Page 3 of 5 FirstFirst 12345 LastLast
Results 41 to 60 of 92

Thread: [ask] Sholat mencegah perbuatan keji

  1. #41
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    ^ hajime, maksudnya sedge itu...bukan buat meremehkan gerakan sholat sama sekali, mungkin...
    beliau cuma menekankan...karena elo kelihatannya cuma melulu membahas gerakan sholat

    semua yg sholat juga tau, proses dan gerakan sholat itu seperti yg elo bilang...
    beberapa ada yg lebih spesifik lagi tentang pelaksanaannya karena ada beberapa interpretasi (tapi yg beginian sih ga usah diributin selama yg umumnya masih dilakukan)
    jangan ribut2 soal begituan lah

    dan pertanyaan terakhir dari purba udah dijawab oleh sedge
    jadi memang di AQ ga ada penjelasan detil tentang gerakan dan cara melakukan sholat, makanya perlu 'orang' untuk mencontohkannya..yaitu Nabi Muhammad SAW
    Last edited by Porcelain Doll; 20-01-2012 at 12:33 PM.

  2. #42
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    ^ hajime, maksudnya sedge itu...bukan buat meremehkan gerakan sholat sama sekali, mungkin...
    beliau cuma menekankan...karena elo kelihatannya cuma melulu membahas gerakan sholat

    semua yg sholat juga tau, proses dan gerakan sholat itu seperti yg elo bilang...
    beberapa ada yg lebih spesifik lagi tentang pelaksanaannya karena ada beberapa interpretasi (tapi yg beginian sih ga usah diributin selama yg umumnya masih dilakukan)
    jangan ribut2 soal begituan lah

    dan pertanyaan terakhir dari purba udah dijawab oleh sedge
    jadi memang di AQ ga ada penjelasan detil tentang gerakan dan cara melakukan sholat, makanya perlu 'orang' untuk mencontohkannya..yaitu Nabi Muhammad SAW
    memang bukankah syariat itu jelas non, yang dicontohkan oleh nabi Muhammad shallollohu alaihi wa sallam adalah tata caranya, bukan hakekatnya, beliau shallollohu alaihi wa sallam menjelasakan tentang bagaimana gerakan yang benar, surat apa yang baik dibaca pada shalat 5 waktu, bacaan2 dan zikir dalam shalat, tata cara shalat khauf (shalat dalam keadaan takut) tentang sutrah atau pembatas. tentang keutamaan shalat berjamaah di masjid bagi kaum laki2 dan keutamaan shalat di rumah bagi kaum wanita, dan masih banyak syriat tentang shalat yang bukan hanya tentang gerakan tubuh, dan beliau sedikit2 menyamakan shalat dengan kalimat sujud dan nungging apakah itu pantas membuat lelucon pada suatu syariat dari nabi Muhammad shallollohu alaihi wa sallam sedangkan beliau mengaku dirinya seorang muslim.... shalat memang tidak sekedar gerakannya shalat itu lebih dari itu ada bacaan Al-Quran di dalamnya ada doa dan zikir di setiap gerakannya.. sehingga sangat dangkal logika seseorang yang mengangap syariat itu hanya kulit saja seakan2 dia sudah menghapal dan menjalani semua syariat yang diturunkan Allah azza wa jalla melalui utusannya yang mulia nabi Muhammad shallollohu alaihi wa sallam ....

  3. #43
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    ^ hajime, maksudnya sedge itu...bukan buat meremehkan gerakan sholat sama sekali, mungkin...
    beliau cuma menekankan...karena elo kelihatannya cuma melulu membahas gerakan sholat

    semua yg sholat juga tau, proses dan gerakan sholat itu seperti yg elo bilang...
    beberapa ada yg lebih spesifik lagi tentang pelaksanaannya karena ada beberapa interpretasi (tapi yg beginian sih ga usah diributin selama yg umumnya masih dilakukan)
    jangan ribut2 soal begituan lah

    dan pertanyaan terakhir dari purba udah dijawab oleh sedge
    jadi memang di AQ ga ada penjelasan detil tentang gerakan dan cara melakukan sholat, makanya perlu 'orang' untuk mencontohkannya..yaitu Nabi Muhammad SAW
    biarin aja mbak
    kalau beragama dengan ego emang seperti itu
    dikritik agamanya dia marah

    padahal agama sih ya agama aja, gak ada salah gak ada benar
    mau dikritik, di puja atau dicaci agama tetep gitu2 aja
    semua kan tergantung pemeluknya

    tapi kalo di bilang nyembah agama, bukan nyembah Tuhan
    mereka gak terima
    tapi kelakuannya mencerminkan nyembahnya agama




  4. #44
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    lihatlah teman2 sekalian kata2 orang yang menganggap dirinya menyembah Tuhan, tapi dia selalu mentertawakan syariat yang di turunkan oleh Tuhannya, malah dia menuduh orang2 yang dengan baik melaksnakan syariat yang diturunkan Tuhannya malah dituduh menyembah Agama instead of menyembah Tuhan...

    ---------- Post added at 04:55 PM ---------- Previous post was at 04:45 PM ----------

    lihatlah apakah begitu prilaku seseorang yang mengaku sudah mengetahui hakekat shalat, dengan piciknya dia menuduh seseorang yang menjalankan syriat dengan tuduhan sirik, yaitu menyembah selain kepada Allah azza wa jalla..

  5. #45
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    lihatlah teman2 sekalian kata2 orang yang menganggap dirinya menyembah Tuhan, tapi dia selalu mentertawakan syariat yang di turunkan oleh Tuhannya, malah dia menuduh orang2 yang dengan baik melaksnakan syariat yang diturunkan Tuhannya malah dituduh menyembah Agama instead of menyembah Tuhan...

    ---------- Post added at 04:55 PM ---------- Previous post was at 04:45 PM ----------

    lihatlah apakah begitu prilaku seseorang yang mengaku sudah mengetahui hakekat shalat, dengan piciknya dia menuduh seseorang yang menjalankan syriat dengan tuduhan sirik, yaitu menyembah selain kepada Allah azza wa jalla..
    kalo gitu kita buktikan aja
    anda sholat nyembah agama atau nyembah Allah ?
    saya bilang nyembah agama, karena anda tidak melihat Allah ketika sholat

    dijamin jawabnya mlintir
    kalo gak ngalihin topik, paling nanya balik


  6. #46
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    tuma'ninah itu berhenti sejenak pada tiap gerakan shalat...
    Nah, apakah ente tidak melihat bahwa tuma'ninah selalu dilakukan oleh orang-orang yg sholat? Kecuali lagi sholat, trus kebelet pengen BAB, itu lain cerita. Artinya tuma'ninah pun dilakukan, tetapi perbuatan keji jalan terus.

    Mungkin lebih ekstrim lagi adalah alirannya sedgedjenar. Bagi mereka, orang yg sholat adalah orang yg menghindari perbuatan keji meski tidak tunggang-tungging a la Asum.


  7. #47
    gw bilang jg apa?

    btw nunggu penjabaran asum aja pur
    mana tau beliau dapat mencerahkan atau memuaskan rasa dahaga ente
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  8. #48
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Tunggang tungging juga ada maksudnya. Spt sebelum melakukan sepakbola atau sprint 100 meter, perlu tunggang tungging. Jadi gerakan shalat itu adalah warming up sebelum/sesudah melakukan sesuatu.

  9. #49
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Nah, tuh ndableg akalnya dipake dalam beragama
    Kalo sholatnya seperti meditasi ngedekem diem itu bakalan susah. Karena baru 5 menit aja dah kesemutan.

    Kalo sholat tunggang tungging enak, tubuh digerakan. Saking enaknya, banyak yg sholat 3 menit dah kelar.

    Uwekekekeke...

    Sholat yg tunggang tungging, kalo udah lepel hakekat nantinya sama kayak meditasi. Banyak diemnya.

    Awalnya tuma'ninah
    Lalu merambat, setiap gerakan memakan proses dengan durasi yang panjang.
    Paling enak itu ketika sujud.

    Makanya gak heran Nabi sholatnya bisa berjam-jam. Sama halnya dengan meditasi yg sidah bisa mendiamkan tubuh fisik dalam durasi yang sangat panjang.

    Eh, gue samain sama meditasi gini ntar ada yg mencak2 gak nih?

  10. #50
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    oke karena panjang banget jadi ini diskusi saya coba menjelaskan dengan bahasa yang sederhana buat kang purba yang nanya tentang hal ini....

    shalat itu di awali dengan wudhu tidak sah shalat seseorang sebelum dia berwudhu.. lalu dia berdiri mengahadap kiblat yang didepannya terdapat sutrah atau pembatas (bisa tiang bisa tembok bisa tongkat kalo di lapangan dll, kalo untuk shalat berjamaah sutrahnya imam adalah sutrahnya makmum). barulah shalat dimulai dengan takbiratul ihram, membaca doa lalu membaca surat2 yang ada dalam Al-Quran, setelah itu ruku` dan membaca tasbih dalam ruku, lalu berdiri dari ruku lalu sujud, dilanjutkan dengan duduk diantara dua sujud yang diakhiri dengan duduk tahiyat lalu salam...... kesemua gerakan dalam shalat ini selalu disertai bacaan zikir dan doa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallollohu alaihi wa sallam.. ingat kesemua gerakan harus juga disertai dengan tuma'ninah... nah dalam Shalat ini banyak bacaan2 Al-Quran dan doa2 yang harus dibaca dengan bahasa Arab.. dan membaca al-Quran itu juga harus benar karena harus memperhatikan mahrojnya, tajwidnya, panjang pendek harokatnya, karena kalo salah bacanya bisa lain arti dari ayat yang dibaca...
    tentang khusyuk itu memang pekerjaan yang sulit, namun beberapa ustadz pernah memberika solusi untuk khusuk yaitu dengan mengetahui apa yang dibaca artinya mengerti bahsa Arab yah minimal mengatui terjemahan dari ayat yang dibaca sehingga ketika shalat dia bisa fokus dan pikirannya tidak kemana2 (dan ini memang sulit)..
    ada petunujuk tentang khusyuk yang di berikan oleh nabi Muhammad shallollohu alaihi wa sallam dalam sebuah hadits :

    Didalam sebuah hadits shahih dari Umar bin Khottob yang menceritakan tentang kedatangan Jibril menemui Rasulullah saw yang saat itu tengah berkumpul bersama para sahabatnya. Diantara yang ditanyakan Jibril kepada Rasulullah saw adalah tentang makna ihsan lalu beliau saw menjawab,”(ihsan) hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya dan jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguh-Nya Dia melihatmu.” Dan jawaban ini pun dibenarkan oleh Jibril.

    Tentang makna “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya”, Ibnu Rajab didalam bukunya “Jami’ al Ulum wa al Hikam” mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan seorang hamba yang beribadah kepada Allah swt dengan sifat ini, yaitu menghadirkan kedekatan Allah swt dan Allah berada dihadapannya seakan-akan dirinya melihat-Nya. Hal demikian akan memunculkan perasaan takut dan pengagungan-Nya sebagaimana disebutkan didalam riwayat Abu Hurairoh,”Takutlah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya.”

    Perasaan itu juga akan memunculkan kemurnian didalam ibadah dan upaya sekeras mungkin untuk memurnikan dan menyempurnakan ibadahnya itu sebagaimana wasiat Nabi saw kepada para sahabatnya yang diriwayatkan Ibrahim al Hijriy dari Abu al Ahwash dari Abu Dzar berkata,”Kekasihku (Rasulullah saw) pernah memberikan wasiat kepadaku agar aku takut kepada Allah seakan-akan aku melihat-Nya dan jika aku tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatku.”

    Kemudian Ibnu Rajab menjelaskan tentang makna “Dan jika kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” Ada yang mengatakan bahwa bagian kedua ini merupakan penjelasan dari bagian pertama. Sesungguhnya jika seorang hamba diperintahkan untuk merasakan pengawasan Allah swt didalam ibadahnya dan menghadirkan kedekatan-Nya terhadap dirinya sehingga seakan-akan dirinya melihat Allah maka hal ini sangatlah sulit.

    Untuk itu hendaklah dirinya meminta pertolongan dengan keimanannya bahwa Allah swt melihatnya, mengetahui segala yang tersembunyi dan tampak padanya, yang batin maupun yang lahir dan tak satupun dari perkaranya yang tersembunyi dari-Nya.

    Ada juga yang mengatakan bahwa hadits itu mengisayaratkan bagi siapa saja yang kesulitan didalam beribadahnya kepada Allah swt seakan-akan dirinya melihat-Nya maka beribadahlah kepada Allah dengan keyakinan bahwa Allah melihat dirinya, memperhatikannya kemudian dirinya merasa malu atas penglihatan Allah kepadanya itu.

    Sebagian orang-orang arif dari para salaf mengatakan,”Barangsiapa yang beramal karena Allah swt seakan-akan dia melihat-Nya maka ia adalah orang yang arif dan barangsiapa yang beramal dikarenakan Allah melihat-Nya maka ia adalah orang yang ikhlas.”

    Dari perkataan tersebut menunjukkan adanya dua posisi :

    Posisi Ikhlas; yaitu seorang hamba yang beramal dengan menghadirkan penglihatan Allah terhadap dirinya, pengamatan-Nya dan kedekatan-Nya dengan dirinya. Maka apabila seorang hamba menghadrikan seperti itu didalam amalnya dan beramal karena itu maka ia adalah seorang yang ikhlas karena Allah karena menghadirkan hal demikian didalam amalnya menghalanginya dari berpaling kepada selain Allah dan kehendak-Nya dengan amal yang dilakukannya.

    Posisi Musyahadah (menyaksikan); yaitu seorang hamba yang beramal sebagai tuntutan karena dirinya menyaksikan Allah dengan hatinya dikarenakan hatinya telah diterangi oleh cahaya keimanan, mata hatinya menembus pengetahuan sehingga menjadikan sesuatu yang ghaib seakan-akan terihat, inilah hakekat ihsan yang diisyaratkan didalam hadits Jibril diatas.

    Dengan demikian yang dimaksudkan kalimat “seakan-akan engkau melihat-Nya” adalah melihat dengan hatinya yang dipenuhi dengan cahaya keimanan kepada Allah swt bukan dengan matanya dan bukan pula membayangkan dzat Allah swt dengan akal fikirannya yang serba terbatas untuk bisa mencapainya. Karena dilarang bagi seorang hamba yang menghabiskan waktunya untuk merenungi atau memikirkan dzat Allah swt akan tetapi diperintahkan baginya untuk merenungi berbagai ciptaan-Nya yang ada di sekitarnya dikarenakan keterbatasan yang ada pada dirinya, sebagaimana firman Allah swt :

    لاَّ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ


    Artinya : “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha mengetahui.” (QS. Al An’am : 103)

    yak demikianlah penjelasan singkat saya.. semoga kang purba bisa mengerti kalo masih gak ngerti silahkan bertanya kepada kop sedgejenar yang mengerti tentang hakekat shalat....

    Hadits shahih ini diriwayatkan oleh Imam Muslim didalam “Shahih” nya, kitab ‘al Iman’, hadits no. 8. Juga Imam Tirmidzi didalam “Sunan” nya, kitab ‘al Iman’, hadits no. 2738. Juga Abu Daud didalam “Sunan” nya, kitab ‘as Sunnah’ bab ‘al Qodr’ hadits no. 4695 serta Imam Nasai didalam “Sunan” nya, kitab ‘al Iman’ bab ‘Na’tul Islam’ 8/97

  11. #51
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Jangan-jangan nanti dianggap mengolok-olok ayat lagi nih... tapi ambil resiko aja deh...

    Bukan kebetulan bahwa perintah sholat dipasangkan dengan perintah zakat, dan bukan sekedar dua kata itu rima-nya cocok untuk dijadikan syair sepasang (sholat-zakat, tidur-nglindur)... tapi karena dua bentuk ritual itu sesungguhnya format berbeda dari konsep yang sama, membentuk watak manusia yang berwawasan kemasyarakatan. Bedanya sholat itu adalah pembentukan wataknya di dalam diri individu, dan zakat adalah pelaksanaannya di dalam masyarakat.

    Bagaimana melihat sholat seseorang sudah betul dan berdiri dengan baik? Saya sih melihatnya bahwa orangnya merupakan berkah bagi sekitarnya. Selesai.

    Adapun mengenai detil-detil sholat, banyak sekte, aliran, mazhab, firqah, dan sebagainya yang punya pendapat berbeda-beda tentang bagaimana seharusnya sholat dilaksanakan. Ada yang menganggap perbedaan itu cuma masalah khilafiyah, ada yang hobi menyesatkan pendapat orang dan bertengkar tanpa habis.

    Qur'an sendiri cuma menjelaskan sholat secara sederhana... kalau kemudian banyak hadits dan pendapat mencoba merinci cara sholat, ya baik-baik saja, tapi bila ajaran-ajaran tambahan itu cuma menjadikan praktisinya sebagai juru hujat yang hobi ngamuk ... bisa kita pastikan bahwa amygdala-nya lebih berkembang dan sholatnya cuma menjadikan dia sebagai militan, bukan rahmatan-lil-alamin...

    Ini cuma pendapat saya kok... silakan diabaikan...

    ***

    Oom Pasing,
    Maaf tidak sempat mampir, karena harus terus melanjutkan perjalanan ke utara via Sangatta. Tapi waktu di Bontang saya sudah menjura dalam-dalam tiga kali ke arah Muara Badak, tanda hormat dan mohon restu pada Panembahan Ismaya yang bersemayam di sana ...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  12. #52
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Om alip nih
    Penjelasannya sih bagus, cuma dibawahnya malah cerita menjura 3 kali
    Siap2 nemenin saya, distempel kebatinan sini

    Wakakakakaakaka...

  13. #53
    Quote Originally Posted by kang Alip
    Qur'an sendiri cuma menjelaskan sholat secara sederhana... kalau kemudian banyak hadits dan pendapat mencoba merinci cara sholat, ya baik-baik saja, tapi bila ajaran-ajaran tambahan itu cuma menjadikan praktisinya sebagai juru hujat yang hobi ngamuk ... bisa kita pastikan bahwa amygdala-nya lebih berkembang dan sholatnya cuma menjadikan dia sebagai militan, bukan rahmatan-lil-alamin...
    Betul
    Quran memang tdk mejelaskan/menjabarkan detail teknis pelaksanaan shalat,
    jika kata shalat diinterpretasikan/dimaknai sebagai sembahyang (ritual 5waktu/17 rakaat).
    Oleh karenanya, koplak Purba menyoal hal tsb kaitannya dng makna yng diinginkan dalam QS 29:45

    pertama:
    apakah shalat yng dimaksud dlm QS 29:45 punya korelasi positif thd pencegahan perbuatan
    keji n mungkar?. jika dijwb IYA, brarti dng melaksanakan shalat ostosmatis perbuatan keji
    dan munkar tidak akan terjadi (tercegah).

    Kedua:
    faktanya, shalat telah dilakukan secara massive dan konsisten, tapi perbuatan keji n munkarnya
    belom tercegah jua. Jadi, apa yng salah atau kurang pas dalam pelaksanaan shalat dimaksud.
    Atau ada kemungkinan makna lain yng dikehendaki oleh QS 29:45 serta make sense untuk
    menjawb pertanyaan orang semacam purba?

    Sementara, penjelasan yng diberikan oleh rekan2 berkisar sebatas detail teknis pelaksanaan
    atau tata cara shalat/ritual = sembahyang 5 waktu yng berjumlah 17 rakaat dlm sehari semalam.
    Jika digali lebih jauh lagi ttg informasi ritual tsb, tentu rujukan sumbernya adlh hadits.
    Ringkasnya, jika dibalikkan dng pertanyaan, apakah shalat dng tunggang-tungging semacam itu
    (pinjam istilah purba) ostosmastis mencegah perbuatan keji n munkar?
    think about it





    A: Oom Pasing,
    Maaf tidak sempat mampir, karena harus terus melanjutkan perjalanan ke utara via Sangatta.
    Tapi waktu di Bontang saya sudah menjura dalam-dalam tiga kali ke arah Muara Badak,
    tanda hormat dan mohon restu pada Panembahan Ismaya yang bersemayam di sana ...

    P: terima kasih kang
    salam hormat kembali telah mengunjungi bumi etam
    silakan chek PM, nama tau kelak diperlukan.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  14. #54
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Nah, kira2 apa yg dimaksud dgn sholat pada ayat tsb? Sebab di topik sebelah, Asum menerangkan bahwa sholat adalah tunggang-tungging yg diawali oleh takbir dan diakhiri oleh salam. Kalo tafsir sholat seperti kata Asum, maka Quran 29:45 yg mengatakan sholat mencegah kekejian menjadi tidak benar karena faktanya banyak yg melakukan sholat seperti kata Asum tapi masih saja berbuat keji. Atau mana yg benar sholat seperti kata Asum (yg detilnya diperoleh dari hadist) atau ayat Quran tsb?

    ---------- Post added at 12:10 PM ---------- Previous post was at 11:56 AM ----------



    Jadi sholat gak sebatas seperti kata Asum, melainkan juga melibatkan tingkah laku di luar sholat. Quran (ayat ??) pun menyatakan banyak yg sholat tetapi sia-sia karena sholatnya sebatas sholat seperti kata Asum.
    Pahami dulu apa makna sholat. baru kemudian kita mengerti mengapa dengan sholat bisa mencegah seseorang dari berbuat keji dan munkar.

    Orang yang bagaimana yang tidak melakukan perbuatan keji dan munkar? Tentunya orang yang mempunyai akhlak yang baik. sholat adalah untuk memperbaiki akhlak. Bagaiman sholat bisa memperbaiki akhlak? karena sholat adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan qualitas jiwa.

    Sholat adalah ritual yang di lakukan dengan idea, gerakan, bacaan dan waktu tertentu. Tuhan menciptakan dengan kalam / perkataan. Pada rakaat pertama sholat menciptakan kesadaran inderawi (Akulah Tuhan kata Adam ketika dilihatnya tiada sesuatupun yang ada disekelilingnya), Engakau bukan Tuhan kata Tuhan. Aku lah Tuhan. Kesadaran yang timbul dari interaksi ini lahirlah jiwa... demikian seterusnya kualitas kesadaran indrawi yang terus meningkat akan meningkatkan qualitas JIWA... Demikian Qualitas JIWA Nabi Isa mencapai kualitas jiwa yang dibangkitkan... Meningkat lagi qualitas JIwa Nabi Muhammad mencapai Sidratul Muntaha.

    ---------- Post added at 11:23 AM ---------- Previous post was at 11:20 AM ----------

    Anda yang tidak menyadari diri anda qualitasnya NOL bukan apa-apa. reinkarnasi menjadi monyet

  15. #55
    ini petanyaannya kemana jwbnya kemana yak
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  16. #56
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Karena banyak orang sholat, tetapi tetap saja berbuat keji.

    soalnya banyak org yg sholat karena ritual aja, kebiasaan dr kecil atau alasan2 lain

    banyak org yg bacaan sholatnya 100% cuma hapalan, gak tau arti apalagi maksudnya dan bagaimana mempraktekkan di kehidupan sehari2

  17. #57
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    ini petanyaannya kemana jwbnya kemana yak
    Karena anda memposting dibawah postingan saya, saya anggap postingan anda di tujukan kepada postingan saya. Jawabnya, saya hanya menjawab bahwa sholat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar karena sholat adalah untuk memperbaiki kualitas jiwa..

    Tapi tentunya hanya untuk sholat yang mempunyai idea yang demikian, jika sholat hanya untuk memenuhi kewajiban maka sholat yang tujuan nya yang sesungguhnya untuk memperbaiki wualitas jiwa tidak tercapai. Jiwa yang qualitasnya rendah tentunya akan ber reinkarnasi menjadi monyet.

  18. #58
    pelanggan tetap
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    672
    sholat, ataupun ritual agama lainnya, jika hanya sebagai sesuatu yang "harus" dilaksanakan tampa menjiwai akan menjadi ritual belaka.....

  19. #59
    gogon's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    earth
    Posts
    4,845
    Quote Originally Posted by gergajimesin View Post
    soalnya banyak org yg sholat karena ritual aja, kebiasaan dr kecil atau alasan2 lain

    banyak org yg bacaan sholatnya 100% cuma hapalan, gak tau arti apalagi maksudnya dan bagaimana mempraktekkan di kehidupan sehari2
    yep.
    salah satu kunci kekhusyuk'an sholat adalah mengerti bacaannya
    setelah mengerti, kemudian meresapi dan masuk ke dalam jiwa
    itu dijamin bisa meningkatkan kualitas khusyuk nya sholat,
    baru deh bisa mencegah perbuatan keji dan munkar

  20. #60
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by PMSVH View Post
    sholat, ataupun ritual agama lainnya, jika hanya sebagai sesuatu yang "harus" dilaksanakan tampa menjiwai akan menjadi ritual belaka.....
    harus
    kalo nggak ntar dipanggang di neraka


Page 3 of 5 FirstFirst 12345 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •