Perempuan Berkalung Sorban

Membawa isu kesetaraan perempuan, sesuatu yang menurut saya sejatinya
demikianlah pandangan Islam terhadap perempuan. Sebagaimana film-film
Hanung, penceritaannya padat, tidak bertele-tele meski ada satu hal yang
bikin saya dan teman saya ngakak : kok ya si lelaki protagonis itu, kamar
kos-nya menghadap piramid...emang ada kos2an mahasiswa ya deket2
piramid2 di Mesir itu (kali aja emang ada ya...) ?


3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta

Jarang sekali film Indonesia mengangkat isu konflik menikah beda agama.
Saya suka sekali akting Reza Rahadian (dan aktingnya di film pertama diatas )
dan Laura Basuki. Ditambah selipan puisi Rendra . Tarian Sapin yang mereka
bawakan di panggung yang sunyi, manis sekali. Meski penyelesaian film
ini dianggap mengambil jalan aman dimana tokoh-tokohnya memilih memutuskan
hubungan, buat saya isu dalam film ini termasuk berani.


Denias

Tentang ketimpangan kesempatan memperoleh pendidikan di Ina dan keter-
pinggiran penduduk asli berhadapan dengan raksasa multinasional. Film ini
Indonesia sekali : menggambarkan sebuah tempat nan indah di timur republik
dan seorang anak papua bernama Denias yang cerdas namun tak memiliki
akses bersekolah lebih baik. Seharusnya film-film lokal mengangkat ragam
lansekap kebudayaan di negeri ini, tidak jakarta sentris.


sementara itu dulu, mencoba mengingat-ingat