekali tudingan saya di atas, malah kasih pertanyaan yang sebenarnya justru itulah pertanyaan saya pada anda!
Nih, saya ulangi lagi tuduhan/kritikan saya atas kekacauan alur pikir anda:
Di awal, anda menuduh adanya “Iskandar Zulkarnain” adalah bawaan kolonial barat. Tapi anda juga mengatakan bahwa “Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?” Yang memiliki arti bahwa Tambo disusun PRA-KOLONIALISME. Saya bingung dengan alur pikir anda yang muter-muter. Tampak statement anda hanya berdasar IMPROVISASI, bukan statement yang terkonsep dan terencana. Akui sajalah, kelihatan gamblang kok. Nih baca kumpulan statement anda:
Statement #1 Iskandar Zulkarnain itu disebut dalam Tambo.
Zulkarnain disebut dalam Al Quran. Ngga ada urusannya dengan Alexander.
Statement #2 Pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain.
Statement #3 Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat dominan, sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarnain.
Statement #4 Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?
Dari empat statement itu bisa disimpulkan bahwa Tambo disusun pasca-kolonialisme. Ini mengikuti alur logika anda lho ya.
Tapi saya heran, jika memang Tambo disusun pasca- kolonialisme, kenapa anda bertanya: “Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?”
Kemudian anda mengatakan, kata “Iskandar” dalam Tambo “nggak ada urusannya dengan Alexander”. Baca statement #1. Tapi anda juga menulis “pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain”, dan pernyataan “Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat dominan, [b]sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarnain” yang itu kan berarti kata “Iskandar” dalam Tambo MEMILIKI HUBUNGAN dengan Alexander!! Tapi kenapa di awal anda menyangkalnya?
Wah, wah… KONTRADIKTIF SEKALI pemikiran anda! Tampak statement anda hanya berdasar IMPROVISASI, bukan statement yang terkonsep dan terencana.
Kenapa anda tidak jawab jabaran kritis saya di atas? Anda sadar, bahwa statement anda dalam argumentasi itu plintat-plintut/tidak terstruktur rapi?
Tampak anda kepepet dengan pertanyaan saya. Tidak mampu menjawab, tapi GENGSI mengakuinya. Cara anda menjawab itu persis terdakwa Gayus yang ditanya hakim. Pertanyaan ke mana, eh jawabannya ke mana. Seringpula jawaban tidak tegas/menggantung.
Tanggapan anda tidak menjawab apa yang saya tanyakan. Sekali lagi, saya bertanya:
Ada bukti sejarah atau genetika (atau referensi ilmiah dari kajian antropoligi dan sejarah) bahwa orang Minang adalah keturunan Cyrus dari Persia?
---------- Post added at 01:57 PM ---------- Previous post was at 01:50 PM ----------
Gunakan IQ anda. Point yang saya permasalahkan bukan di situ. Permasalahannya adalah: Apakah Tambo ditulis SEBELUM atau SESUDAH MASA KOLONIAL? Silakan dijawab, nanti kita kroscek jawaban anda dengan kumpulan statement anda di halaman-halaman sebelumnya.
(Anda ini punya masalah dalam daya tangkap, atau pura-pura bloon karena telanjur terpojok dan tidak bisa menjawab?)
Zulkarnain menjadi Alexander atau Cyrus, itu penaf
siran.
Tambo menggunakan Iskandar, itu juga penafsiran.
loe baca tulisan gw, biar loe ngga nganggep gwTampak anda kepepet dengan pertanyaan saya. Tidak mampu menjawab, tapi GENGSI mengakuinya. Cara anda menjawab itu persis terdakwa Gayus yang ditanya hakim. Pertanyaan ke mana, eh jawabannya ke mana. Seringpula jawaban tidak tegas/menggantung.
Tanggapan anda tidak menjawab apa yang saya tanyakan. Sekali lagi, saya bertanya:
Ada bukti sejarah atau genetika (atau referensi ilmiah dari kajian antropoligi dan sejarah) bahwa orang Minang adalah keturunan Cyrus dari Persia?
ngeles
tentu saja sesudah masa kolonial, setelah kitaGunakan IQ anda. Point yang saya permasalahkan bukan di situ. Permasalahannya adalah: Apakah Tambo ditulis SEBELUM atau SESUDAH MASA KOLONIAL? Silakan dijawab, nanti kita kroscek jawaban anda dengan kumpulan statement anda di halaman-halaman sebelumnya.
mengenal kertas
---------- Post added at 02:52 PM ---------- Previous post was at 02:48 PM ----------
emangnya disusun dengan ditulis sama, Ish?Tapi saya heran, jika memang Tambo disusun pasca- kolonialisme, kenapa anda bertanya: “Emangnya Tambo disusun setelah kedatangan kolonialisme Barat?”
poinnya adalah sosok Zulkarnain, ketika dianggapKemudian anda mengatakan, kata “Iskandar” dalam Tambo “nggak ada urusannya dengan Alexander”. Baca statement #1. Tapi anda juga menulis “pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain”, dan pernyataan “Saat tradisi lisan Tambo di tuliskan, pengaruh bahwa Zulkarnain adalah Alexander sangat dominan, [b]sehingga digunakan nama Iskandar Zulkarnain” yang itu kan berarti kata “Iskandar” dalam Tambo MEMILIKI HUBUNGAN dengan Alexander!! Tapi kenapa di awal anda menyangkalnya?
Wah, wah… KONTRADIKTIF SEKALI pemikiran anda! Tampak statement anda hanya berdasar IMPROVISASI, bukan statement yang terkonsep dan terencana.
Kenapa anda tidak jawab jabaran kritis saya di atas? Anda sadar, bahwa statement anda dalam argumentasi itu plintat-plintut/tidak terstruktur rapi?
Alexander adalah Zulkarnain, maka digunakan Iskan
dar Zulkarnain, dan itu asumsi yang nge-trend, mes
ki tidak akurat.
Penafsiran SIAPA? Dan darimana muncul nama “Iskandar” kalo bukan pengaruh dari “Alexander?” (Tapi anda bilang bahwa “Iskandar” dalam Tambo tidak ada urusannya dengan “Alexander”)
Anda termasuk orang yang mendukung asumsi itu?
Oke, kalo anda menganggapnya berbeda. Jika Tambo disusun pra-kolonialisme, bagaimana mungkin disebut “Iskandar” dalam kisah Tambo? Bukankah menurut anda, istilah tersebut “pengaruh kolonial?”
Nih kutipannya: “Pengaruh Kolonial Barat, membawa Alexander sebagai zulkarnain, sehingga dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain.”
Bukankah itu berarti “Iskandar” dalam Tambo, ada urusannya dengan “Alexander?” Tapi kenapa anda bilang begini: ”Iskandar Zulkarnain itu disebut dalam Tambo.
Zulkarnain disebut dalam Al Quran. Ngga ada urusannya dengan Alexander”.
Membingungkan.
Dan anda belum menjawab yang ini:
”Ada bukti arkeologis bahwa Cyrus bertuhan kepada tuhannya Nabi Ibrahim?”
nah kalo gak ada berarti si cyrus gak bisa dikatakan sebagai si Dzulkarnain... jadi biarlah sosok Dzulkarnain menjadi misteri....Originally Posted by ishaputra
”Ada bukti arkeologis bahwa Cyrus bertuhan kepada tuhannya Nabi Ibrahim?”![]()
@ishaputra & ronggo:
sebaiknya kalian buat thread tersendiri deh soal "Iskandar Zulkarnain"
kembali kelaptop:
masa seh cumen ngomong "God does not exist"
bakal berurusan dng pengadilan?![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Eniwei.. Petisi kalau ada yang mau ikut. Gak ikut juga silakan.
http://www.change.org/petitions/drop...spheming-islam
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
hehehe...
sejauh ini fakta-fakta hukumnya belum ada yang
nge-beberin
---------- Post added at 08:53 PM ---------- Previous post was at 08:47 PM ----------
PNS Penganut Atheis Dijerat Pasal Berlapis
Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya menetapkan Alexander, pegawai negeri sipil (PNS) yang menganut paham atheis sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal berlapis karena diduga menistakan agama, menghina, dan memalsukan identitas.
Kapolres Dharmasraya Ajun Komisaris Besar Chairul Aziz mengatakan, Alexander, PNS yang bekerja di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dharmasraya tersebut, tidak diusut karena keyakinannya, namun karena berbagai tindakannya yang menistakan agama Islam.
"Kami sudah memperoleh bukti dan pengakuan tersangka. Yang dijadikan model atau bahan-bahan (penistaan) adalah ayat-ayat Alquran. Alquran kan milik umat Islam. Ini penistaan agama," katanya, Jumat (20/1).
Karena penistaan tersebut, Alexander dijerat dengan Pasal 156a KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Selain itu, polisi juga menjerat pemilik akun facebook Alex Aan tersebut dengan pasal 27 ayat 3 Undang-Undang (UU) No 8 tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan terancam pidana penjara enam tahun serta denda Rp1 miliar.
Tidak cukup di situ, Alexander juga terancam pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat terkait dengan pencantuman agama Islam di dalam identitas yang ia gunakan ketika masuk sebagai PNS di Dharmasraya. Pasal itu memuat ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun. "Ia mengaku atheis. Tetapi, ketika masuk kerja ia menulis agamanya Islam," kata Chairul.
Alexander didatangi puluhan pemuda Pulau Punjung, Dharmasraya di depan kantor Bappeda pada Rabu (18/1) karena aktivitasnya sebagai admin yang dinilai menghina agama di group Fecebook 'Ateis Minang'.
Polsek Pulau Punjung yang mendapat laporan ada keributan, langsung membawa Alexander ke kantor polisi dan setelah itu memindahkannya ke Polres Dharmasraya. "Kami menahan tersangka. Penyidik masih melakukan pemberkasan," jelas Chairul.
Dalam pantauan mediaindonesia.com grup facebook Ateis Minang sempat nonaktif selama beberapa jam pada Kamis (19/1). Namun, pada Jumat sudah kembali diaktifkan admin yang lain.
keliatan dicari2 banget![]()
United til the end
what's your favorite browser? | be nice to one another | life's too short, race a little
Iskandar Zulkarnain Kadisdik Banjarmasin Resmi Tersangka
di Kopimaya udah mulai banyak yg katarak yah....
sampe2 font size 4 ..... santai aja napa sih...
emang klo ber debat menang terus dapet hadiah
note: debat yg gak penting pulak... klo debat buat sejahterakan rakyat gw bela2in dah![]()
well, bukan ngebelain ato gimana.. cuma hukumnya keliatan dicari2 banget
don't get me wrong, i'm all for punishment, death penalty juga gapapa.. for people of all creed, all faith
atheism included. less people = better world
tapi hukumnya dicari2.. that's it
kalo mo pancung silahkan, pancung aja.. not my problem.. tapi salahnya yang jelas
United til the end
what's your favorite browser? | be nice to one another | life's too short, race a little