Akun yang digunakan untuk FB memiliki sejarah yg panjang. Bahkan dimulai dari saat pertama saya menggunakan internet di jama SMP dulu. Dimulai dari teknologi chatting mIRC--masih ada gak ya sekarang?--prenster, plasa.com, dll semuanya menggunakan nama itu (atau gak buat passwordnya). jadi pas bikin pesbuk, langsung aja dipake nama itu (dan orang2 yg saya add biasanya langsung respek dan udah ngeh). Lagian juga ini untuk menghindari orang yang sembarang add. Hanya orang-orang yg benar-benar ingin mengenal saya yg bisa/ingin meng-add FB saya meski bukan nama asli saya yg digunakan
Untuk kasus G+, masalahnya akun G+ terintegrasi dengan semua akun google lainnya seperti Picassa, Gmail, dll. Dan sebelum ada G+, saya sudah menggunakan layanan2 gratis google ini. Dan nama yg digunakan buat akun buat gmail itu nama asli.
Sebenarnya akun G+ bisa menggunakan nama alias juga, tapi itu juga akan mengubah semua akun email, picassa, dll. Jadi ya sudahlah gunakan saja nama asli sbg akun. Makanya di G+ meski banyak orang yg menambahkan saya ke "circle" mereka, saya gak memasukan banyak2 orang ke "circle" saya.
cek kembali sumber data pernyataan ini, Mon
Ada jutaan mahasiswa di Indon yg bergelar kumlod. bahkan ratusan juta kalau dihitung di seluruh dunia. bukan statistik yg membanggakan
Aduh, saya bakal curhat ini.
dihidden deh buat jawaban ini mah yah, sorry. bakal agak panjang juga soalnya
[HIDE]well, saya bukan tipe cowok yg risau/glau/dilema karena masalah cinta, halah. jadi saya tak pernah membuat daftar kasus cinta pertama, kedua, ketiga, dst.
Apalagi orang dg tipe senang bergerombol membentuk geng bersama temen2 cowok, masalah cinta jadi nomer sekian. Tapi kalau melacak sampai ke masa lalu, untuk cinta monyet, sejauh yg saya inget itu pas SD kelas 3
Ada cewek yg mayan pinter--tapi rangkingnya tetep dibawah saya--yah karena ma anak-anak sering dijodoh2in gak jelas gituh, kayaknya dulu jadian (untuk ukurn cinta monyet). Tapi karena saya sama sekali tak punya waktu untuk dia (dihabiskan buat main layangan, baca buku, dan tiap akhir pekan pasti digunakan untuk berkeliaran ke sawah/gunung bareng temen2, hubungan naif itu cuma bertahan gak nyampe 1 caturwulan (dulu belum jaman semesteran).
Dengan aktifitas segambreng (termsuk ekskul), saya jadi gak punya waktu untuk mikirin yg begituan (even di SMP/SMA yg katanya jadi puncak2nya cinta monyet). Ini membuat saya menjadi pasif dalam pedekate kpd cewek. Tapi tanpa perlu agresif pun, secara aneh banyak cewek yg ngasih hadiah jika saya berulang tahun misalnya. Dan dengan polosnya saya menerima hadiah-hadiah mereka tanpa menyelidiki motif mereka (saya tak bahkan tak keberatan jika ada temen yg berteman dg saya demi contekan PR semata). Jadi ketika ada cewek2 yg ngasih hadiah, saya terima dg ikhlas dan senang hati. Lalu tinggal dateng ke TU buat tanya kapan mereka ulangtahun juga. kasih hadiah balik. Beres. Simbiosis mutualisme. Heuheu, benar-benar flat.
Apalagi pas sekolah saya udah berikrar untuk membaca semua buku koleksi perpustakaan. Dan berhasil baik level SD/SMP/SMA. Termasuk baca dg khatam ensiklopedia indonesia terbitan ichtiar baru-van hoeve kecuali jilid index.
Iyah, jaman-jaman naif. Mungkin terpengaruh bacaan saya juga, yg percaya bahwa cinta platonis itu beneran ada di dunia nyata selain di novel/sinetron/film. heuheu. Meski saya senang membuat analisis kelakuan orang-orang berdasarkan pengamatan, tapi masalah cewek saya sering kebablasan. Pernah tuh, dengan polosnya saya mengucapkan selamat kepada cewek yg udah jadian dg cowok (yg kebetulan temen saya juga). lalu si cewek malah nangis dan curhat kalo sebenernya masih menunggu "jawaban" saya dan menrima "pinangan" temen saya sbg 'pengisi sementara' dan siap melepas jika saya memberikan jawaban positif. halah
Ya, mungkin gara-gara saya memperlakukan semua temen cewek saya sama rata. Jika saya tahu tanggal ulang tahun mereka, biasanya saya kasih hadiah, kalau ada yg ngajak belajar bareng buat ngerjain PR, selama saya ada waktu, saya oke-in saja. Dan beberapa orang kayaknya salah menafsirkan reaksi saya.
Ah, kisahnya bakal kepanjangan, saya skip deh. sebelum pembaca bubar karena ngantuk.
Yang jelas, saya membedakan definisi "pretty" dengan "beautiful". For me, intelligence makes a girl sexy. Karena "seleksi yg ketat" ini, mungkin yang menyebabkan saya terkena sindrom groucho marx beberapa tahun terakhir
[/HIDE]
saya cuma sampai batas kagum saja. tak sampai mengidolakan dan menjadikan foto mereka jadi wallpaper saya. Dan jumlahnya berjibun--toh definisi artis sendiri sangat luas (penyanyi, band, musisi klasik, aktris, aktor, belum kewarganegaraan asing/lokal).
Tapi saya mengagumi mereka bukan karena tampang tapi karena prestasi. Kalau karena tampang, pasti gak ada satupun senian cowok yg saya kagumi. Heuheu. Itu sebabnya mengapa tokoh-tokoh yg saya kagumi kebanyakan yg "klasik2", karena terbukti kalo mereka memang berprestasi di bidangnya bukan sesaat. tapi ini bukan berarti saya gak punya artis zaman sekarang yg saya kagumi, hanya saja saya lebih selektif. Itu kenapa saya lebih mengagumi Saoirse Ronan yg mendapat penghargaan segambreng karena bermain cemerlang di film Atonement drpd megan Fox yg jualan paha/dada (mending pergi ke KFC saja)
Seperti ditulis di curcolan singkat yg hidden itu, for me, intelligence makes a girl sexy. Dengan definisi ini, susah menentukan cewek mana yg tercantik. masa Maria Skłodowska-Curie?
itu udah saya kasih nomer.
saya tak memiliki kemampuan memori-fotografis yg bisa mengingat dengan detail bacaan-bacaan saya. saya juga bermasalah dengan mengingat detail tanggal dan angka terutama yg berkaitan dg tanggal/angka yg secara historis cuma trivial biasa. Tapi saya bisa mengingat garis besar dalam semua buku bacaan saya, dan secara aneh, detail perbabnya (terutama buku2 nonfiksi). Edietik mungkin. Misalnya, jika ditanya kapan Roald Amundsen mencapai kutub selatan, saya akan lupa. tapi saya dengan cepat bakal bisa menunjukan informsi semacam ini ada dimana saja di buku yg saya sudah baca (di mulai dr majalah, kliping koran, buku Ilmu Pengetahuan Sosial kelas 6 SD, RPUL, Buku Pintar, dan berbagai buku sains populer lainnya).
Makanya, ketika dulu Mona bertanya, "mengapa org yg ulang tahun meniup lilin", saya langsung mengingat di buku apa bahasan pertanyaan ini ditulis. Di buku "Ask Me Anything"-nya Marg Miekle ada pertanyaan, "kenapa kue ulang tahun bentuknya bunder dan ada lilinnya". jadi tanpa perlu buka google pun saya bisa mengetahui garis besar jawaban atas pertanyaan ini.
jadi, kalau ada waktu dan lagi mood buat beres2in buku (yang langka banget), saya tak tergoda buat baca ulang buku2 lama. Sebagian besar toh saya sudah tahu. lagian, kalau baca ulang buku2 lama, mana ada waktu buat baca buku2 baru?
dengan 2<x<6
ah gak nyimak, kan?
jadi ilmuwan kayaknya udah tertutup bagi saya--pendidikan gak mendukung. jadi sekarang cuman bisa ngikut berita2 ttg ilmu. biar gak terbelakang banget.
Buka perpus gratis yg jumlah koleksinya melebihi perpustakaan milik pemerintah?
Berenang nyebrangi amazon. pergi ke Kamchatskaya. ke Galapagos nangkepin kadal, pergi ke tempat yg paling dekat dg langit: Himalaya, ke gua-gua jepang di morotai, melihat tarian tradisional penduduk Bougenville Island secara live, pergi ke ibu segala sungai: Nevado Mismi, dsb. Ah pokoknya banyak. Dulu pas guru BP zaman SMA nyuruh nulis daftar impian dan cita-cita, saya nulis daftar beginian lebih dr 200-an. pas dibaca dia bengong
udah dijawab ma ndugu. thanks yak.
Sejak kapan The Omen jd karya Stephen King? ketuker ma The Shining kali. Kalo The Omen saya sukanya yg orisinil, yg ada si Gregory Peck-nya dan sutradaranya si Richard Donner (the Omen udah jadi seri dg segambreng sekuel dan remake termasuk yg 2006). This film is horrifying. You'll be scared like hell. Totally.
Iya bintang jadul. tapi coba tonton film2nya, terutama yg paling sering disebut2 orang semacam Roman Holiday dan Breakfast at Tiffany's. Di film kedua, denger dia nyanyi lagu "Moon River" yg legendaris. Suara dan mukanya sama-sama beningnya
ho'oh. Apa sih yg membuat pemilik McD berpikir bahwa Ronald itu lucu dan menggemaskan? Dandanan dan kostumnya ancur semua. Dan luar biasa serem.
Sanders kan bukan badut. dia bapak-bapak yg ramah dan bijak. halah. pendukung KFC nih. Mana nih si landak? sesama KFC mania harus bela Sanders.
badut beda dg org yg pake kostum boneka, Del. Badut itu yg seperti di film horrornya Stephen King yg judulnya "It". Kalo udah nonton "It" (dan baca bukunya), dijamin gak akan menganggap badut apapun lucu lagi
dan ngomong2, untungnya saya gak pake smartfren![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






--yah karena ma anak-anak sering dijodoh2in gak jelas gituh, kayaknya dulu jadian (untuk ukurn cinta monyet). Tapi karena saya sama sekali tak punya waktu untuk dia (dihabiskan buat main layangan, baca buku, dan tiap akhir pekan pasti digunakan untuk berkeliaran ke sawah/gunung bareng temen2, hubungan naif itu cuma bertahan gak nyampe 1 caturwulan (dulu belum jaman semesteran).





