Quote Originally Posted by cha_n View Post
walah aslan salah tangkap maksudku lagi.
aku ga lihat rumus/ronggo PA ke stewart karena yang dia serang pendapat stewart bukan pribadinya. dia ga kompeten karena pendapat nya ga ilmiah

sekarang isi tulisan stewart diakui di dunia sains bagian mana? jurnal ilmiah nya apa ada? teori apa kalau(yang ilmiah) yang dia sajikan untuk menjawab keanekaragaman hayati ?
kalau memang ada, aku akui dia cukup kompeten bahas semua ini. kalo ngga ya maaf.
ngapain jadikan tulisan dia sebagai argumen
coba kalo anak lu nanya "bulan lebih besar dari matahari ya ?"
trus lu jawab "kamu anak kecil gak pantes nanya2 ke saya, nanti kalo lu udah lulus kuliah baru lu boleh nanya ke saya, lu gak tau kalo gw gelarnya udah setinggi langit ?"
apakah argumen semacam itu pantas diutarakan kepada orang pada orang yg menguji sebuah teori ?
saya rasa jawaban macam itu hanya terjadi pada uji Teori Evolusi karena entah mngapa "science" yg satu ni penuh dengan reaksi emosional dari pendukungnya.

David Steward menulis buku bersama beberapa ilmuwan, saya punya bukunya lengkap dengan tanda tangan mereka karena mereka pernah membuat seminar di Universitas Parahyangan, Bandung.
Kelihatannya David Steward lebih berperan sebagai penulis dan editor karena mungkin banyak ilmuwan yang kurang pandai menulis makalah.
Nanti kapan2 kalau saya sempat kerumah saya cari buku itu lagi buat menemukan nama2 ilmuwan yg menulis buku tersebut besrta daftar pustaka data2 yang mereka ajukan, kalau kalian kurang puas dengan nama penulis bukunya kan bisa langsung merujuk ke ilmuwan lain yg memberikan data2 pada mereka.

---------- Post added at 06:38 PM ---------- Previous post was at 06:18 PM ----------

Back to topic.

Apakah Radiometric Dating akurat ?

Jawabannya, akurat di laboratorium.
Namun saat di aplikasikan kedalam Praktek, hasilnya sangat sulit mencapai akurasi yang baik karena banyak asumsi2 dasar yang tidak tentu sesuai dengan teori.

Misalnya perbandingan antara C14 dengan C12, diasumsikan rasio perbandingan ke dua atom tersebut di masa lalu identik dengan rasio ke dua atom itu di jaman sekarang.

Teknik Radiometric Dating lainnya juga sangat sulit mencapai akurasi yang baik karena berbagai asumsi dasar yang dipakai dalam teori tidak sesuai dengan praktek.

Contoh yang menarik ada di Pengukuran usia bebatuan di gunung Saint Helen di tahun 1992 oleh DR Steven Austin, penelitian terhadap batuan yang terbentuk dari lava pada tahun 1986 menghasilkan usia ratusan ribu tahun hingga jutaan tahun dengan teknik Kalium-Argon.
Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan yang sangat kompeten, dengan menggunakan laboratorium indipendent.

Ketika hasil penemuan ini dipublish lengkap dengan semua data2 scientific, reaksi dari kaum evolusionis sangat emosional.
Sebagian besar menuduh sample telah terkontaminasi argon, sebagian lagi menuduh peralatan laboratorium terkontaminasi argon dari penelitian sebelumnya, namun mayoritas mengataka bahwa uji Kalium-Argon kurang tepat untuk uji batuan yang usianya muda, harus yg usianya jutaan tahun.

Nah kalau uji batuan hanya bisa menguji batuan yg berusia jutaan tahun, bagaimana kita bisa mengkalibrasi teori Radiometric Dating ?

Para ilmuwan yang agnostik, yang tidak percaya teori evolusi maupun teori bible mengambil sikap bahwa usia bumi yg pasti tidak diketahui karena bible tidak bisa menjawab dan Radiometric Dating sangat tidak akurat.

ilmu nuklir tetap berguna bagi banyak bidang, namun saat diterapkan pada geologi hasilnya masih belum maksimal, tak ada salahnya kita terus mengembangkan ilmu untuk mencari teknik2 yang lebih akurat sebelum mengambil sikap bahwa yg ini benar atau itu salah berdasarkan data2 yg kurang reliable.