wkowkwowko... kalo mau baca jurnal ilmiah, nih salah satunya http://www.clv-server.de/pdf/255255.pdf
bagaimana mahluk hidup membutuhkan yg namanya Informasi untuk memiliki tubuh yg baik dan berfungsi secara benar.
Sebaliknya orang Evolusi bolak balik cuma ngomong tentang lalat buah atau bakteri resistan sebagai bukti Evolusi, padahal itu bukan information gaining, cuma sekedar Natural Selection, Negative Mutation atau Horizontal Gene Transfer.
Dari dulu bakteri diamati terus, sampai sekarang mereka masih jadi bakteri, kapan bisa jadi mahluk non bakteri ya ?kayaknya ada yg salah dengan teori "agung"
Penyebaran manusia sudah jutaan tahun ?
Ok lu mau membantah Teori Banjir dengan menunjukkan bahwa fosil manusia usianya jutaan tahun.
Tapi "fosil jutaan tahun "tidak bisa diukur dengan Carbon 14, maka terpaksa harus mengukur batuan disekitar fosil.
Sedangkan asumsi pengukuran batuan disekitar fosil akan batal kalau fosil itu terkubur oleh banjir
Mengenai karang sama seperti mahluk hidup lain, masing2 berkembang menjadi berbagai macam ras atau sub species, misalnya Anjing, Serigala, Dingo masing2 memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Ikan jaman sekarang memang begitu tapi tidak berarti ikan di jaman Nuh sama seperti itu.ikan dan semua makhluk air sangat sensitif terhadap salinitas/kegaraman air. masukkan saja ikan teri ke baskom berisi air akua atau ikan mujair cemplungin ke air laut. lihat apa yang terjadi. banjir besar bisa merubah drastis salinitas yg dibutuhkan masing2 makhluk air (udang, kepiting, cumi2. dll)
Semua serangga dan hewan2 darat masuk ke kapal sepasang2, dan sudah saya katakan bahwa tidak harus semua sub species, cukup sepasang laba2, sepasang kumbang dst setelah banjir selesai barulah mereka berkembang biak menjadi berbagai sub species melalui Mutasi, Seleksi alam dan Variasi.dan bagaimana dengan serangga? berapa puluh juta keluarga serangga/kumbang/lipan/laba-laba? dikoleksi ke bahtera juga itu semua? harus sepasang2 kan? jenis mamalia yg hidup di tundra sampai hingga hutan tropis bahkan gurun teramat-amat tak terhitung...
Itu kan kepercayaanmu.piramida tertua mesir lebih dari 4500 tahun umurnya. bahkan ada bangunan lain yg jauh lebih tua seperti zigurat bangsa akadia/babilonia/sumeria, dll)
Sejarah Egypt yg lu tau itu ditulis berdasarkan tulisan seorang pendeta bernama Manetho yg bekerja dibawah Ptolomy II.
Dan tulisan ini jauh dari rapi, pada dasarnya dia menulis sejarah tanpa Chronology yg benar, seperti semua catatan kerajaan, tahun2 selalu ditulis sebagai tahun sekian dari raja anu, bukan kronologi secara umum.
Seorang ahli sejarah di abad 4 yg bernama Eusebius sudah menangkap hal ini dan menuliskan :
“Several Egyptian kings ruled at the same time. . . . It was not a succession of kings occupying the throne one after the other, but several kings reigning at the same time in different regions.”4 Because Manetho’s history lists the reigns of kings who ruled simultaneously, historians should not add the years of the kings’ reigns together as if the kings ruled one after another.
Potongan Es juga harus di -interpretasikan-
jangan kira bahwa interpretasi2 itu benar dan selalu scientific karena selalu atas dasar asumsi2 yg belum tentu benar.
Lu mengasumsikan bahwa saat terjadi banjir besar, lapisan es di kutub sama seperti sekarang sehingga terjadi endapan tanah/batuan diatas es yg kemudian tertutup lagi oleh lapisan es berikutnya.
Itu asumsinya adalah es di kutub tidak mencair saat itu.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



kayaknya ada yg salah dengan teori "agung" 
Reply With Quote