Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
Jadi ketika dahulunya ikan gua punya mata lengkap, lalu mutasi negatif membuat matanya tidak memiliki kemampuan melihat, maka dia menjadi nyaman. begitu?

sejak awal saya sudah menyarankan untuk membaca buku evolusinya yang bener dan lengkap. jelas situh (sengaja) melupakan mekanisme evolusi lain: variasi, seleksi, adaptasi.
Variasi, Seleksi, Adaptasi : Semuanya benar dan terbukti di laboratorium, lengkap dengan bukti2 empiris.

Tapi saat semuanya diaplikasikan kepada konsep Makro Evolusi dimana beberapa Ahli Evolusi seperti Purba percaya bahwa mahluk hidup berasal dari suatu Common Ancestor, hal ini tidak terbukti dan terjadi loncatan logika.




dan mengenai loncatan logika, mengapa di zaman dinosaurus tidak pernah ditemukan fosil mamalia bahkan burung? tanpa evolusi, bisa dijelaskan mengapa terjadi hal ini tanpa loncatan logika?
Karena Timeline buatan evolusionist itu cacad dan dibuat atas dasar asumsi2 yg belum tentu benar.



mutasi tidak sama dengan kanker, jika itu yang situh maksud. lagian, zaman sekarang juga ditemukan varian yang lebih beragam virus dan bakteri darpada masa lampau.
Kangker adalah mutasi genetik namun bukan gametik, sel kangker membelah diri dan meneruskan kode mutasinya, namun karena mutasi ini tidak terjadi pada sel seksual maka tidak diturunkan kepada generasi berikutnya.


virus memang punya kemampuan bermutasi secara alamiah, beda dengan mahluk lain yg berusaha mengeliminir perubahan genetik.
Tapi yang harus dipikirkan kenapa sampai sekarang virus tetaplah virus, tidak pernah menjadi bakteri atau mahluk2 lain.