Quote Originally Posted by AsLan View Post
saya rasa kalimat itu kurang jujur, karena para penganut TE benar2 menyangkal keberadaan si perancang cerdas, bukannya tidak menolak atau membenarkan melainkan benar2 menolak, termasuk menolak semua usaha pembuktian terhadap keberadaan perancang cerdas.
yang gw ingin pertanyakan, pada loe Lan:
1. Kenapa loe keukeuh mengatakan TE sebagai
kepercayaan? akibatnya loe membantah TE layak
nya DAA, padahal ini Forum Pengetahuan Umum
.

2. Gw mengimani adanya Sang Maha Pencipta, te
tapi gw ngga bermasalah dengan TE.

3. Gw baru tahu, kalau keimanan akan eksistensi
Sang Maha Pencipta ala loe, harus dibuktikan via
Sains... emangnya iman loe belum cukup kuat?

---------- Post added at 06:52 PM ---------- Previous post was at 06:48 PM ----------

Kalau kita melihat sebuah komputer kita yakin sekali ada orang yg membuatnya, namun kenapa saat berhadapan dengan mahluk hidup, option keberadaan si perancang ditolak sama sekali ?

ok lah kalau kita membicarakan mata yang katanya sudah berkembang sangat tinggi, lalu siapa yg menciptakan rantai DNA ?
bisakah laboratorium menciptakan 1 rantai DNA secara random dari zat2 kimia yg dicampur2 secara acak ?
kebetulan loe mengambil analogi Komputer....
Loe pernah mendengar Artificial Inteligen? Menurut
loe, apa Tuhan tidak boleh mencipta alam dengan
menggunakan konsep AI?

satu strain DNA awal diberi tugas oleh Tuhan, Ber
tahan Hidup, lalu kemudian DNA itu mengembang
kan apa saja yang perlu untuk Bertahan Hidup, sam
pai sekarang, jadi berbagai macam makhluk Hidup.