OK. Now THIS is looking for troubles.
Karena nggak sepakat/suka dengan prinsip orang lain, ngga' perlu jadi Hate-Monger gitu kan ?
BTW, celetukan2 kayak gini yang biasanya memulai perang ancur2an berbasis SARA.
---------- Post added at 11:39 AM ---------- Previous post was at 11:17 AM ----------
Ehhhh.... not really.
Pastinya, sih, dari pengalaman pribadi, "For Good People to do Evil-That takes fanaticism of believe/faith. "
Nggak selalu religion.
Sering orang berani melakukan atrocity karena dia punya faith yang di lakukannya akan membawa umat manusia ke masa depan yang lebih baik. Bisa faith itu datangnya dari agama, bisa datangnya dari ideology, banyak deh.
Sebutan buat mereka: Well-Intentioned Extremist(look it up, di TvTropes.org )
Alhamdulillah, dalam kehidupan gue, gue udah ketemu sama makhluk kayak gini, baik yang berlatar agama sama yang nggak. Dua - duanya sama ancurnya. Lumayan buat pelajaran dan contoh buruk.
Buat contoh nge-pop, liat kelakuannya karakter 'The Operative' di fim Serenity. And I quote from him(setelah dia dengan kalemnya bacok2in orang): "I'm not going to live there. There's no place for me there...any more than there is for you. Malcolm...I'm a monster. What I do is evil. I have no illusions about it, but it must be done. "
Gue pribadi ketimbang Steven Weinberg(yang kayaknya udah punya persepsi sendiri soal keagamaan), mendingan George Santayana:
"Fanaticism consists in redoubling your effort when you have forgotten your aim."
— George Santayana
dan "The road to hell is paved with good intentions." — Bernard of Clairvaux.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote
), ya alamnya emag beda sih 
hhaha.. ngakak bacanya..

