Bahu kanannya tidak tertembak kok. Buktinya setelah si cowoknya kesakitan, dengan mudah si cewek nampol, terus ngokang senjata.
Pistolnya kan meletus dua kali.
Yang pertama saat bangun, si cowok nembak tetapi gak kena.
Yang kedua adalah di saat si cewek mulai melakukan set-up dengan menarik tangan cowok dan menjepit kepala cowok dengan kakinya dan akhirnya melakukan arm-bar dan di arm-bar ini pistolnya meletus tetapi tidak mengenai si cewek. Terlihat lantai gosong akibat letupan senjata tetapi tak ada darah.
Yang bikin aku bingung adalah, kenapa harus dipaksakan adegan tersebut diakhiri dengan arm-bar? Padahal set-up kuncian awal udah bagus, tinggal mengarahkan pergelangan tangan cowok ke arah bawah dan langsung
disarm. Tetapi yang dilakukan adalah, dia menarik celana si cowok ke arahnya dan kemudian si cowok bisa melakukan roll hingga berdiri dan akhirnya si cewek kembali berada di posisi riskan.
Apa karena terbiasa dengan peraturan UFC yang tidak memperbolehkan manipulasi
minor-joint?