sederhana saja, agar sesuatu dapat diterima secara ilmiah, yg nulis harus orang yg kompeten di bidangnya. makanya dalam jurnal sains, meski tukang obat kaki lima yg mengklaim punya penawar obat segala penyakit termasuk HIV/AIDS, maka tulisannya sudah dipasti gak bakal masuk jurnal sains tsb.
Pemeriksaan latar belakang sangat penting, untuk melihat latar belakang kompetensinya, pendidikannya, sehingga bisa memeriksa apakah karya org tersebut berbobot secara ilmiah atau cuma koar-koar cap kecap. Klaim sepihak tanpa disertai dukungan dan bukti lain dr peneliti lain.
ganti kata "evolusi" dengan "kreasionis", maka orang-orang bakal terkejut karena kalimat di atas lebih cocok untuk ditujukan kepada pihak mana.
bukan saya yg terlalu emosi, tapi anda yg terlalu bersemangat. ketika nemu tulisan yang "membantah evolusi", maka langsung menelan tulisan tsb secara mentah2 tanpa dicek validasi data yg digunakan, dan bobot keilmiahan yang akurat dalam tulisan. satu tulisan (karena di internet pun gak ada lagi sumber lain yg menyatakan hal yg sama), sudah terbantah oleh ribuan (kalo gak jutaan) tulisan ilmiah dr berbagai disiplin ilmu di berbagai universitas.
kesimpulannya sederhana, kalau emang kontaminasi nuklir menyebabkan pengukuran jd gak valid karena makhluk hidup yg hidup setelah tahun 1940 terkontaminasi, berarti semua makhluk hidup yg mati sebelum tahun 1940 itu beneran usianya. jadi fosil manusia purba dan dinosaurus itu usianya emang setua yg ditulis di jurnal sains yg ada. padahal stewart sendiri gak percaya gak ada apapun sebelum 4000SM
kemungkinan jawaban saya, "aduh Nak, bapak belum pernah baca buku sains apapun. jadi bapak gak ngerti yang begituan--perbandingan konfigurasi jarak matahari-bumi vs diameter bulan-jarak bumi/bulan". Jadi mending kamu baca sendiri sains yg bener yang bener yah Nak. yg nulisnya harus kompeten di bidangnya. jangan sampai kamu membaca dari buku yang ditulis orang yg gak ngerti di bidang tsb. Soalnya banyak orang-orang sok ngerti lalu bikin tulisan dan klaim palsu"
iya, hanya PERASAAN anda saja. coba googling "newton vs leibnitz", kalau mau yg lebih rumit lagi, baca ttg "EPR paradox".
syukurlah. soalnya para ilmuwan mengambil sampel fosil/artefak dr lapangan (situs), lalu karena gak mungkin ngetes langsung di afrika karena gak ada alatnya, mereka mengirim sampel ke laboratorium modern. maka hasil yg didapat pun akurat.
wah, purba keren, mau nerangin ttg radiometrik. Meski saya sih udah pesimis, tulisan tsb gak dibaca. sama seperti tulisan2 sebelumnya--yg bahkan disertai link2 sumber yg terpercaya--biasanya orang2 spt ini setelah diberikan jawaban yg membuktikan klaim mereka gak ilmiah, lalu bungkam dan mengalihkan perhatian ke "bukti ilmiah lain". begitu senang mencecar dg pertanyaan, pas dibalik ditanya, pura2 gak baca![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote