sains tidak perlu mendapat dukungan/pengesahan dari agama tertentu. jadi mau ditolak pun gak ngefek. malah kalau sampai didukung, ntar jadi sangat subjektif dan terkotak-kotak. Jumlah agama sendiri ada banyak (ribuan mungkin). Kemajuan sains pasti bakal terhambat kalau nantinya dikotak-kotakan sehingga bakal ada yg namanya Fisika Hindu (nyomot sebagian pelajaran fisika yg sesuai dg penafsiran ajaran Hindu saja), Fisika Kristen, Fisika Islam, dll. Pasti hanya nyomot sebagian-sebagian saja. Bagian yang "mendukung dan mebuktikan kebenaran kitab suci" akan mereka ambil, bagian yg "bertentangan dengan kitab suci" bakal ditolak dan dicap bid'ah.
Menelan mentah-mentah teori big bang karena "membuktikan bahwa alam semesta memiliki titik awal" sehingga ditafsirkan sebagai awal penciptaan, namun menolak tasiran fisika kuantum versi Kopenhagen karena mengisyaratkan kerja alam semesta yg bersifat acak, spontan, dan "tak direncanakan".
Itu hak anda. namun sangat disayangkan jika kita mempunyai dua telinga tapi hanya mau mendengar dari satu pihak saja--kampanye propaganda VCD adnan oktar yg banyak errornya itu--
Dulu rasanya pernah membaca bahwa kenapa buku On Origin of Species-nya Darwin dianggap lebih berpengaruh drpd Injil sendiri di Eropa dan Amerika: ada bukti korelasi yg positif bahwa dg membaca buku darwin (bener2 baca gak cuma kutipan sepotong2) berkaitan langsung dg sikap ilmiah, kekritisan, dan ujung-ujungnya kemajuan sains. Ini mungkin bisa menjelaskan, meski sama-sama negara kaya raya akan minyak, sains Iran lebih maju drpd negara2 timur tengah lainnya. Akademi sains Iran secara aktif memberikan respon positif dan dukungan terhadap pengajaran pelajaran evolusi di sekolah-sekolah sains
http://www.interacademies.net/File.aspx?id=6150
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote