أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
ayat QS 4:1 lo gak baca apa ?
semua sumber hukum Islam itu diambil dari Al-Qur'an dan Al-Hadits. jadi apa yang dilarang / diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya saat itu dan selanjutnya kerjakan. Tidak ada suatu hukum sejak ditetapkan ditarik ke belakang untuk menghukumi perbuatan masa silam.
Semua hukum, berlaku sejak ditetapkan sampai kepada masa depan, tidak termasuk masa lampau.
So ... sejak masa / waktu belum turunnya ayat ayng lo copas, maka tidak ada ketentuan tsb. Kecuali lo bisa hadirkan dimari ayat atau hadits yang menyatakan bahwa incest dilarang sejak jaman Adam.
Btw, lo pikir anak-anak Nabi Adam as dikawinkan sama monyet atau manusia purba sehingga berkembang menjadi manusia modern seperti sekarang ... ?![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Maksa lagi, ketiadaan informasi soal nabi mana atau umat mana dari turunan adam as yang masih incest tidak menutup hukum bolehnya incest diantara keturunan Nabi Adam as (emang semua turunan Adam as jadi Nabi semua ?)
Dan kalau incets dilarang sejak sebelum QS 4:23 turun, trus buat apa ayat tsb turun lagi ?
Sekedar mengingatkan hukum tsb ? trus sebelumnya larangan incest diayat mana disebutkan ? gak ada ? hukumnya boleh, SEBELUM QS 4:23 turun. Simple, lo tanya sama atheis soal keberlakuan hukum secara umum juga boleh, paling lo yang digoblok-goblokin ...
kalau hukum tidak ada (baik hukum positif, agama, adat), apa mungkin ada pelanggaran hukum ... ?![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)