Baru nonton lima menit pertama Haywire. Karena dikantor aku gak mendengarkan dialognya. Adegan bertarungnya cukup bagus dan tidak dirusak oleh gaya sunting-potong-cepat yang populer akhir-akhir ini, jadi bisa dibilang Steven Soderbergh sebelas dua belas dengan Gareth di sini.

Koreografinya pun cukup bagus.
Di bagian awal, karakter utamanya dikejutkan oleh serangan lawannya. Walaupun Gina seorang petarung MMA di dunia nyata, tampaknya dia masih pakai stuntman untuk adegan menerima tendangan (tetapi Jet Li pun juga sama).

Adegan orang lain berusaha membantu kemudian lawannya mengeluarkan pistol dan Gina menangkap dan menyerang lawannya cukup bagus.

Sayangnya, 'realistis'-nya berhenti sampai di situ. Yang terjadi adalah eksekusi akhirnya sebuah klise dari film MMA akhir-akhir ini, yakni karakter utama melakukan arm-bar.

Untuk sebuah langkah mengatasi senjata (apalagi pistol), arm-bar standar adalah pilihan yang sangat buruk. Apalagi kemudian diperlihatkan lawan kalah hanya dengan arm-bar, sesuatu yang tidak akan terjadi pada lawan berpengalaman baik di arena maupun di jalan.

Donnie Yen lebih cerdas ketika membuat koreografi untuk film Flashpoint (malah sebenarnya gara-gara film ini yang akhirnya membuat film-film aksi sekarang memasukkan MMA terutama BJJ). Di adegan pertama melakukan arm-bar, lawannya sedang mabuk. Di bagian terakhir (Donnie Yen vs Collin Chou), adegan 'ala MMA digunakan ketika sudah kehabisan peluru dan itu pun, arm-bar masih bisa dilawan.

Dengan kata lain, dari segi koreografi, The Raid masih sangat unggul dibandingan Haywire.

*tetap aja, kalau The Raid dibuat ulang, aku ingin Gina Carano di dalamnya (kalau perlu sebagai tokoh utamanya)