-
Jadi ingat kota Purbalingga di jateng...
Belum lama ini para laki2 di Purbalingga demo di kediaman bupati, mereka demo minta diberi pekerjaan.
koq bisa gitu ?
ya karena hampir 100% perempuan di kota itu (dan desa2 sekitar) bekerja sebagai pembuat bulu mata palsu bagi perusahaan2 Korea.
Pekerjaan membuat bulu mata sangat sensitif gender, para lelaki kesulitan mengerjakannya sehingga perusahaan hanya menerima perempuan, mereka boleh bekerja di pabrik atau freelance bekerja dirumah, rata2 1 pekerja bisa punya penghasilan 1jt lebih sebulannya.
Maka hampir tak ada perempuan yang menganggur di Purbalingga, apalagi sekarang mulai bermunculan perusahaan pembuat Spring Bed yang lagi2 membutuhkan tenaga perempuan untuk menjahit, pekerjaan bisa dikerjakan di pabrik atau dirumah masing2 sambil menjaga anak atau mengurus rumah tangga dan bisa dibantu oleh seluruh keluarga.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules