Quote Originally Posted by cha_n View Post
Tadi di grup ibu2 RT saya mayan tergelitik dengan klaim, lapangan kerja laki2 kian terbatas akibat makin banyaknya perempuan bekerja.
hoaaaa..

menurut saya urusan kerja itu genderless ya, yang penting siapa punya kemampuan, dia yang akan diterima kerja.
Lagi pula selemah itukah laki-laki? duh ampyunnn...
Kalau memang tidak bisa jadi pekerja, buka lapangan kerja buat diri sendirilah, bahkan bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain


ok, pembahasan ini sedikit bawa-bawa gender, tapi jujur aja aku miris karena yang berpendapat hal di atas itu malah ibu2 itu (walau dia juga dapatnya dari suami, dan percaya saja)
kasihan kau para lelaki, direndahkan seperti itu...

hah!
boss, pabrik lebih memilih ambil pegawai wanita karena mereka lebih gampang diatur (klo pun berontak gak sebahaya pria), gampang dimarahi (klo buruh pria dimarahi bisa ngajak berantem/mencelakai sampai di luar), bisa digaji kecil karena bukan kepala rumah tangga (wanita bukan pencari nafkah utama), wanita juga kurang kreatif soal pencurian barang2 pabrik.
tetapi utk urusan teknik, montir & angkut2 berat, pabrik tetap perlu pegawai pria.

klo soal buka usaha, itu biasanya soal modal, mbak.. itulah kenapa ada pemulung, ada maling, ada asongan.. drpd gak menghasilkan duit. lu mau ngutangin modal buat mereka, biar buka lapangan kerja? utang di bank juga perlu jaminan kan? mau jaminin apa?

jadi klo banyak pria jadi perampok karena gak dapat kerjaan, itu salah siapa
harusnya yg diutamakan dapat kerja itu laki2, karena mereka lebih berbahaya, berotot, kreatif, suka iseng.