Quote Originally Posted by AsLan View Post
Essay tentang evolusi diatas dimulai dengan cerita tentang Copernicus, dimana gereja pernah salah.
Kesalahan gereja itu diproyeksikan kepada kasus Evolusi dan dipaksakan bahwa gereja kembali salah.
pasti Aslan gak pernah tahu ya teori heliosentris yg dicetuskan Copernicus itu seperti apa?

Sebelum era johannes kepler, tycho brahe, yang dilanjutkan dengan galileo dan isaac newton, teori heliosentris masih berupa teori mentah, dengan bukti yg lemah. Setelah para ilmuwan2 lain (terutama yg saya sebutkan) memberikan bukti dan PERBAIKAN, maka posisi teori heliosentris pun makin mantap.

teori heliosentris yang diterima sekarang, JAUHHHHH dari apa yg dicetuskan Copernicus di awal. bahkan Copernicus membuat beberapa asumsi yg terbukti keliru. tapi apakah teori heliosentris langsung dimentahkan sejak awal? Oh Tidak. itulah sifatnya sains. Disusun berdarakan pengamatan, dibuat teorinya, diuji kembali berdasarkan fakta lapangan, jika terbukti konsisten dan menjadi alat penjelasan terbaik, maka diterima sebagai sains meski banyak bolongnya (hal yg sama berlaku buat teori sains lainnya, pernah dengar teori atom? dimulai dr pandangan demokritus, teori atom kismis, dll teori ini berkembang sampai bentuknya sekarang.

Quote Originally Posted by AsLan View Post
Padahal antar Copernicus dengan Darwin terdapat perbedaan besar yaitu Copernicus sudah memiliki fakta2 ilmiah, Darwin sedang mencari fakta2 ilmiah.
coba baca-baca lagi ttg riwayat Darwin dan Copernicus. mana yg memiliki bukti lalu menyusun teori, mana yg menyusun teori lalu dicari bukti

Quote Originally Posted by AsLan View Post
Tekanan yang berat ini akhirnya mematahkan iman banyak orang, banyak orang yg akhirnya ikut Teori Evolusi tapi takut menanggalkan keagamaannya, orang2 semacam ini mengalami kesulitan yang lebih berat daripada Evolusionist Atheist macam Purba.
ya itulah sebabnya mengapa sains berbeda dari iman. sains bukan dogma. menerima kritik, perbaikan, dan bisa didebat/pertanyakan. kebanyakan orang tenggelam dalam dogma dan fanatisme, sisanya mau berpikir dengan objektif. tinggal pilih mau yg mana.