Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
itu artinya, ada kontradiksi dg pernyataan situh sebelumnya, "Sebuah sistim hanya bisa bekerja apabila bagian2 dari sistim itu lengkap, apabila bagian dari sistim itu tidak ada maka sistim tidak bisa berjalan, ini yang disebut Ireductible Complexity."

perancang cerdas sudah pasti telah memperhitungkan akan adanya organ yg akan tidak berguna bagi makhluk2 tersebut sejak pertama kali makhluk tsb diciptakan. jadi mestinya sejak awal tidak perlu menciptakan organ2 vestigial tsb.
hohoho... gak kontradiksi dong, karena yg dimaksud oleh Ireductible Complexity itu bukan mahluk hidup secara keseluruhan namun bagian2 dari sistim mahluk hidup.

Bagian2 ini tidak mungkin diperkecil lagi.

Kini peneliti2 sedang menyusun data, sistim2 apa saja yg termasuk dalam ireductible complexity, yaitu sistim2 apa saja yg tidak bisa diperkecil lagi.

Salah satu contoh yg sangat menarik, peneliti menemukan sebuah sistim yg sangat mirip dengan motor eletrical dalam ekor bakteri, sistim ini memiliki rotor, gir, bearing, joint dan stator... Bagian2 ini bekerja dengan sangat efektif dan efisien menyatukan kerja sama dari 40 macam protein yang berbeda.
Motor kecil dalam ekor bakteri ini mendapat tenaga secara elektris dengan menggunakan perbedaan tegangan listrik antar lapisan membran.

Sistim motor elektris ini memiliki bagian2 yg berfungsi semua dan tidak bisa dikurangi satu pun, kekurangan satu bagian akan membuat semuanya sia2.

Mungkinkah bagian2 tersebut terjadi secara berangsur2, sendiri2 dan terhubung secara random ?


Kaum Evolusionis tidak diam saja melihat penelitian ini, mereka berusaha mematahkannya dengan cara mencari2 bagian tubuh mahluk hidup yg tidak berfungsi dan mengatakannya sebagai bagian tubuh yg berada dalam tahapan pra fungsional.
Tapi sayangnya penelitian laboratorium tidak mendukung hal itu.

Yang didukung oleh penelitian laboratorium adalah Mutasi Negatif, semua bagian tubuh yg tidak berfungsi, awalnya pernah berfungsi, namun karena suatu hal menjadi kehilangan fungsinya.
Bagian tubuh ini tak lama kemudian akan disingkirkan oleh organisme.

Masalah mengapa sang perancang menciptakan bagian2 tubuh yg kemudian menjadi tak berfungsi, bisa kita bahas di bagian filsafat.
Science hanya mencakup penelitian2 ilmiah.