Quote Originally Posted by danalingga View Post
@Aslan: makanya tadi itu gue tanya menurut lo siapa yang berhak menetapkan sesuatu itu hipotesa atau evolusi.

Nah, nantinya kan ke arah lo mengerti apa tidak proses dalam penentuan tersebut. Kalo dah ngerti ya nggak perlu mbulet gini.

Dan soal yang diatas, begitu sudah lolos uji ilmiah dan membuktikan bahwa TE perlu di-ubah, ya bakal diubahlah.

Jadi TE itu bukan soal kebenaran (ini yang lo selalu paksakan), melainkan soal metode (atau ilmu) yang (masih) paling tepat menjelaskan sesuatu (keanekaragaman hayati) jika dibanding dengna metode (atau) ilmu yang lain. Jadi selama belum ada penggantinya, mau nggak mau, ya orang ilmu pengetahuan make itu. Jadi sekali lagi bukan soal kebenaran.
ok thx dana kalo lu udah mengakui bahwa Teori Evolusi bukan sebuah kebenaran.

Gw setuju kalau Teori Evolusi diperlakukan sebagai hipotesa ataupun teori yang terus diuji, ini sebabnya teori ini terus berubah, begitu ?

Tapi yg gw minta adalah, sebuah teori yang masih terus berubah, direvisi dan masih diuji janganlah menghasilkan suatu ketetapan, misalnya memastikan bahwa manusia berasal dari hewan atau segala mahluk hidup berasal dari species tunggal.

Hal2 yang belum terbukti biarlah demikian, carilah dulu bukti2 empirisnya baru dijadikan ketetapan.

Diluar masalah filosofi, penelitian science berjalan baik2 saja, misalnya penelitian membuktikan bahwa mahluk hidup punya kemungkinan bermutasi, hal ini terbukti scara empiris dan diterima oleh siapapun, tidak ada perdebatan dalam hal ini.

Hal2 yg tersisa, yg belum terbukti membuka pintu lebar untuk perdebatan.