Quote Originally Posted by AsLan View Post
kalo orang mengajukan teori listrik atau gelombang radio, maka saat teorinya diuji maka dia akan mengutarakan fakta2 ilmiahnya, tapi kalo ada orang berani menguji Teori Evolusi... langsung dihajar beramai2, latar belakangnya dikorek2, dan orang2 sampai menghabiskan waktu untuk mencari kelemahan pribadi dari si pengkritik.
sederhana saja, agar sesuatu dapat diterima secara ilmiah, yg nulis harus orang yg kompeten di bidangnya. makanya dalam jurnal sains, meski tukang obat kaki lima yg mengklaim punya penawar obat segala penyakit termasuk HIV/AIDS, maka tulisannya sudah dipasti gak bakal masuk jurnal sains tsb.

Pemeriksaan latar belakang sangat penting, untuk melihat latar belakang kompetensinya, pendidikannya, sehingga bisa memeriksa apakah karya org tersebut berbobot secara ilmiah atau cuma koar-koar cap kecap. Klaim sepihak tanpa disertai dukungan dan bukti lain dr peneliti lain.


Quote Originally Posted by AsLan View Post
harusnya orang sadar, ada sesuatu dibalik teori evolusi sampai2 para penganutnya rela melakukan apapun, yg scientific maupun yang tidak untuk menyerang orang2 yg berani menyenggol "teori suci" ini.

satu hal lagi, teori evolusi diajukan ratusan tahun yang lalu, kemudian selama ratusan tahun penganutnya berupaya mencari bukti.
artinya penganut teori evolusi adalah orang yg percaya sesuatu tanpa bukti, bukti boleh belakangan, yang penting percaya dulu.

salut deh dengan effort para penganut kepercayaan ini, beratus tahun rela mendebat, menyerang, membela dan menghabiskan waktu untuk membuktikan Iman.
ganti kata "evolusi" dengan "kreasionis", maka orang-orang bakal terkejut karena kalimat di atas lebih cocok untuk ditujukan kepada pihak mana.


Quote Originally Posted by AsLan View Post
back to topic,
argumen lu tentang bom atom 1945 menunjukkan bahwa lu gak membaca bantahan orang dengan baik, keburu emosi mungkin
bukan saya yg terlalu emosi, tapi anda yg terlalu bersemangat. ketika nemu tulisan yang "membantah evolusi", maka langsung menelan tulisan tsb secara mentah2 tanpa dicek validasi data yg digunakan, dan bobot keilmiahan yang akurat dalam tulisan. satu tulisan (karena di internet pun gak ada lagi sumber lain yg menyatakan hal yg sama), sudah terbantah oleh ribuan (kalo gak jutaan) tulisan ilmiah dr berbagai disiplin ilmu di berbagai universitas.

Quote Originally Posted by AsLan View Post
penemuan2 nuklir beserta dengan limbahnya beresiko mencemari dan mengganggu pengukuran radioaktif, thats all.
kalo seorang berkeras bahwa fosilnya tidak pernah terkontaminasi limbah nuklir dengan data2 falid, it's ok, gak perlu marah2 atau personal attack.
kesimpulannya sederhana, kalau emang kontaminasi nuklir menyebabkan pengukuran jd gak valid karena makhluk hidup yg hidup setelah tahun 1940 terkontaminasi, berarti semua makhluk hidup yg mati sebelum tahun 1940 itu beneran usianya. jadi fosil manusia purba dan dinosaurus itu usianya emang setua yg ditulis di jurnal sains yg ada. padahal stewart sendiri gak percaya gak ada apapun sebelum 4000SM

Quote Originally Posted by AsLan View Post
coba kalo anak lu nanya "bulan lebih besar dari matahari ya ?"
trus lu jawab "kamu anak kecil gak pantes nanya2 ke saya, nanti kalo lu udah lulus kuliah baru lu boleh nanya ke saya, lu gak tau kalo gw gelarnya udah setinggi langit ?"
apakah argumen semacam itu pantas diutarakan kepada orang pada orang yg menguji sebuah teori ?
kemungkinan jawaban saya, "aduh Nak, bapak belum pernah baca buku sains apapun. jadi bapak gak ngerti yang begituan--perbandingan konfigurasi jarak matahari-bumi vs diameter bulan-jarak bumi/bulan". Jadi mending kamu baca sendiri sains yg bener yang bener yah Nak. yg nulisnya harus kompeten di bidangnya. jangan sampai kamu membaca dari buku yang ditulis orang yg gak ngerti di bidang tsb. Soalnya banyak orang-orang sok ngerti lalu bikin tulisan dan klaim palsu"

Quote Originally Posted by AsLan View Post
saya rasa jawaban macam itu hanya terjadi pada uji Teori Evolusi karena entah mngapa "science" yg satu ni penuh dengan reaksi emosional dari pendukungnya.
iya, hanya PERASAAN anda saja. coba googling "newton vs leibnitz", kalau mau yg lebih rumit lagi, baca ttg "EPR paradox".

Quote Originally Posted by AsLan View Post
Apakah Radiometric Dating akurat ?

Jawabannya, akurat di laboratorium.
Namun saat di aplikasikan kedalam Praktek, hasilnya sangat sulit mencapai akurasi yang baik karena banyak asumsi2 dasar yang tidak tentu sesuai dengan teori.
syukurlah. soalnya para ilmuwan mengambil sampel fosil/artefak dr lapangan (situs), lalu karena gak mungkin ngetes langsung di afrika karena gak ada alatnya, mereka mengirim sampel ke laboratorium modern. maka hasil yg didapat pun akurat.



wah, purba keren, mau nerangin ttg radiometrik. Meski saya sih udah pesimis, tulisan tsb gak dibaca. sama seperti tulisan2 sebelumnya--yg bahkan disertai link2 sumber yg terpercaya--biasanya orang2 spt ini setelah diberikan jawaban yg membuktikan klaim mereka gak ilmiah, lalu bungkam dan mengalihkan perhatian ke "bukti ilmiah lain". begitu senang mencecar dg pertanyaan, pas dibalik ditanya, pura2 gak baca