Lha kok betul? Katanya DNA tidak bisa terjadi dgn sendirinya?purba:
DNA sintetis menunjukkan bahwa kehidupan hanyalah dinamika molekul karena interaksi elektromagnetik. Atom-atom yg berserakan akan menggabungkan diri dgn sendirinya membentuk DNA karena ada interaksi elektromagnetik tsb. Ini sebuah prinsip yg gamblang sekali.
AsLan:
Betul.
Salah. Kalo ente pernah belajar statistik, atom2 tsb dapat tersusun dgn sendirinya menjadi sebuah mobil Mercedes.AsLan:
Tapi atom2 yg bergabung dan membentuk sebuah mobil utuh, dengan sistim bahan bakar bensin, setir kanan, lampu sen di kiri dan kanan dst pasti terbentuk oleh perancang cerdas, karena tidak bisa terjadi secara random.
Ente tahu, apa perbedaan random dan spontan?AsLan:
Bedakan mana hal2 yg bisa terjadi secara random di alam ini mana yg gak bisa.
Lha DNA sintetis adalah DNA yg terjadi dgn sendirinya. Di lab, saintis gak ngatur-ngatur atom C ada di sini, atom N ada di situ, dst. Semuanya terjadi dengan sendirinya. Tapi katanya hasil perancang cerdas? Kok plintat-plintut seh?AsLan:
Kalo susah membedakan mana yg bisa terjadi secara random, mana yg gak bisa terjadi secara random ya tinggal bikin percobaan di laboratorium.
Lihat proses mana yg bisa terjadi secara alamiah seperti di alam bebas, dan mana yg gak bisa, simple.
Kesimpulannya:
Teori perancang cerdas hanyalah pengisi kebelumtahuan manusia akan suatu hal. Ketika ada sistem kompleks dan manusia belum mengetahui bagaimana terjadinya, para pengikut teori perancang cerdas langsung teriak: Sistem kompleks dibuat oleh perancang cerdas.
Ini sama dgn sejarah teori big bang. Dulu ketika orang belum tahu bagaimana alam semesta berawal, kesempatan emas tsb diambil oleh para oportunis dgn meneriakkan: Alam semesta diciptakan tuhan.
Juga sama dgn sejarah H2O, molekul air hujan. Dulu ketika orang belum tahu bagaimana air hujan berawal, para oportunis pun meneriakkan hal yg sama: Air hujan diciptakan tuhan.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote