Ya jelas maksud saya bukan tubuh sempurna seperti malaikat, maksud saya adalah tubuh yg berfungsi sempurna, misalnya paru2 yg berfungsi menyerap oksigen dan mendistribusikannya kedalam darah, hal ini tidak mungkin terjadi karena suatu kebetulan.
Mari kita bahas lebih dalam mengenai rancangan DNA dan mutasinya.bakteri pemproduksi B-Laktamase tidak lebih sempurna dari bakteri yg tidak memproduksinya. tp itu bisa membantunya untuk bertahan hidup dan meneruskan gen yg dimilikinya kepada anak2nya.
jadi, menurut anda, lahirnya bakteri pemproduksi B-Laktamase apakah termasuk positive mutation ataukah negative mutation?
Resistensi Bakteri adalah satu contoh bagus bahwa rancangan gen baru tidak pernah tercipta begitu saja, kemunculan bakteri resisten adalah bukti dari NATURAL SELECTION, saya pernah membaca hal ini yaitu antibiotik membunuh banyak strain bakteri yg tidak memiliki daya tahan terhadap obat tersebut namun menyisakan strain bakteri YG kurang reaktif terhadap molekul antibiotik tersebut,
ketidak reaktifan ini sebenarnya adalah suatu Negatif Mutation karena bakteri ini KEHILANGAN sebagian dari rancangan DNA asal, namun kebetulan hal ini membuatnya terlindung dari antibiotik, dilingkungan tanpa antibiotik justru bakteri strain ini lebih lemah dari bakteri yg tidak termutasi.
analoginya: ada serangga yg special hidup dirambut mausia dan mengeluarkan racun yg mematikan (mewakili antibiotik), sebagian besar umat manusia punah karena hal ini (mewakili bakteri) namun ada sebagian manusia yg tetap hidup karena mengalami kebotakan, kebotakan adalah Negatif mutation karena manusia kehilangan sebagian informasi DNA
Selain itu ada juga penambahan rantai DNA seperti yg anda sebutkan.
Namun terjadinya rantai baru bukan merupakan program baru !
DNA pembentuk B-Laktamase tidak mungkin terjadi secara random, Program ini sudah ada sejak lama di banyak bakteri yg kemudian masuk ke urutan DNA bakteri Staphiloccocus Aurelius.
Ini tetap berbeda dari teori Evolusi karena DNA pembentuk B-Laktamase sangat rumit dan tidak mungkin terjadi secara acak.
Analoginya:
Anda punya komputer dengan OS Windows 7, kemudian anda memasukkan program Photoshop kedalamnya.
Teori Evolusi percaya bahwa program Photoshop bisa terjadi secara random.
Bagi para ilmuwan yg bergerak dibidang biologi molekular, pembentukan program photoshop secara random adalah omong kosong.
Memang Windows 7 bisa menerima berbagai macam paket2 program, tapi tidak mungkin paket program2 ini terjadi secara random.
Teori Evolusi percaya bahwa program2 semcam Photoshop, Excel, Antivirus dll bisa terjadi secara random dengan mengurutkan bahasa mesin,
Bahasa komputer jauh lebih sderhana daripada bahasa DNA, komputer hanya menggunakan 0 dan 1, nah coba saja kombinasikan 0 dan 1 secara acak, bisakah terjadi program photoshop ?
Mengenai link mudah saja, silahkan google kata kunci ini "Mt Helen radiometric"
sebenarnya saya ingin berkata, bahwa "usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun", adalah bukan usia meletusnya gunung tersebut, tetapi usia terbentuknya element pada batu tersebut.
akan tetapi, akan lebih jelas kalau saya mempelajarinya lebih lanjut.
mungkin sdr Aslan bisa memberikan link referensinya disini?
karena saya belum melihat referensi lengkapnya, saya hanya bisa menanyakan, apakah "srigala" yg dimaksud pada kalimat pertama dan "single gen pool" yg dimaksud pada kalimat ketiga adalah sama?
apakah anda bisa memberikan link referensinya? rasanya saya perlu membacanya terlebih dahulu.
ingat ya, ini pekerjaan para ahli geologi, mereka tidak mungkin salah paham antara usia batuan dengan usia letusan.
Yang saya tahu, lelehan lahar itu mereset usia batuan, dengan cairnya batuan karena suhu tinggi maka molekul doughter isotop akan terlepas keudara sehingga perhitungan usia akan dimulai dari 0, tanpa peristiwa ini maka semua usia batuan adalah sama yaitu sesuai usia terbentuknya bumi.
Justru konsep menghitung usia batuan adalah menghitung kapan batuan itu membeku dari lava.
Konsep menghitung usia fosil adalah menghitung kapan fosil tersebut mati, karena setelah mati hewan/tumbuhan itu tidak lagi memperoleh carbon dari udara atau dari manapun, sejak saat itulah dougter isotop mulai dihitung peluruhannya.
Intinya Radiometric Dating menggunakan banyak asumsi2, kesalahan pada salah satu asumsi akan menghasilkan kesalahan penghitungan.
Contoh, asumsi bahwa sample tidak terkontaminasi molekul yg sama dengan doughter isotop dari sumber lain, asumsi bahwa sample mendapatkan radiasi kosmik yg sama disetiap jaman (penghitungan C14), asumsi bahwa sample tidak mengalami lolosnya molekul sejak awal terjadinya hingga ribuan/jutaan tahun saat dilakukan penghitungan dst dst...
---------- Post added at 03:59 PM ---------- Previous post was at 03:33 PM ----------
Saat Darwin membuat hipotesa Evolusi, beliau belum tahu mengenai DNA.
Pengamatan Darwin hanya mengenai kemiripan tubuh mahluk hidup, dari kemiripan ini beiau membayangkan bahwa mahluk2 yg tubuhnya mirip tentu penya hubungan kekerabatan.
Namun setelah ilmu pengetahuan menemukan DNA, hipotesa Darwin tidak terbukti.
Misalnya kemiripan antara tangan/kaki manusia dengan tangan/kaki katak.
Secara visual orang bisa berkata bahwa manusia dengan katak memeiliki kekerabatan karena konstruksi tulang tangan/kaki beserta otot2nya sangat mirip.
Namun para peneliti telah membuktikan bahwa antara tangan/kaki manusia dan katak memiliki perbedaan program DNA yg sangat jauh.
Bahkan proses pertumbuhan tangan/kaki manusia jauh berbeda dari katak sejak embrio.
Lalu pengikut paham Evolusi merevisi pandangan mereka, kini mereka membuat hipotesa baru yaitu kemiripan DNA antar mahluk hidup membuktikan kekerabatan.
Sebetulnya satu fenomena bisa di interpretasikan menjadi beberapa hipotesa, sayangnya orang evolusi menutup pandangan mereka dari hipotesa2 lainnya.
Kemiripan DNA dan kesamaan bahan pembentuk DNA (protein) tidak harus di interpretasikan sebagai persamaan kekerabatan.
Mahluk hidup perlu memiliki komponen tubuh dari bahan yg serupa karena Tuhan menciptakan mahluk hidup untuk saling berinteraksi, itu sebabnya tumbuhan, hewan dan manusia sama2 terbuat dari Protein, sehingga bisa saling memakan dan berinteraksi.
Kemiripan DNA menyebabkan manusia bisa menggunakan kera atau tikus untuk mencoba obat2an bagi manusia (ternyata tikus memiliki tingkat kemiripan DNA dengan manusia jauh lebih tinggi daripada simpanse).
Selain itu kemiripan tubuh mahluk hidup juga tidak harus di interpretasikan sebagai suatu kekerabatan namun karena kesamaan fungsional, itu sebabnya tangan kera mirip dengan tangan manusia mirip juga dengan tangan katak karena berfungsi untuk mencengkram.
Ibarat ban motor mirip dengan ban mobil karena fungsinya sama, namun ban motor diciptakan di pabrik swallow ban mobil diciptakan di pabrik Goodyear, meskipun tangan manusia mirip dengan hewan tapi secara DNA berbeda.
Cabang biologi molekular juga menemukan bahwa rancangan DNA mahluk hidup sangat rumit dan tidak mungkin terbentuk secara acak (saya menganalogikan dengan program photoshop yg tercipta karena rancangan seseorang).
Teori Evolusi percaya bahwa manhluk hidup dimulai dari mahluk ber sel 1 yg sederhana, dengan DNA yg sederhana lalu sejalan dengan waktu terbentuk program2 DNA yg canggih seperti program mata yg bisa menangkap cahaya, telinga yg bisa menginterpretasikan suara, jantung yg bisa menjalankan peredaran darah dst dst... hal ini membutuhkan imajinasi yg terlalu besar.
orang2 di jaman Darwin, orang melihat mahluk bersel 1 itu adalah mahluk yg sederhana, mereka pikir mahluk2 seperti itu mudah terbentuk dari unsur2 bumi seperti tanah, air, mineral dll
Namun setelah adanya mikroskop elektron, orang baru sadar bahwa mahluk bersel 1 pun sangat rumit dan terancang dengan baik, sedikit kerusakan disebagian tubuhnya akan membunuh mahluk ini, orang juga menemukan Virus.
Virus yg dulu pernah disebut sebagai perantara benda mati dengan mahluk hidup ternyata sangat canggih dan mengagumkan.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote
