Busut, kepala batu juga neh...
Ane ulang lagi pertanyaan yg ente belum jawab2. Ente sadar gak sih? Perubahan genetik terjadi pada level DNA. DNA itu sebuah molekul yg tersusun dari atom-atom. Nah apakah perubahan pada molekul tsb terjadi dgn sendirinya atau ada campur tangan perancang cerdas?
Omong kosong. Ketika bakteri menjadi kebal terhadap suatu antibiotik sehingga berkembang biak, itulah evolusi, tidak masalah apakah kehilangan atau kedapatan sifat2 genetik.Tapi biologi molekular menemukan bahwa mutasi bukan evolusi karena tidak pernah terjadi peningkatan melainkan hanya kerusakan dan kehilangan sifat2 genetis.
Jadi mutasi atau restrukturisasi atom-atom di dalam DNA bisa terjadi dengan sendirinya? Ente gak salah ngomong nih?Mutasi ini bisa terjadi secara RANDOM di alam bebas tanpa campur tangan manusia, misalnya pada sekumpulan populasi species yg terpisah dari kelompok lainnya sehingga membentuk satu koloni terpisah dan melakukan inter-breed.
Dua atom hidrogen bergabung dgn satu atom oksigen membentuk molekul air, terjadi dengan sendirinya atau dgn bantuan perancang cerdas?Kalau di alam bisa terjadi percampuran hidrogen dengan oksigen secara alami, dan secara alami pula terbentuk air maka itu adalah peristiwa yg bisa terjadi secara random.
DNA sintetis menunjukkan bahwa kehidupan hanyalah dinamika molekul karena interaksi elektromagnetik. Atom-atom yg berserakan akan menggabungkan diri dgn sendirinya membentuk DNA karena ada interaksi elektromagnetik tsb. Ini sebuah prinsip yg gamblang sekali.Abiogenesis ditendang karena tidak ada orang bisa membuktikan terjadinya awal kehidupan, sehingga orang terpaksa percaya bahwa ada sang creator yg menciptakan awal kehidupan.![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote