Results 1 to 20 of 634

Thread: Evolusi

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    ya, setuju.
    Namun untuk bisa menghasilkan sebuah fungsi tubuh yg sempurna dibutuhkan sebuah rancangan DNA yg sempurna pula, itu sebabnya Positive Mutation tidak bisa ditemukan dilaboratorium, yg bisa terjadi hanyalah negative mutation yg dipandang dengan sikap optimis seperti kumbang yg kehilangan/kerusakan gen sayap (Negative), dipandang optimis karena ia tidak lagi beresiko tertiup angin dan jatuh ke laut.
    tubuh yg sempurna seperti apa? tidak ada tubuh yg sempurna. yg ada hanyalah tubuh yg menjamin kelangsungan hidupnya. tubuh manusia tidak lebih sempurna dari binatang lainnya. kalau berbicara otak, mungkin otak manusia lebih superior dari spesies lainnya. kalau bicara hidung, mungkin hidung anjing lebih superior dari spesies lainnya. kalau bicara mata, mungkin mata elang lebih superior dari spesies lainnya.
    tapi tidak ada spesies yg sempurna.

    bakteri pemproduksi B-Laktamase tidak lebih sempurna dari bakteri yg tidak memproduksinya. tp itu bisa membantunya untuk bertahan hidup dan meneruskan gen yg dimilikinya kepada anak2nya.
    jadi, menurut anda, lahirnya bakteri pemproduksi B-Laktamase apakah termasuk positive mutation ataukah negative mutation?
    Seorang Profesor dibidang biologi molekular mengamati bahwa alam tidak bisa menghasilkan struktur genetika baru yg berfungsi baik atau lebih baik dari sebelumnya, apalagi kalau faktor pembentuknya adalah radiasi dan serangan virus, ibarat jutaan mobil toyota yg diserang hujan meteor dan berharap salah satunya bisa berubah menjadi pesawat boing 737.

    Secara teori, hujan meteor pasti mengubah, menambah, mengurangi, memodifikasi urutan konstruksi mobil toyota sehingga seorang bisa menghayalkan chance terjadinya pesawat karena peristiwa itu, namun hal itu membutuhkan iman yg sangat besar untuk percaya.
    perubahan bentuk mobil toyotatidak bisa disamakan dengan perubahan bentuk badan organisme.
    tubrukan meteor pasti mengubah bentuk mobil -> ya, itu pasti
    mutasi gen pasti mengubah urutan DNA -> ya, itu pasti

    dalam perbandingan diatas, anda menyamakan mobil toyota sebagai bentuk badan mikroba, dan pesawat terbang sebagai bentuk manusia.
    yg benar adalah, mobil toyota disamakan sebagai "urutan kode DNA" mikroba, dan pesawat disamakan seperti "urutan kode DNA" manusia

    ya, [mutasi/tabrakan meteor] bisa mengubah [urutan kode DNA mikroba/Toyota] menjadi [urutan kode DNA manusia/Pesawat]

    bagaimana fenotipe yg dihasilkannya, tidak ada hubungannya dengan kemampuan mutasi merubah urutan kode.
    dan jgn lupa, dalam evolusi juga ada perkembangbiakan, sehingga bila variasi ada kode yg tidak stabil, maka variasi kode yg lebih stabil yg akan terus direplikasi.

    salah satu contoh,
    Pada 1993, DR Steve Austin mengambil sample batuan dari Mt. Helen yang meletus di 18 Mei 1980, lalu mengirim sample itu untuk diuji dengan radiometric dating di laboratorium independen.

    Hasilnya menunjukkan bahwa usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun.

    Penelitian ini mempermalukan para penganut Evolusi sehingga memicu perdebatan mengenai akurasi Radio Dating.

    Mengapa bisa terjadi ke tidak akuratan pada Radiomtric Dating ?

    Karena Pengukuran ini menggunakan beberapa ASUMSI yg sulit di ukur reliabilitasnya.

    Contohnya,
    Dr. Russ Humphreys meneliti bahwa penghitungan atom Helium di Kristal Zirkon bisa mengalami kecacatan karena Atom Helium bisa lolos dari dalam Zirkon. Helium adalah hasil peluruhan radioaktif.
    Maka semakin tua umur Kristal Zirkon, semakin banyak kemungkinan lolosnya atom Helium sehingga penelitian umur semakin tidak akurat.

    Dr. Andrew Snelling dari Sydney University meneliti terjadinya Radiohalos dan fissiontracks yg mengindikasikan terjadinya percepatan peluruhan uranium dimasa lalu.

    Ia juga meneliti batuan di Grand Canyon dan menemukan bahwa berbagai teknik radio dating menghasilkan range usia yg sangat berbeda :

    (a) 516±30 million years (the potassium-argon isochron age)
    (b) 1,111±81 million years (the rubidium-strontium isochron age)
    (c) 1,588±170 million years (the samarium-neodymium isochron age)

    Masih di Grand Canyon sebelah barat, batuan disana terbentuk dari erupsi2 yg sering terjadi dalam kurun waktu ratusan tahun. Batuan ini di test menggunakan teknik rubidium-strontium isochron dan menghasilkan usia 1,143±220 juta tahun.
    sebenarnya saya ingin berkata, bahwa "usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun", adalah bukan usia meletusnya gunung tersebut, tetapi usia terbentuknya element pada batu tersebut.
    akan tetapi, akan lebih jelas kalau saya mempelajarinya lebih lanjut.
    mungkin sdr Aslan bisa memberikan link referensinya disini?
    Pada jaman dahulu hanya ada Serigala, belum ada cihuahua, saint bernard atau bulldog, namun serigala ini memiliki semua trait dalam perpustakaan genetikanya, itu sebabnya manusia bisa membreed serigala menjadi cihuahua tapi tidak bisa membreed cihuahua menjadi serigala.

    Hal ini ditegskan oleh penemuan genetik di 22 november 2002.
    In the journal Science, November 22, 2002, researchers reported, “The origin
    of the domestic dog from wolves has been established… .
    We examined the mitochondrial DNA (mtDNA) sequence
    variation among 654 domestic dogs representing all major
    dog populations worldwide, … suggesting a common origin
    from a single gene pool for all dog populations.”
    karena saya belum melihat referensi lengkapnya, saya hanya bisa menanyakan, apakah "srigala" yg dimaksud pada kalimat pertama dan "single gen pool" yg dimaksud pada kalimat ketiga adalah sama?
    apakah anda bisa memberikan link referensinya? rasanya saya perlu membacanya terlebih dahulu.
    Last edited by doubtit; 09-04-2012 at 12:05 AM.

  2. #2
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by doubtit View Post
    tubuh yg sempurna seperti apa? tidak ada tubuh yg sempurna. yg ada hanyalah tubuh yg menjamin kelangsungan hidupnya.
    Ya jelas maksud saya bukan tubuh sempurna seperti malaikat, maksud saya adalah tubuh yg berfungsi sempurna, misalnya paru2 yg berfungsi menyerap oksigen dan mendistribusikannya kedalam darah, hal ini tidak mungkin terjadi karena suatu kebetulan.

    bakteri pemproduksi B-Laktamase tidak lebih sempurna dari bakteri yg tidak memproduksinya. tp itu bisa membantunya untuk bertahan hidup dan meneruskan gen yg dimilikinya kepada anak2nya.
    jadi, menurut anda, lahirnya bakteri pemproduksi B-Laktamase apakah termasuk positive mutation ataukah negative mutation?
    Mari kita bahas lebih dalam mengenai rancangan DNA dan mutasinya.

    Resistensi Bakteri adalah satu contoh bagus bahwa rancangan gen baru tidak pernah tercipta begitu saja, kemunculan bakteri resisten adalah bukti dari NATURAL SELECTION, saya pernah membaca hal ini yaitu antibiotik membunuh banyak strain bakteri yg tidak memiliki daya tahan terhadap obat tersebut namun menyisakan strain bakteri YG kurang reaktif terhadap molekul antibiotik tersebut,
    ketidak reaktifan ini sebenarnya adalah suatu Negatif Mutation karena bakteri ini KEHILANGAN sebagian dari rancangan DNA asal, namun kebetulan hal ini membuatnya terlindung dari antibiotik, dilingkungan tanpa antibiotik justru bakteri strain ini lebih lemah dari bakteri yg tidak termutasi.

    analoginya: ada serangga yg special hidup dirambut mausia dan mengeluarkan racun yg mematikan (mewakili antibiotik), sebagian besar umat manusia punah karena hal ini (mewakili bakteri) namun ada sebagian manusia yg tetap hidup karena mengalami kebotakan, kebotakan adalah Negatif mutation karena manusia kehilangan sebagian informasi DNA

    Selain itu ada juga penambahan rantai DNA seperti yg anda sebutkan.
    Namun terjadinya rantai baru bukan merupakan program baru !

    DNA pembentuk B-Laktamase tidak mungkin terjadi secara random, Program ini sudah ada sejak lama di banyak bakteri yg kemudian masuk ke urutan DNA bakteri Staphiloccocus Aurelius.

    Ini tetap berbeda dari teori Evolusi karena DNA pembentuk B-Laktamase sangat rumit dan tidak mungkin terjadi secara acak.

    Analoginya:
    Anda punya komputer dengan OS Windows 7, kemudian anda memasukkan program Photoshop kedalamnya.
    Teori Evolusi percaya bahwa program Photoshop bisa terjadi secara random.

    Bagi para ilmuwan yg bergerak dibidang biologi molekular, pembentukan program photoshop secara random adalah omong kosong.

    Memang Windows 7 bisa menerima berbagai macam paket2 program, tapi tidak mungkin paket program2 ini terjadi secara random.

    Teori Evolusi percaya bahwa program2 semcam Photoshop, Excel, Antivirus dll bisa terjadi secara random dengan mengurutkan bahasa mesin,
    Bahasa komputer jauh lebih sderhana daripada bahasa DNA, komputer hanya menggunakan 0 dan 1, nah coba saja kombinasikan 0 dan 1 secara acak, bisakah terjadi program photoshop ?



    sebenarnya saya ingin berkata, bahwa "usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun", adalah bukan usia meletusnya gunung tersebut, tetapi usia terbentuknya element pada batu tersebut.
    akan tetapi, akan lebih jelas kalau saya mempelajarinya lebih lanjut.
    mungkin sdr Aslan bisa memberikan link referensinya disini?

    karena saya belum melihat referensi lengkapnya, saya hanya bisa menanyakan, apakah "srigala" yg dimaksud pada kalimat pertama dan "single gen pool" yg dimaksud pada kalimat ketiga adalah sama?
    apakah anda bisa memberikan link referensinya? rasanya saya perlu membacanya terlebih dahulu.
    Mengenai link mudah saja, silahkan google kata kunci ini "Mt Helen radiometric"

    ingat ya, ini pekerjaan para ahli geologi, mereka tidak mungkin salah paham antara usia batuan dengan usia letusan.
    Yang saya tahu, lelehan lahar itu mereset usia batuan, dengan cairnya batuan karena suhu tinggi maka molekul doughter isotop akan terlepas keudara sehingga perhitungan usia akan dimulai dari 0, tanpa peristiwa ini maka semua usia batuan adalah sama yaitu sesuai usia terbentuknya bumi.
    Justru konsep menghitung usia batuan adalah menghitung kapan batuan itu membeku dari lava.

    Konsep menghitung usia fosil adalah menghitung kapan fosil tersebut mati, karena setelah mati hewan/tumbuhan itu tidak lagi memperoleh carbon dari udara atau dari manapun, sejak saat itulah dougter isotop mulai dihitung peluruhannya.

    Intinya Radiometric Dating menggunakan banyak asumsi2, kesalahan pada salah satu asumsi akan menghasilkan kesalahan penghitungan.

    Contoh, asumsi bahwa sample tidak terkontaminasi molekul yg sama dengan doughter isotop dari sumber lain, asumsi bahwa sample mendapatkan radiasi kosmik yg sama disetiap jaman (penghitungan C14), asumsi bahwa sample tidak mengalami lolosnya molekul sejak awal terjadinya hingga ribuan/jutaan tahun saat dilakukan penghitungan dst dst...

    ---------- Post added at 03:59 PM ---------- Previous post was at 03:33 PM ----------

    Saat Darwin membuat hipotesa Evolusi, beliau belum tahu mengenai DNA.

    Pengamatan Darwin hanya mengenai kemiripan tubuh mahluk hidup, dari kemiripan ini beiau membayangkan bahwa mahluk2 yg tubuhnya mirip tentu penya hubungan kekerabatan.

    Namun setelah ilmu pengetahuan menemukan DNA, hipotesa Darwin tidak terbukti.

    Misalnya kemiripan antara tangan/kaki manusia dengan tangan/kaki katak.
    Secara visual orang bisa berkata bahwa manusia dengan katak memeiliki kekerabatan karena konstruksi tulang tangan/kaki beserta otot2nya sangat mirip.

    Namun para peneliti telah membuktikan bahwa antara tangan/kaki manusia dan katak memiliki perbedaan program DNA yg sangat jauh.
    Bahkan proses pertumbuhan tangan/kaki manusia jauh berbeda dari katak sejak embrio.

    Lalu pengikut paham Evolusi merevisi pandangan mereka, kini mereka membuat hipotesa baru yaitu kemiripan DNA antar mahluk hidup membuktikan kekerabatan.

    Sebetulnya satu fenomena bisa di interpretasikan menjadi beberapa hipotesa, sayangnya orang evolusi menutup pandangan mereka dari hipotesa2 lainnya.

    Kemiripan DNA dan kesamaan bahan pembentuk DNA (protein) tidak harus di interpretasikan sebagai persamaan kekerabatan.

    Mahluk hidup perlu memiliki komponen tubuh dari bahan yg serupa karena Tuhan menciptakan mahluk hidup untuk saling berinteraksi, itu sebabnya tumbuhan, hewan dan manusia sama2 terbuat dari Protein, sehingga bisa saling memakan dan berinteraksi.

    Kemiripan DNA menyebabkan manusia bisa menggunakan kera atau tikus untuk mencoba obat2an bagi manusia (ternyata tikus memiliki tingkat kemiripan DNA dengan manusia jauh lebih tinggi daripada simpanse).

    Selain itu kemiripan tubuh mahluk hidup juga tidak harus di interpretasikan sebagai suatu kekerabatan namun karena kesamaan fungsional, itu sebabnya tangan kera mirip dengan tangan manusia mirip juga dengan tangan katak karena berfungsi untuk mencengkram.

    Ibarat ban motor mirip dengan ban mobil karena fungsinya sama, namun ban motor diciptakan di pabrik swallow ban mobil diciptakan di pabrik Goodyear, meskipun tangan manusia mirip dengan hewan tapi secara DNA berbeda.

    Cabang biologi molekular juga menemukan bahwa rancangan DNA mahluk hidup sangat rumit dan tidak mungkin terbentuk secara acak (saya menganalogikan dengan program photoshop yg tercipta karena rancangan seseorang).

    Teori Evolusi percaya bahwa manhluk hidup dimulai dari mahluk ber sel 1 yg sederhana, dengan DNA yg sederhana lalu sejalan dengan waktu terbentuk program2 DNA yg canggih seperti program mata yg bisa menangkap cahaya, telinga yg bisa menginterpretasikan suara, jantung yg bisa menjalankan peredaran darah dst dst... hal ini membutuhkan imajinasi yg terlalu besar.

    orang2 di jaman Darwin, orang melihat mahluk bersel 1 itu adalah mahluk yg sederhana, mereka pikir mahluk2 seperti itu mudah terbentuk dari unsur2 bumi seperti tanah, air, mineral dll
    Namun setelah adanya mikroskop elektron, orang baru sadar bahwa mahluk bersel 1 pun sangat rumit dan terancang dengan baik, sedikit kerusakan disebagian tubuhnya akan membunuh mahluk ini, orang juga menemukan Virus.
    Virus yg dulu pernah disebut sebagai perantara benda mati dengan mahluk hidup ternyata sangat canggih dan mengagumkan.
    Last edited by AsLan; 09-04-2012 at 04:35 PM.

  3. #3
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Mengenai link mudah saja, silahkan google kata kunci ini "Mt Helen radiometric"

    ingat ya, ini pekerjaan para ahli geologi, mereka tidak mungkin salah paham antara usia batuan dengan usia letusan.
    Yang saya tahu, lelehan lahar itu mereset usia batuan, dengan cairnya batuan karena suhu tinggi maka molekul doughter isotop akan terlepas keudara sehingga perhitungan usia akan dimulai dari 0, tanpa peristiwa ini maka semua usia batuan adalah sama yaitu sesuai usia terbentuknya bumi.
    Justru konsep menghitung usia batuan adalah menghitung kapan batuan itu membeku dari lava.

    Konsep menghitung usia fosil adalah menghitung kapan fosil tersebut mati, karena setelah mati hewan/tumbuhan itu tidak lagi memperoleh carbon dari udara atau dari manapun, sejak saat itulah dougter isotop mulai dihitung peluruhannya.

    Intinya Radiometric Dating menggunakan banyak asumsi2, kesalahan pada salah satu asumsi akan menghasilkan kesalahan penghitungan.

    Contoh, asumsi bahwa sample tidak terkontaminasi molekul yg sama dengan doughter isotop dari sumber lain, asumsi bahwa sample mendapatkan radiasi kosmik yg sama disetiap jaman (penghitungan C14), asumsi bahwa sample tidak mengalami lolosnya molekul sejak awal terjadinya hingga ribuan/jutaan tahun saat dilakukan penghitungan dst dst...
    Saintis sadar bahwa setiap metode pengukuran mengandung kesalahan. Karena itu utk mengukur umur batuan tidak hanya menggunakan radiometri, tapi juga biostratigrafi dan metode-metode geologi lainnya. Jadi kalo kaum teis mau menyanggah kebenaran umur batuan, bukan dgn menunjukkan adanya kesalahan pada suatu metode, karena kesalahan pengukuran itu hal yg niscaya, melainkan dgn menunjukkan ketidakkonsistenan antara hasil pengukuran satu metode dgn metode lainnya.

  4. #4
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Saintis sadar bahwa setiap metode pengukuran mengandung kesalahan. Karena itu utk mengukur umur batuan tidak hanya menggunakan radiometri, tapi juga biostratigrafi dan metode-metode geologi lainnya. Jadi kalo kaum teis mau menyanggah kebenaran umur batuan, bukan dgn menunjukkan adanya kesalahan pada suatu metode, karena kesalahan pengukuran itu hal yg niscaya, melainkan dgn menunjukkan ketidakkonsistenan antara hasil pengukuran satu metode dgn metode lainnya.
    misalnya ini :

    (a) 516±30 million years (the potassium-argon isochron age)
    (b) 1,111±81 million years (the rubidium-strontium isochron age)
    (c) 1,588±170 million years (the samarium-neodymium isochron age)

  5. #5
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    misalnya ini :

    (a) 516±30 million years (the potassium-argon isochron age)
    (b) 1,111±81 million years (the rubidium-strontium isochron age)
    (c) 1,588±170 million years (the samarium-neodymium isochron age)
    Ini semuanya (kalo bener) hasil radiometri, satu metode saja. Gak mungkin seorang geologis menerima hasil tsb begitu saja. Mereka akan mencari dgn metode lain utk saling melengkapi. Jadi ketika para geologis mengatakan umum Bumi sekian juta tahun, itu hasil dari beberapa metode, tidak satu metode saja.

    DI atas gw sempet bilang 'kalo bener', karena lu ambil tulisan tsb dari blog pendukung inteligent design. Jadi dipertanyakan keobyektifan tulisan tsb.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •