Page 4 of 12 FirstFirst ... 23456 ... LastLast
Results 61 to 80 of 227

Thread: Evolusi Dipandang Dari Sisi Agama

  1. #61
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Kalo baca di sini bukan sekedar hipotesa. Tapi kalo situ nganggapnya hanya hipotesa ya terserah.
    Kalau belum jelas buktinya setahu saya masih bisa disebut hipotesa, gak tau ya jika sudah ada yang meyakininya ...

    Quote Originally Posted by danalingga
    Oh, nggak ada ya. Ya udah, saya balik lagi ke evolusi kalo gitu.
    Silahkan, kalo di topik ini maka berkaitan dari sudut pandang kitab suci ya
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  2. #62
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS 20:123)
    setahu gw, dari semua riwayat yang gw baca, A
    dam dan Hawa hidup bahagia sampai akhir hayat
    mereka, ngga pernah bertengkar apalagi bermusu
    han

    ---------- Post added at 01:22 PM ---------- Previous post was at 01:17 PM ----------

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Memang tidak tau, karena belum ada penjelasannya dalam al-Qur'an dan al-Hadits ...

    Yang jelas adam diciptkakan oleh Allah SWT tanpa evolusi dari monyet, dia ditempatkan pertama kali di jannah, kemudian diturunkan ke bumi.

    Masalah bagaimana cara turunnya, itu bukan inti dari masalah evolusi manusia ...
    Padahal Jannah itu artinya kebun (yang indah
    dan nyaman)..... kalau melanggar aturan ya di
    keluarkan dari kebun itu, lewat pintu gerbang
    nya...

  3. #63
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    setahu gw, dari semua riwayat yang gw baca, A
    dam dan Hawa hidup bahagia sampai akhir hayat
    mereka, ngga pernah bertengkar apalagi bermusu
    han
    ayat di atas itu sebagian kamu menjadi musuh sebagian yang lain itu merujuk kepada keturunan adam dan hawa

  4. #64
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    pertanyaan retorik:

    apakah kitab suci = sain?
    apakah kitab suci harus sama/cocok dng sain?
    harus.pasti bisa.
    cuman memng ditemukannya gak seketika mbah. begitu pemahaman saya.

    dulu, org2 gak percaya bumi itu bulat, rotasi,revolusi, itu semua dijabarkan dlm Alquran, bahkan sblm teknologi ada.
    jumlah lapisan2 dalam rahim. kehidupan semut, lebah, alam bawah laut semuanya udah ada di Alquran.
    tapi baru beratus2 tahun kemudian, org2 kemudian bisa membuktikannya dan semua benar.

    jadi, untuk hal2 yg dibilang gak make sense..mungkin saat ini aja nggak make sense nya. tp walahualam, dimasa depan ditemukan penjelasan ilmiahnya. dan saya yakin itu.
    karena Allah menciptakan langit dan bumi ini sepaket ama hukum2nya. dan sekali lagi, semua hukum alam itu, kata Newton, bisa terjadi dengan izin Tuhan. Api bersifat membakar karena Tuhan mengijinkannya demikian. api nggak punya kekuasaan apa2 utk membakar jika tidak diizinkan Tuhan. spt cerita Nabi Ibrahim. yang ketika akan dilempar ke kobaran api, Allah menyeru Api supaya tidak membakar Ibrahim.

    gw jadi kagum bgt ama Newton. bisa banget ya dia bikin teori "atas izin Tuhan itu". padahal dia nggak kenal islam.
    tp mang bisa aja sih.
    katanya Allah..kan semakin kita membaca alam, maka akan semakin ngeliat keberadaan Tuhan. (no matter apapun kepercayaannya)
    AlQuran ga mungkin bohong. jadi pasti thats why Newton sama Einstein begitu percayanya sama "kekuatan dr luar" itu

    ---------- Post added at 03:15 PM ---------- Previous post was at 03:06 PM ----------

    kalau sampai ada org yg mengaku beragama Islam, dan berkata Allah had nothing to do with science atau keaneka-ragaman kehidupan or asal muasal manusia.....ck ck ck.speechless.
    makanya Cha_n kmrn yg bilang "nggak setuju kalo jawabannya cuman sampe Takdir Tuhan" ....astagfirullahaladziiimm *geleng2

    apalagi sampai ada yg mengingkari keberadaan Tuhan atas nama ilmu pengetahuan.
    oh em ji...

    tapi biarlah. toh, nanti mereka akan sampai pada suatu saat dimana Allah menampakkan keberadaannya.
    tapi apa daya, pada saat itu, mulut sudah tak mampu lagi berucap

    *backsound ketika tangan dan kaki berkata by Bimbo
    Last edited by spears; 29-12-2011 at 04:59 PM.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  5. #65
    @spears:

    pertanyaan lanjutannya
    apakah anda setuju klo kitab suci anda sama dengan ilmu pengetahuan ttg
    hukum, sosial, sejarah, antariksa, dll secara umum seperti soal sian proses
    siang & malam, pergantian bulan.? (spt yng dimaksud Asum)
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  6. #66
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    setahu gw, dari semua riwayat yang gw baca, A
    dam dan Hawa hidup bahagia sampai akhir hayat
    mereka, ngga pernah bertengkar apalagi bermusu
    han
    Subhanallah, begitu banyak bacaaan anda sehingga terluput untuk membaca tafsir ayat tsb :

    قال اهبطا] أي آدم وحواء بما اشتملتما عليه من ذريتكما [منها] من الجنة [جميعا بعضكم] بعض الذرية [لبعض عدو] من ظلم بعضهم بعضا [فإما] فيه إدغام نون إن الشرطية في ما المزيدة [يأتينكم مني هدى فمن اتبع هداي] أي القرآن [فلا يضل] في الدنيا [ولا يشقى] في الآخرة


    تفسير الجلالين
    [Allah berfirman, "Turunlah kamu berdua] Adam dan Hawa berikut apa yang telah dikandung oleh kalian yaitu anak cucu kalian [daripadanya] dari surga [bersama-sama, sebagian kalian] sebagian keturunan kalian [menjadi musuh bagi sebagian yang lain] disebabkan sebagian dari mereka berbuat zalim terhadap sebagian yang lain. [Maka jika] lafal Imma ini asalnya terdiri dari In Syarthiyah yang diidgamkan kepada Ma Zaidah [jika datang kepada kalian petunjuk daripada-Ku maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku] yakni Alquran [maka ia tidak akan sesat] di dunia [dan tidak akan celaka] di akhirat nanti.

    Tafsir Jalalain

    Padahal Jannah itu artinya kebun (yang indah
    dan nyaman)..... kalau melanggar aturan ya di
    keluarkan dari kebun itu, lewat pintu gerbang
    nya...
    Betul, janah itu kebun, bsia juga artinya surga seperti dalam ayat :

    Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung. (QS 59:20)

    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  7. #67
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by AsLan View Post

    perubahan dari monyet purba menjadi manusia itu sudah jelas teori evolusi, tapi karena hal ini sulit dibuktikan akhirnya banyak pengikut teori evolusi yang ngeles, dan bilang bahwa itu bukan teori evolusi.
    trik yang sama dipake terus, kalo sudah kejepit disatu sudut mereka akan bilang bahwa teori itu bukan teori evolusi.

    salah satu trik lain yg dipake adalah menyerang balik.
    mereka melempar hipotesa, kalau hipotesa itu diuji dan tak terbukti maka mereka akan nanya balik "emangnya lu sendiri bisa jawab? mana teori ilmiah lo?".
    emang
    Spoiler for hey monyet, masa lu dibilang nenek moyang manusia? monyet menjawab ::



    ---------- Post added at 03:49 PM ---------- Previous post was at 03:42 PM ----------

    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    @spears:

    pertanyaan lanjutannya
    apakah anda setuju klo kitab suci anda sama dengan ilmu pengetahuan ttg
    hukum, sosial, sejarah, antariksa, dll secara umum seperti soal sian proses
    siang & malam, pergantian bulan.? (spt yng dimaksud Asum)
    sejauh ini, saya percaya kalau kitab suci itu mencakup semua hal ttg kehidupan manusia. diantara manusia dgn sesamanya, manusia dgn hewan/tumbuhan (lingkungannya),manusia dgn alam gaib, manusia dgn ekstraterrestrial, manusia dengan Tuhan.

    coba, kitab mana lagi yg bs mengatur dengan demikian detil mengenai hukum dagang, hutang piutang,pernikahan, perceraian, waris, teknologi, biologi, fisika, kimia, dsb dll slain Al-Quran.
    makanya Al-Quran itu dibilang mukjizatnya Nabi Muhammad.

    Ummat nabi Muhammad sudah dianggap intelektual oleh Allah (imho)
    makanya dikasih mukjizat Al Quran . sesuatu yg bisa dijelaskan, dibuktikan dan digali terus menerus..spt karakteristik manusia skrg yg maunya serba saintifik.

    kalau umat2 jaman dulu, mukjizatnya mungkin masih berupa miracle.
    krn pemahaman manusia pada zaman2 tersebut ya baru sampe kesitu.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  8. #68
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    kalau sampai ada org yg mengaku beragama Islam, dan berkata Allah had nothing to do with science atau keaneka-ragaman kehidupan or asal muasal manusia.....ck ck ck.speechless.
    apalagi sampai ada yg mengingkari keberadaan Tuhan atas nama ilmu pengetahuan.
    oh em ji...
    wakaka...
    kemampuan Allah yang loe batasi cuma selevel
    programer bahasa tingkat atas, sedangkan Allah
    yang gw yakini kemampuannya melampaui progra
    mer bahasa mesin.

    Allah loe batasi tidak mampu menyusun aturan da
    sar bagi alam, sehingga setiap saat Dia harus selalu
    turun tangan, mengatur arah kehidupan. Padahal
    Ia sesungguhnya telah menyusun seperangkat atu
    ran dasar yang mampu mengatur seluruh persoalan
    kompleks alam raya dan kehidupan.

    mudah-mudahan loe mengerti analogi yang gw gu
    nakan.

  9. #69
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by spears View Post

    sejauh ini, saya percaya kalau kitab suci itu mencakup semua hal ttg kehidupan manusia. diantara manusia dgn sesamanya, manusia dgn hewan/tumbuhan (lingkungannya),manusia dgn alam gaib, manusia dgn ekstraterrestrial, manusia dengan Tuhan.

    coba, kitab mana lagi yg bs mengatur dengan demikian detil mengenai hukum dagang, hutang piutang,pernikahan, perceraian, waris, teknologi, biologi, fisika, kimia, dsb dll slain Al-Quran.
    makanya Al-Quran itu dibilang mukjizatnya Nabi Muhammad.

    Ummat nabi Muhammad sudah dianggap intelektual oleh Allah (imho)
    makanya dikasih mukjizat Al Quran . sesuatu yg bisa dijelaskan, dibuktikan dan digali terus menerus..spt karakteristik manusia skrg yg maunya serba saintifik.

    kalau umat2 jaman dulu, mukjizatnya mungkin masih berupa miracle.
    krn pemahaman manusia pada zaman2 tersebut ya baru sampe kesitu.
    di Quran dijelasin tentang ROH gak om ?

  10. #70
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    wakaka...
    kemampuan Allah yang loe batasi cuma selevel
    programer bahasa tingkat atas, sedangkan Allah
    yang gw yakini kemampuannya melampaui progra
    mer bahasa mesin.

    Allah loe batasi tidak mampu menyusun aturan da
    sar bagi alam, sehingga setiap saat Dia harus selalu
    turun tangan, mengatur arah kehidupan. Padahal
    Ia sesungguhnya telah menyusun seperangkat atu
    ran dasar yang mampu mengatur seluruh persoalan
    kompleks alam raya dan kehidupan.

    mudah-mudahan loe mengerti analogi yang gw gu
    nakan.
    wkwkwkkw..parah lu bener2 parah.
    justru gw dr awal blg Allah menciptakan dunia langit dan isinya sepaket ama HUKUM2nya..yg disebut Sunnatullah. read, would you??!!!

    justru elu yg meragukan. nih gw quote kata2 lu ya diawal.

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    kalau begitu, kenapa Allah ngga kun fa yakun saja,
    sehingga kita ngga perlu menjalani proses kehidupan
    dunia ini, langsung menuju Syurga?
    ya jelas dia gak mao kun fayakun.
    buat apa Allah menciptakan rahim, kalau dia bisa kun fayakun nyiptain manusia??

    buat apa Allah bilang "hai api, dinginlah agar kau tak membakar Ibrahim"
    sementara dia berkuasa banget, kalau dia mau, dia langsung bisa mendinginkan api.

    itu krn Allah saat menciptakan sesuatu sepaket ama hukum2nya, dan dia gak akan melanggar hukum yg dia buat sendiri.
    makanya ada yg namanya Lauhil Mahfudz .

    kalo loncat dr lantai 20 , hukum alamnya ya lu bakal mati.
    biar lo puasa 7 tahun en bersedekah 100 milyar kemudian mohon sama Allah buat nyelametin elu...gak mungkin!!!!!!!
    udah hukumnya lu bakal mati!!!


    lo bisa hidup...asal..dengan izin Tuhan tentunya

    ---------- Post added at 04:54 PM ---------- Previous post was at 04:25 PM ----------

    @segejener : ada dong.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  11. #71
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by spears View Post
    @segejener : ada dong.
    dijelasin seprti apa roh itu om di quran ?
    apa cuma "tidak ada pengetahuan roh melainkan sedikit" ?

  12. #72
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    @segejener : ada dong.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  13. #73
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    wakaka...
    kemampuan Allah yang loe batasi cuma selevel
    programer bahasa tingkat atas, sedangkan Allah
    yang gw yakini kemampuannya melampaui progra
    mer bahasa mesin.

    Allah loe batasi tidak mampu menyusun aturan da
    sar bagi alam, sehingga setiap saat Dia harus selalu
    turun tangan, mengatur arah kehidupan. Padahal
    Ia sesungguhnya telah menyusun seperangkat atu
    ran dasar yang mampu mengatur seluruh persoalan
    kompleks alam raya dan kehidupan.

    mudah-mudahan loe mengerti analogi yang gw gu
    nakan.
    sebagian dari pandangan lu betul, Tuhan menciptakan mahluk hidup (dan alam) yg bisa berkembang dan bisa berusaha (berusaha untuk survive, berusaha untuk maju dll).
    Tapi tidak ada bukti bahwa Tuhan menciptakan hanya 1 mahluk yg kemudian berkembang menjadi beraneka ragam mahluk lain.
    Bisa saja Tuhan menciptakan banyak species, yang masing2 diberi kemampuan untuk memodifikasi tubuhnya melalui mutasi genetik agar bisa menyesuaikan diri dengan alam dan berhasil mempertahankan kelangsungan speciesnya.

    Ini sebabnya Tuhan menyuruh nabi Nuh agar menyelamatkan tiap jenis mahluk hidup yg tak mampu hidup di air agar mereka tidak punah dari air bah.
    Kalau 1 mahluk hidup bisa berkembang menjadi bermacam2 species maka tidak perlu meyelamatkan banyak species, cukup 1 saja, misalnya cukup nuh dan istrinya saja, nanti keturunan nuh bisa berevolusi menjadi singa, rajawali, rusa dll.

    jadi kalau menurut logika saya, dan hasil fakta penelitian mengenai mutasi gen, mahluk hidup bisa bermutasi, misalnya agar bisa melawan penyakit atau kondisi alam.
    hal ini singkron dengan hasil pengamatan biologi bahwa tiap mahluk hidup punya survival ability dan berusaha mempertahankan kelangsungan species masing2.

    kalau mahluk hidup bermutasi sampai menjadi species lain, itu artinya mahluk hidup itu memunahkan jenisnya sendiri (atau menurunkan populasi), hal ini tidak terbukti di laboratorium dan tidak singkron dengan prinsip2 survival.

    ---------- Post added at 06:39 PM ---------- Previous post was at 06:34 PM ----------

    o ya, jangan lupakan 1 hal, manusia bisa memodifikasi gen sampai suatu species benar2 menjadi species lain yang tidak bisa bereproduksi dengan species awal, ini bukan kejadian alami karena prinsip kelangsungan species yg alamiah tidak menghendaki hal semacam itu, tiap species ingin agar jenisnya survive dan terus berketurunan.

  14. #74
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by spears View Post
    wkwkwkkw..parah lu bener2 parah.
    justru gw dr awal blg Allah menciptakan dunia langit dan isinya sepaket ama HUKUM2nya..yg disebut Sunnatullah. read, would you??!!!

    justru elu yg meragukan. nih gw quote kata2 lu ya diawal.



    ya jelas dia gak mao kun fayakun.
    buat apa Allah menciptakan rahim, kalau dia bisa kun fayakun nyiptain manusia??

    buat apa Allah bilang "hai api, dinginlah agar kau tak membakar Ibrahim"
    sementara dia berkuasa banget, kalau dia mau, dia langsung bisa mendinginkan api.

    itu krn Allah saat menciptakan sesuatu sepaket ama hukum2nya, dan dia gak akan melanggar hukum yg dia buat sendiri.
    makanya ada yg namanya Lauhil Mahfudz .

    kalo loncat dr lantai 20 , hukum alamnya ya lu bakal mati.
    biar lo puasa 7 tahun en bersedekah 100 milyar kemudian mohon sama Allah buat nyelametin elu...gak mungkin!!!!!!!
    udah hukumnya lu bakal mati!!!


    lo bisa hidup...asal..dengan izin Tuhan tentunya

    ---------- Post added at 04:54 PM ---------- Previous post was at 04:25 PM ----------

    @segejener : ada dong.
    akhirnya loe akui sendiri, ada proses di situ, kun
    fa yakun bukan loe ujug-ujug muncul di dunia,
    lebih tegasnya, Adam bukan ujug-ujug jadi dari
    tanah yang dibuat patung oleh Allah

    loe ngomong soal rahim, terbentuknya rahim
    pada mammalia, perlu proses.

  15. #75
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    akhirnya loe akui sendiri, ada proses di situ, kun
    fa yakun bukan loe ujug-ujug muncul di dunia,
    lebih tegasnya, Adam bukan ujug-ujug jadi dari
    tanah yang dibuat patung oleh Allah

    loe ngomong soal rahim, terbentuknya rahim
    pada mammalia, perlu proses.
    yang proses ada, yang langsung juga ada.
    2-2 nya ada dan secara logika tidak bisa kita hilangkan salah satunya.

    anggaplah teori big bang itu benar, tetap harus ada yg mengadakan materi awal atau energi awal, atau ledakan awal secara kun fa ya kun.

    kita percaya manusia awal diciptakan secara mendadak, sama seperti cahaya, energi, materi awal diciptakan secara mendadak.

    lalu tubuh keturunan manusia diciptakan secara proses, ruh nya diciptakan secara mendadak.

    Yesus pernah menyembuhkan pengemis buta yg dari lahirnya buta, artinya matanya diciptakan secara langsung tanpa proses.

    jadi Tuhan bisa melakukan keduanya.

  16. #76
    Quote Originally Posted by spears
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    @spears:

    pertanyaan lanjutannya
    apakah anda setuju klo kitab suci anda sama dengan ilmu pengetahuan ttg
    hukum, sosial, sejarah, antariksa, dll secara umum seperti soal sian proses
    siang & malam, pergantian bulan.? (spt yng dimaksud Asum)
    sejauh ini, saya percaya kalau kitab suci itu mencakup semua hal ttg kehidupan manusia. diantara manusia dgn sesamanya, manusia dgn hewan/tumbuhan (lingkungannya),manusia dgn alam gaib, manusia dgn ekstraterrestrial, manusia dengan Tuhan.
    oleh karena mencakup :
    - hubungan manusia, bolehkah kitab suci itu dibilang = kitab sosiologi?
    - Manusia/hewan/tumbuhan, bolehkah kitab suci itu dibilang = kitab biologi?
    - Dst, dsb?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  17. #77
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    yang proses ada, yang langsung juga ada.
    2-2 nya ada dan secara logika tidak bisa kita hilangkan salah satunya.

    anggaplah teori big bang itu benar, tetap harus ada yg mengadakan materi awal atau energi awal, atau ledakan awal secara kun fa ya kun.

    kita percaya manusia awal diciptakan secara mendadak, sama seperti cahaya, energi, materi awal diciptakan secara mendadak.

    lalu tubuh keturunan manusia diciptakan secara proses, ruh nya diciptakan secara mendadak.

    Yesus pernah menyembuhkan pengemis buta yg dari lahirnya buta, artinya matanya diciptakan secara langsung tanpa proses.

    jadi Tuhan bisa melakukan keduanya.
    Yang bilang tidak ada itu siapa?
    Big Bang itu belum tentu awal dari segalanya.
    Big Bang di semesta yang kita alami, boleh jadi
    hanyalah ujung dari Big-Crunch di semesta yang
    lebih tua, dari semesta dari kita.

    Kenapa kita harus memperturutkan ego, bahwa
    Tuhan dibatasi hanya mencipta satu alam semes
    ta?

  18. #78
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    oleh karena mencakup :
    - hubungan manusia, bolehkah kitab suci itu dibilang = kitab sosiologi?
    - Manusia/hewan/tumbuhan, bolehkah kitab suci itu dibilang = kitab biologi?
    - Dst, dsb?
    Saya tambahain, berhubung mencakup segalanya tentang manusia maka bolehkah dibilang = kitab evolusi manusia?

  19. #79
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    akhirnya loe akui sendiri, ada proses di situ, kun
    fa yakun bukan loe ujug-ujug muncul di dunia,
    lebih tegasnya, Adam bukan ujug-ujug jadi dari
    tanah yang dibuat patung oleh Allah

    loe ngomong soal rahim, terbentuknya rahim
    pada mammalia, perlu proses.
    dan gw heran, yg lo masalahkan itu apa? jelas2 di awal postingan elu yg ragu.elu yg nanya kenapa semuanya gak serba kun fayakun.
    gw bilang dr awal, semua butuh proses.
    TAPI untuk hal2 yang memang butuh proses.

    boleh2 saja dia menciptakan sesuatu suka2 dia.

    liat contoh ayat2 mengenai penciptaan :

    (QS. Al Hijr, 15: 28-29)
    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud."


    Ayat yg lain :

    “…Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur… (QS 76:1);
    QS Al Mu’minuun:014: “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci-lah Allah, Pencipta yang Paling Baik.“;



    menurut gw, CMIIW, apabila Allah berfirman dengan menyebut dirinya "AKU" , maka keseluruhan kejadian adalah murni dr Dia. tanpa hukum alam.murni melalui kekuasaannya. untuk case penciptaan Adam, Allah pake bahasa Aku.

    tapi, ketika menceritakan proses kelahiran/munculnya manusia melalui rahim manusia, Allah berfirman menggunakan "kami"
    ini gw tangkep sebagai sebuah proses yg sudah menjadi ketetapan Allah.
    Kami bukan berarti Tuhan ada banyak, tetapi lebih merujuk kepada Tuhan dan Hukum2nya.

    ayat mengenai penciptaan Nabi Isa.
    “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) ‘Isa bagi Allah seperti penciptaan Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya; “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu”. (QS Ali ‘Imran: 59)

    artinya walaupun Allah menciptakan para manusia melalui sebuah proses, tp khusus untuk Adam dan Isa, Allah menciptakannya dengan Kun Fayakun.
    kenapa?
    because He CAN

    ---------- Post added at 11:39 PM ---------- Previous post was at 11:24 PM ----------

    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    oleh karena mencakup :
    - hubungan manusia, bolehkah kitab suci itu dibilang = kitab sosiologi?
    - Manusia/hewan/tumbuhan, bolehkah kitab suci itu dibilang = kitab biologi?
    - Dst, dsb?


    Om Pasing, sebenarnya maksud pertanyaan ini apa? gw nggak mau ya berbantah-bantahan untuk sesuatu yg bikin kita meragukan kebenaran Allah. sia2 itu namanya. kalo buat nambah pengetahuan sih ok2 aja. tp tentunya pengetahuan yg bermanfaat.
    menurut pemahaman saya sendiri, "kitab suci" itu hanya label dr manusia aja.
    semua yg Om Pasing bilang, imho, semuanya boleh2 saja. krn memang Al Quran mencakup semuanya itu. tp kalo Al Quran yg isinya begitu luas,mau kita kotak2an menjadi hanya ini saja, atau itu saja...kayaknya akal kita sendiri bakal menolak deh.
    Al-Quran sendiri salah satu artinya adalah "pedoman"
    jadi kalau mau dibilang pedoman biologi, pedoman fisika ya sah2 aja imho.

    Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:
    Al-Kitab QS(2:2),QS (44:2)
    Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)
    Al-Mau'idhah (pelajaran/nasihat): QS(10:57)
    Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)
    Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)
    Asy-Syifa' (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)
    Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)
    At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)
    Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)
    Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)
    Al-Bayan (penerang): QS(3:138)
    Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)
    Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)
    An-Nur (cahaya): QS(4:174)
    Al-Basha'ir (pedoman): QS(45:20)
    Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)
    Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)

    so, semua bisa Om

    kecuali untuk yg dibilang Danalingga.
    evolusi itu kan artinya perubahan. Allah dan hukum2nya itu nggak akan pernah berubah sampai kapanpun.
    yang hak sudah ditetapkan, yg batil sudah ditentukan.
    Kitab yg benar adalah Kitab yg bs diaplikasikan pada stiap masa.Kitab nggak perlu mengikuti perkembangan jaman. krn kebenaran akan selalu menjadi kebenaran, di musim apapun.
    Jaman Nabi Adam mencuri itu dosa, sampai jamannya Om Pasing juga mencuri itu masih dosa.

    ---------- Post added at 11:54 PM ---------- Previous post was at 11:39 PM ----------

    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    dijelasin seprti apa roh itu om di quran ?
    apa cuma "tidak ada pengetahuan roh melainkan sedikit" ?
    gw juga dulu2 mengartikan Ruh = Nyawa.
    Ruh = Roh yg dimaksud dlm Bahasa Indonesia
    padahal bisa jadi bukan demikian maksud sebenarnya.
    mungkin pandangan Quraish Shihab ini bisa ngasih sedikit pencerahan. panjang euuuuuuuuuuuuuyyyyyyyyyyyyyyyy. ngos2aan gw bacanya.

    Spoiler for Quraish Shihab:

    Ya, Quraish Shihablah yang pertama kali memberikan keterangan yang berbeda tentang ayat tersebut. Memang secara umum beliau menjelaskan kata al-ruh dalam arti roh seperti yang dikatakan para penceramah. Tapi kemudia ia menambahkan penjelasan singkat yang menerangkan bahwa makna kata tersebut bisa saja Jibril, atau mungkin Al-Quran.

    Kata ruh berasal dari akar kata r w h. Setidaknya terdapat 10 entri makna berkenaan dengan akar kata tersebut, dan berkorelasi dengan kata angin sepoi-sepoi, ringan, aktif, dan cepat. Kata ruh juga berhubungan dengan kata istirahat, dan bau, demikian pula dengan aktivitas bernafas. Makna umum yang dapat kita temukan pada kata-kata tadi adalah hubungan antara ruh dengan angin atau udara. Dalam hal ini, makna resmi kata tersebut yang berarti nyawa yang menggerakkan makhluk hidup, dapat dipahami secara intuitif sebagai udara yang menggerakkan jasad manusia. Karena udara tidak dapat dilihat, maka demikian pula ruh, yang hanya dapat dirasakan keberadaannya yang seperti angin itu.

    Bahwa ruh selamanya tidak akan pernah dilihat dan dicerap secara empirik oleh manusia, dan hanya Tuhanlah yang mampu untuk menjelaskan hakekat dari ruh. Yang menjadi masalah kemudian, bagaimana menjelaskan hubungan antara Al-Quran atau Jibril dengan term ruh. Cara paling efektif dan tepat untuk mengetahuinya adalah dengan menganalisis penggunaan kata tersebut dalam Al-Quran. Dengan demikian, kita beralih dari pemahaman ruh dalam arti umum sebagaimana yang kita ketemukan dalam kamus, kepada pemahaman ruh sebagaimana digunakan dalam ayat-ayat Al-Quran yang kontekstual.

    Dari empatbelas ayat yang mengandung kata ruh, empat diantaranya berkaitan dengan kata al-quds, suci, dan membentuk sebuah term baru bernama Ruh al-Quds. Tiga ayat diantaranya, 5:10, 2:253, 2:78, berhubungan dengan ihwal kerasulan Isa yang diperkuat dengan Ruh al-Quds. Namun pada ayat 4:171, Isa didefinisikan sebagai rasulullah, kalimat Tuhan yang disampaikan kepada Maryam, dan ruh dariNya. Dengan demikian, selain diperkuat oleh Ruh al-Quds, ternyata Isa sendiri memiliki ruh Tuhan. Keberadaan ruh Tuhan dalam diri Isa, sangat berkaitan dengan proses kelahirannya yang supranatural. Pada 19:17 dijelaskan bahwa Tuhan, dalam bentuk plural, mengirimkan kepada Maryam “ruh kami” yang tampak baginya seperti manusia sempurna. Dari pertemuan dengan “ruh kami”lah, kemudian Maryam mengandung Isa. Al-Quran sendiri menjelaskan secara unik kehamilan Maryam ini dengan menjelaskan bahwa ia adalah perempuan yang menjaga kemaluannya yang ditiupkan padanya sebagian dari “ruh kami”. Namun dua ayat yang menerangkan pernyataan unik ini memiliki dua objek yang berbeda. Yakni pada 66:12 objek peniupan ruh ber-gender maskulin, sedang pada 21:91, bergender feminin. Perbedaan gender ini dalam hemat saya merujuk baik kepada Maryam maupun Isa. Dengan kata lain, bukan hanya Isa saja yang mendapatkan “ruh kami”, tapi juga Maryam.

    Ternyata, keberadaan ruh Tuhan dalam diri manusia bukanlah prerogatif Isa dan Maryam semata. Pada 32:9, 15:29, dan 38:72, juga diterangkan bahwa manusia pertama telah diisi oleh ruhNya. Dalam konteks ini, penyampaian ruh Tuhan kepada diri Adamlah yang membuat para malaikat sujud kepadanya. Sujudnya para malaikat kepada Adam, sangat berkaitan dengan ihwal pengajaran nama-nama yang disampaikan Tuhan kepadanya dalam 2:31. Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Adam mampu dengan gemilang mengungguli para malaikat, karena mampu memberitakan nama-nama yang telah Tuhan ajarkan kepadanya. Keterangan yang terdapat pada ayat tersebut, memberikan petunjuk awal kepada kita, jika kata ruh ternyata berkaitan pula dengan ajaran-ajaran Tuhan.

    Penyamaan ruh Tuhan, dengan ajaran-ajaran Tuhan diperkuat oleh perkataan Ya’qub kepada putra-putranya dalam 12:87 untuk tidak berputus asa dalam mencari Yusuf yang hilang. Pada ayat tersebut, Ya’qub mengatakan: “janganlah kalian berputus asa dari ruh Allah. Sungguh hanya kaum kafirlah yang putus asa dari ruh Allah”. Perkataan Ya’qub ini kemudian diperkuat pula oleh 58:22 yang menjelaskan bahwa orang-orang beriman tidak akan berkasih sayang kepada orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, meskipun mereka adalah sanak saudara mereka. Orang-orang beriman ini, menurut Allah, adalah mereka yang telah tercatat dalam qalb mereka iman, dan diperkuat dengan ruh dariNya. Tentu saja, ruh Tuhan, melebihi ajaran-ajaran Tuhan semata. Saya memberikan hipotesis, bahwa yang dimaksud oleh term tersebut adalah kemampuan untuk mengaplikasikan ajaran-ajaran Tuhan dalam tataran praktis. Yakni tatkala ajaran-ajaran tersebut telah mendarah daging dalam perilaku keseharian seseorang, maka yang bersangkutan tidak ubahnya mereka yang telah mendapat ruh Tuhan. Atau dalam bahasa yang lebih kasar, dirinya telah terasuki oleh segenap semangat moral dan tuntunan ilahiyah.

    Resapan “semangat ketuhanan” dalam diri seseorang ini jelas bukan sebuah peristiwa yang subjektif. Dalam 16:102 diterangkan bahwa keteraturan susunan ayat-ayat Al-Quran dikarenakan ia dibawa oleh ruh al-Quds dari Tuhan kepada Nabi SAW. Disini kita menemukan bahwa tekstualitas Al-Quran berada di luar subjektivitas Muhammad SAW sebagai rasul yang menyampaikan ajaran-ajaran Tuhan. Pada seri ayat yang menerangkan tata laksana turunnya wahyu pada 42:51-2, dijelaskan bahwa wahyu itu sendiri adalah ruh yang menjadi cahaya bagi orang-orang yang dikehendaki oleh Tuhan. Dari pemaparan tersebut, kita sampai pada kesimpulan bahwa, kata ruh, dalam Al-Quran tidak dapat disamakan dengan kata roh dalam bahasa Indonesia. Ia bukanlah roh dalam arti nyawa sebagaimana dimaksud oleh para penceramah, akan tetapi suatu “semangat ilahiah” yang merasuki setiap perilaku seseorang. Meskipun seseorang dapat terasuki sepenuh hati oleh ruh Tuhan, akan tetapi apa yang ia perbuat tidaklah bersifat semena-mena dan subjektif, melainkan mengikuti kaedah-kaedah yang telah ditentukan oleh Tuhan. Meski demikian, penyampaian ruh Tuhan atas diri seseorang sepenuhnya bersifat subjektif bagi Tuhan. Dengan kata lain, hanya Tuhanlah yang berhak memberikan hadiah tersebut kepada seseorang.

    Dari definisi tentang kata ruh dalam arti umum sebagaimana digunakan dalam Al-Quran, sekarang kita membahas mengenai kata al-ruh dalam arti khusus.

    selengkapnya : http://pridityo.blogspot.com/2010/08...-al-quran.html

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  20. #80
    Ah, saya sih cuma iseng mengkronfontir tentang statement "segalanya mengenai manusia", padahal Asum aja mengatakan di Quran (atau hadist?) tidak ada menerangkan tentang ke-anekaragaman hayati.

    Nggak tahu kalo motivasi mbah Pasing.

Page 4 of 12 FirstFirst ... 23456 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •