Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 21 to 28 of 28

Thread: Haywire - 2012

  1. #21
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    646
    kalau film aksi mau dibuat sereal mungkin, kemungkinan menang karakter utama vs. banyak musuh bersenjata mendekati --- 0%
    dan ga ada penjahat yg panjang lebar ngomong ke tokoh utama yg udah di depan laras pistolnya apalagi sampai membuang pistolnya, kecuali...MadDog...just because he has more awsome skills than the protagonist
    Last edited by jebret; 16-01-2012 at 02:58 PM.

  2. #22
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    saya tidak mempermasalahkan cowok mau lemah mau kuat, terserah

    tapi untuk karakter perempuan, saya lebih menginginkan dia melawan sesama jenis, itu saja
    Ada film yang diperankan Gina Carano yang ada adegan cewek lawan cewek dengan judul Blood and Bone.

    Quote Originally Posted by jebret View Post
    kalau film aksi mau dibuat sereal mungkin, kemungkinan menang karakter utama vs. banyak musuh bersenjata mendekati --- 0%
    dan ga ada penjahat yg panjang lebar ngomong ke tokoh utama yg udah di depan laras pistolnya apalagi sampai membuang pistolnya, kecuali...MadDog...just because he has more awsome skills than the protagonist


    Benar.
    Gak ada film yang benar-benar realistis. Semua pasti akan melonggarkan definisi realistis. Tetapi justru seni film termasuk koreografi pertarungan adalah bagaimana membuat hal yang tampak mustahil tersebut menjadi 'mungkin'. Misalnya, ketika plot mengharuskan karakternya melawan banyak orang, maka karakter tersebut harus bersembunyi atau lari dan menghadapi lawannya satu per satu (walaupun kenyataannya, sehebat apapun, pasti kelelahan kalau lari-lari terus ).

    Mungkin aku yang terlalu snobbish di sini.
    Ada tiga faktor yang membuatku gak setuju dengan arm-bar sebagai eksekusi akhir di klip itu:

    1. karakter Mallory Kane yang diperankan Gina adalah agen rahasia, bukan petarung MMA yang terikat pada peraturan arena. Gaya pertarungannya adalah melumpuhkan secepat mungkin dan tidak berlambat-lambat. Arm-bar adalah tipe kuncian yang cukup lambat dan jelas tidak bisa diterapkan pada lawan yang berpengalaman. Proses set-up arm-bar-nya pun melibatkan gerakan yang tak perlu (yakni menarik celana lawan ke arah dirinya);

    2. koreografi senjata lawan tangan kosong adalah hal yang pelik apalagi bila senjata tersebut adalah senjata api. Yang jelas, apapun tekniknya, jangan sampai pistol tersebut mengarah ke diri sendiri, mulai dari sekedar menangkis, menangkap mematahkan, hingga memlintir agar lawan melepas senjata. Teknik arm-bar bekerja dengan merentangkan tangan lawan hingga melebihi batas maksimum (hingga sendi bahu bisa lepas) dan tangan lawan tersebut direntangkan ke ....... diri sendiri.


    Sebenarnya,
    bisa saja Steven Soderbergh dan kru memilih pistol tersebut tidak meletus tetapi mungkin mereka merasa realismenya menjadi kurang. Tetapi justru dengan adegan pistol meletus saat set-up arm-bar tersebut, adegan tersebut malah memberi pesan buruk buat orang non-MMA: MMA didn't work in real life!

    Ayolah, karena film ini membawa nama MMA (karena Gina Carano adalah orang MMA), aku yakin banyak kuncian lain yang bisa digunakan tanpa harus memosisikan badannya di ujung senjata.

    Faktor ketiga adalah, teknik Arm-bar sudah terlalu sering diperlihatkan di film-film alias overused seperti Never Back Down, The Expendables (dilakukan oleh Sylvester Stalone), Blood and Bone (dilakukan oleh Michael Jai White), bahkan Iron Man 2(dilakukan oleh Scarlett Johansson). Setidaknya, semua teknik arm-bar tersebut tidak pernah dilakukan dalam menghadapi lawan yang bersenjata api.

    ---------- Post added at 05:44 PM ---------- Previous post was at 05:20 PM ----------

    Sial...
    baru baca the fight nerd
    http://www.thefightnerd.com/movie-review-haywire/

    Spoiler for berita yang mengecewakan:

    The problem is, in watching this scene on Hulu, the world has already seen the best part of the movie. “Haywire” never repeats this level of greatness. Only one other scene comes close to being as good and most of them are much, much worse.


    Ugh..
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  3. #23
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    646
    wah mengecewakan juga. sama kasusnya kaya bangkok adrenaline nih, fight di trailernya lumayan keren, ala tony jaa gitu. sewaktu nonton, ternyata semua yang seru udah ditampilin di trailernya.
    kalau pake teknik teknik FMA seperti yang dipake Liam Neeson di Taken juga cukup realistis tuh, krn langsung nyerang daerah vital lawan. kalau perlu pake colok mata, nendang kemaluan, mukul jakun dll. si gina kan orang MA, jadi mustinya bisa lebih keren tuh adegan fightnya, masalah cuma di koreografernya kali. coba pake kang yayan
    Last edited by jebret; 16-01-2012 at 07:00 PM.

  4. #24
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Masih belum tahu banyak istilah-istilah MMA. Di-Lamp-shade itu diapakan ya?
    Lampshade Hanging is the writers' trick of dealing with any element of the story that threatens the audience's willing suspension of disbelief — whether a very implausible plot development, or a particularly blatant use of a trope — by calling attention to it... and then moving on.

    In simple terms - the author points out the improbable subject through some medium (character, passerby, narration, etc.) and says it exists regardless of logic. (Saus - TvTropes.org)

    Bahu kanannya tidak tertembak kok. Buktinya setelah si cowoknya kesakitan, dengan mudah si cewek nampol, terus ngokang senjata.
    Pistolnya kan meletus dua kali.
    Yang pertama saat bangun, si cowok nembak tetapi gak kena.
    Yang kedua adalah di saat si cewek mulai melakukan set-up dengan menarik tangan cowok dan menjepit kepala cowok dengan kakinya dan akhirnya melakukan arm-bar dan di arm-bar ini pistolnya meletus tetapi tidak mengenai si cewek. Terlihat lantai gosong akibat letupan senjata tetapi tak ada darah.

    Yang bikin aku bingung adalah, kenapa harus dipaksakan adegan tersebut diakhiri dengan arm-bar? Padahal set-up kuncian awal udah bagus, tinggal mengarahkan pergelangan tangan cowok ke arah bawah dan langsung disarm. Tetapi yang dilakukan adalah, dia menarik celana si cowok ke arahnya dan kemudian si cowok bisa melakukan roll hingga berdiri dan akhirnya si cewek kembali berada di posisi riskan.

    Apa karena terbiasa dengan peraturan UFC yang tidak memperbolehkan manipulasi minor-joint?
    Bahunya kena ketembak. Masuk mobil, tangan kanan yang megang pistol agak kaku, ternyata ada lobang merah di sana. Nggak ada darah, karena darahnya ketahan sweatshirt.
    A proud SpaceBattler now.

  5. #25
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Eh. Sudah tayang di Indonesia ya?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  6. #26
    pelanggan tetap meliakh's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    1,757
    tadi nonton, diajak gf.. not my thing really.. film action, pasti cheesy/over the top/bombastis.. apalah
    ternyata keren.. actionnya ga lebay, adegan fightnya juga keliatan raw.. dan ga diobral dari awal sampe akhir.. efisien
    karakter cewe ga di sexualize.. bahkan nyaris ga ada cewe seksi sampe scene terakhir, itupun peripheral

    and bonus points karena bisa liat ewan mcgregor dihajar

  7. #27
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Salin rekat status FB terbaruku.
    Tentang koreografinya.

    When Don Theerathada and JJ Perry focused on how to make a good fight, they succeed. When they tried to 'showcased' Miss Carano's background, they failed. Miss Carano herself is amazing, however. Rarely we seen a female (or even a male) do a real sprint in front of camera.
    Kalau membayangkan ini film aksi beladiri, siap-siap kecewa.
    Tapi bayangkan Ocean Eleven yang diperankan oleh 'Iko Uwais' berjenis kelamin perempuan, dengan bujet lebih rendah.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  8. #28
    pelanggan tetap win66ih's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,035
    Udah nonton.
    Didn't meet my expectations sih.

    Adegan berantemnya keren. Koreografinya bagus. Plus poin di mana setiap adegan berantemnya ngga pake scoring. Bikin suasananya tegang dikit jadinya. Minus poin, adegan itu nggak banyak.
    Dan sayangnya ceritanya medioker banget. Udah gitu deliverynya juga biasa aja.
    Malah gue rasa lumayan banyak fillernya

    P.s: Gue ngga pernah suka sama Mike Angarano.
    ENAKNYA, DI KOPIMAYA SIH KITA NGGAK PERNAH KEPENUHAN APALAGI MAIN TENIS

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •