Bagus purb, lu udah mulai berargumen berdasarkan fakta2 penelitian science.
Mengenai Mutasi dan DNA damages, memang hal itu berbeda pada akhirnya, namun awalnya tetap sama yaitu kerusakan DNA.
Disebut Mutasi karena kerusakan ini tidak terdeteksi oleh enzym sehingga DNA yg rusak terus berkembang atau lanjut kepada keturunan.
Tapi intinya...
Tidak ada mekanisme yg bisa memimpin mahluk hidup kepada evolusi.
Tadinya orang berharap dari penelitian DNA bisa menemukan bagaimana ikan berkembang menjadi mahluk darat dengan menciptakan program DNA baru yg dibutuhkan untuk hidup didarat seperti kaki, tangan, paru2 dll
Mahluk hidup tidak bisa mengubah DNA nya sendiri sesuai keinginan atau kebutuhan, jadi sesering apapun ikan berada di air dangkal tidak akan membuatnya menjadi mahluk darat, sesering apapun tupai melompat tidak akan membuatnya menjadi burung, tidak ada mekanisme pemrograman DNA baru.
Kemudian orang beralih pada teori selanjutnya mengenai mutasi atas sebab luar seperti link yg kamu kasi, karena radiasi UV atau cosmic ray.
Pertanyaannya, bisakah tupai menjadi burung karena radiasi UV ?
karena sulit sekali menjawab, maka ditambahkan "jutaan tahun" pada kalimat diatas,
Bisakah Tupai yg terkena radiasi UV selama jutaan tahun kemudian berkembang menjadi burung ?
Disini sebagian orang masih mempercayainya dan menjawab "bisa" tanpa bukti ilmiah.
Bisakah DNA pembentuk ginjal, mata, otak, paru2, tangan, kaki dst terbentuk secara random karena radiasi UV ?
Hal ini tidak ada buktinya di laboratorium.
Pertama karena mahluk hidup berusaha mempertahankan integritas genetiknya, seperti isi link mu itu.
Segala perubahan DNA akan diperbaiki atau dibuang sebelum berkembang.
Hal ini menyebabkan Mutasi sebagai peristiwa yg langka karena hanya bisa terjadi apabila mekanisme pertahanan integritas DNA gagal, sehingga waktu jutaan tahun pun tidak cukup mengubah tupai jadi burung, apalagi amuba menjadi manusia.
Kedua, Ireductible Complexity menjelaskan bahwa suatu sistim hanya bisa berjalan kalau semua bagiannya lengkap.
Jadi Ikan takkan bisa menjadi Kadal karena sistim Paru2 membutuhkan kerjasama begitu banyak komponen yg harus ada pada saat bersamaan, kalau mutasi hanya mengubah sebagian maka paling banter akan tumbuh tumor, takkan bisa terbentuk satu sistim anggota tubuh yg baru.
Ketiga, Penelitian Genetik sama sekali tidak menemukan kemunculan sistim tubuh yg baru oleh Mutasi DNA pada species apapun.
Kalaupun terjadi transfer sifat genetik antar bakteri, sifat genetis itu sudah ada sebelumnya, bukan tercipta baru.
Jadi Evolusi tidak terbukti dalam penelitian genetik.
---------- Post added at 02:32 AM ---------- Previous post was at 02:01 AM ----------
Link lu tentang DNA repair sangat bagus, disitu dijelaskan bahwa mutasi sangat jarang terjadi, maka mempercayai Mutasi sebagai Engine utama Evolusi menjadi semakin sulit.
Kalau lu mempertanyakan argumen gw sebelumnya tentang kemunculan ras baru, maka jawabannya adalah bahwa sumber utama kemunculan ras baru adalah Breeding.
Breeding adalah proses memilih variasi genetik dari suatu mahluk hidup.
Contoh paling gampang adalah Serigala yg di breeding menjadi berbagai anjing ras.
Mutasi terbagi menjadi 2 macam, yaitu Somatik dan Gametik.
Somatik Mutasi terjadi pada sel apapun kecuali sel seksual.
Mutasi Somatik tidak akan diturunkan pada keturunan, mutasi ini hanya terbatas pada sel yg bersangkutan dan sel pembelahannya.
Mutasi Gametik terjadi pada sel seksual dan akan menghasilkan keturunan Mutant.
Tapi karena proses yg rumit pada proses reproduksi, maka biasanya potensi keturunan Mutant ini tidak akan muncul, mahluk hidup yg berkembang biak secara seksual punya kemampuan untuk memilih menurunkan keturnan yg lebih normal, tidak mutant, terutama karena sistim reproduksi ini harus berasal dari jantan dan betina, sehingga potensi mutant ini biasanya selalu bisa dihilangkan.
Namun proses Breeding bisa memunculkan mutant2 ini karena kedua induk yg kawin sama2 memiliki Mutasi Gametik yg sama, contohnya anjing berkaki pendek dikawinkan dengan anjing berkaki pendek, keturunannya yg berkaki pendek dikawinkan lagi dengan yg berkaki pendek, lama2 keturunannya akan kehilangan gen kaki panjang.
Pada anjing, breeding adalah murni usaha manusia, begitu juga breeding pada hewan lain atau tanaman.
Di alam hal ini bisa terjadi secara kebetulan, misalnya karena isolasi geologi.
Namun mutasi2 breeding ini bukan menciptakan informasi genetika yg baru melainkan hanya memunculkan informasi genetika yg sudah ada sebelumnya dan menghilangkan informasi lainnya.
---------- Post added at 02:35 AM ---------- Previous post was at 02:32 AM ----------
Di alam, proses Breeding bisa terkombinasi dengan Natural Selection.
Misalnya kemunculan bakteri resistan antibiotik.
Antibiotik membunuh sebagian besar bakteri namun menyisakan sebagian bakteri yg memiliki sifat kurang reaktif terhadap antibiotik, bakteri2 yg hidup ini akan membelah diri atau kawin dan menghasilkan keturunan yg tahan terhadap antibiotik.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote