Quote Originally Posted by AsLan View Post
gw tahu koq yg namanya "teori" didalam budaya science, dan hal itu sudah pernah gw singgung di pembahasan2 sebelumnya bahwa budaya science tidak selalu sejalan dengan kebenaran karena ada kelemahan didalamnya yaitu hal2 yg belum terbukti secara empiris bisa dianggap sebagai kebenaran hanya karena "dipercaya" oleh mayoritas dan di judge sebagai "penjelasan terbaik"
berarti anda benar-benar tidak tahu apa arti hakikat sains sebenarnya
teori geosentrisnya Ptolemeus adalh sains pada masanya. Karena dia menjadi alat terbaik yg bisa menjelaskan fenomena alam pada masa itu. teori heliosentris Kopernikus adalah sains pada masanya meski dia banyak membuat asumsi keliru dan terbukti salah besar melalui pengamatan yg dilakukan astronom2 sesudahnya. Bandingkan dg institusi tertentu yg menolak pandangan sains karena bertolak dg penafsiran, lalu kemudian meminta maaf dan mengakui.

Dan rasanya, anda juga gak ngerti bagaimana Darwin bisa sampai merumuskan teori evolusi. Teori. bukan Hipotesis.
Quote Originally Posted by AsLan View Post
mengenai fosil uniseluler dll biarkan scientist bekerja melakukan penelitian dan mencari bukti, tidak perlu direcoki dengan cerita2 dongeng yang dipaksakan untuk dipercaya.
Kita sudah memasuki milenium ketiga (sesudah masehi). perkembangan sains sudah sedemikian maju. Bukti dan penelitian sudah banyak. penjelasan mengenai kemunculan fosil itu sudah terjelaskan dengan baik. Tanpa perlu direcoki masalah "takdir" yang dipaksakan untuk dipercaya dan tak memberikan solusi yang lebih baik karena memang tak memberikan penjelasan apapun. Ilmuwan sudah mendapatkan hasil yg memuaskan. Tinggal anda mau menerima atau tidak. Ini bukan lagi masalah iman, tapi ego dan kesiapan menerima pemahaman baru.
Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
maka selama saya hidup dan nanti sampe saya matipun saya akan yakin dengan hal itu dan menolak teori evolusi.... jadi ya saya nonton aja dah sambil minum lemon tea.... (karena gak ada smilie yang minu teh ya gpp dah pake ini)
Saya membedakan antara iman dan keterhasutan. Iman adalah sesuatu yg akan saya cek kebenarannya (tak hanya dari propaganda VCD you-know-who). bagi saya, iman adalah mempercayai sesuatu dan tidak mempercayai sesuatu karena adanya bukti dan argumen valid yg membuktikan bahwa sesutau itu salah dan benar. Bukan karena saya tidak tahu. Bukan karena saya pura-pura tahu tapi sebenarnya tidak tahu. Bukan karena saya tidak mau mencari tahu. dan bukan juga karena saya sok tahu padahal tidak tahu.