ok saya coba jawab dengan apa yg saya ingat saja ya...
Richard Dawkins banyak bercerita panjang lebar tentang evolusi mhluk hidup dengan dasar satu kata ini "perhaps"
misanlnya dia bercerita mungkin kelelawar itu berasal dari tupai yang hidup dipohon dan berloncatan dari ranting ke ranting, tupai yang memiliki gelambir kulit lebih besar bisa loncat lebih jauh dan mengembangkan keturunan yang semakin lama semakin bersayap dan suatu hari menjadi kelelawar.
bagi saya cerita semacam itu hanya seperti dongeng anak2, saat teorinya diuji oleh cabang ilmu biochemical maka terkuak sebuah loncatan logika yang terlalu jauh.
antar tupai dengan kelelawar meskipun secara fisik memiliki kemiripan namun secara genetik sangat berbeda.
Fungsi2 biologis kedua species itu sangat berbeda.
Kalau ada waktu cobalah search "irreducible complexity"
ini sebuah penjelasan ilmiah mengenai kompleksitas mahluk hidup, misalnya sistim penglihatan.
mata manusia merupakan sebuah sistim yang sangat kompleks dan sempurna, misalnya kita kehilangan satu jenis protein saja maka seluruh sistim penglihatan menjadi tidak berjalan.
jadi teori ini menjelaskan bahwa mahluk hidup tidak bisa dikategorikan hanya menjadi simple atau kompleks, berubah dari yang satu ke yang lain secara random.
bayangkan, 1 komponen hilang dari sistim penglihatan akan merusak segalanya, mungkinkah mahluk hidup terjadi secara random ?
teori irreducible complexity sulit dibantah oleh ilmuwan2 hingga saat ini tapi cenderung diabaikan, karena para ilmuwan atheis sangat takut dengan penelitian2 yang mengarah kepada intelegent design.
itu sebabnya banyak orang yna lebih suka bertahan dengan cerita2 dongeng macam yang diutarakan oleh Richard Dawkins, karena tidak ada sang creator disana.
itu alasan filosofisnya.
---------- Post added at 08:24 PM ---------- Previous post was at 08:21 PM ----------
coba dibaca2 jawaban Michael Behe terhadap Richard Dawkins
Biochemist Michael Behe answers that the blind watchmaker thesis is a relic of a nineteenth-century science which lacked the understanding of biological mechanisms that recent advances in molecular biology have provided. The biologists who established the still-dominant Darwinian orthodoxy thought of the cell as an undifferentiated blob of “protoplasm.” Like a child imagining he might construct an airplane out of cardboard boxes and pieces of wood, they could blithely propose materialist evolutionary scenarios for biological systems because they had no idea of how those systems actually work. The organism (and especially the cell) was to them a “black box”—a machine that does wonderful things by some mechanism nobody knows
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote