Kayaknya gw pernah bilang bahwa Iman orang beragama di uji saat menghadapi teori evolusi.
Begini...
Musa membelah laut, orang beragama percaya hal ini terjadi secara literal.
Tapi kepercayaan ini tidaklah berharga kalau tidak pernah diserang dan dipertahankan.
Kalau datang 30 juta scientist yg membuat berbagai macam argumen tentang ketidak mungkinan air laut dibelah oleh Musa atas kuasa Tuhan, maka saya yakin tinggal sedikit saja orang beragama yg masih percaya bahwa peristiwa itu terjadi secara literal.
Saya yakin bila frasa itu diserang, maka sebagian besar orang beragama akan melakukan kompromi, mereka akan mulai mengubah2 isi kitab sucinya agar lebih selaras dengan fakta2 saat ini, misalnya mungkin akan ada yg ber teori bahwa saat itu terjadi gempa yg membelah2 dasar laut atau memunculkan daratan bla..bla..bla...
Inti dari mengkompromikan isi kitab suci adalah: ketidak percayaan akan kuasa Tuhan.
Teori Evolusi membuat orang beragama meragukan, mampukah Tuhan menciptakan alam semesta dalam waktu 6 hari literal ?
Mampukah Tuhan menciptakan Adam tanpa Ayah dan Ibu ?
Orang yg beriman sejati menjawab dengan mantap: MAMPU !
Orang yg goyah akan mencari kompromi, entah bagaimana caranya supaya Kuasa Tuhan tidak terlihat terlalu mencolok, misalnya Tuhan menciptakan alam semesta ini sedikit demi sedikit selama milyaran tahun, manusia diciptakan pelan2 dari mahluk sederhana yg diperbaiki sana sini sampai bentuk yg lebih baik dan lebih kompleks seperti saat ini.
---------- Post Merged at 09:37 PM ----------
Teori Evolusi adalah PAHAM yg sangat kuat bercokol di dunia kita saat ini.
Bukan hanya orang beragama yg dibengkokkan oleh doktrin Evolusi, bahkan para ilmuwan yg bekerja jujur pun tidak luput dari serangan Paham ini.
Misalnya ada seorang Ilmuwan yg menemukan fosil bakteri kuno yg memiliki rantai DNA lengkap.
http://www.nature.com/nature/journal.../407897a0.html
Penemuan ini mengindikasikan bahwa fosil bakteri yg lengkap seperti itu usianya tidak mungkin jutaan tahun.
Tapi setelah diuji dengan radiometrik dating usianya menunjukkan jutaan tahun.
Para ilmuwan langsung menyatakan bahwa fosil bakteri itu palsu atau terkontaminasi, mereka sama sekali tidak mau mempertanyakan kebenaran teori evolusi.
Banyak sekali hasil2 penelitian yg punya potensi membombardir teori evolusi, tapi semua penemuan2 tersebut selalu diserang dan dinyatakan sebagai eror.
Jadi teori evolusi bukan didirikan atas dasar Science.
Teori Evolusi didirikan atas dasar kepercayaan bahwa :kehidupan dan alam semesta tidak dirancang oleh Sang Perancang Cerdas, melainkan terjadi secara random dan perlahan2.
Atas dasar kepercayaan ini maka semua penelitian harus disesuaikan dengan dogma tersebut, bahwa mahluk hidup harus melalui proses jutaan tahun.
Itu juga sebabnya radiometrik dating di preset agar sesuai dengan Teori Evolusi, misalnya sebuah fosil yg menurut Teori ini berusia 3 juta tahun setelah dihitung dengan teknik radiometrik menunjukkan usia X tahun,
maka X ditentukan sebagai angka 3 juta.
Jadi bukan Science yg membuat Teori Evolusi, melainkan Teori Evolusi yg menentukan hasil2 penelitian science.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote


