-
Kalangan kitap suci memahami bahwa teori evolusi mengatakan manusia berasal dari kera, sehingga karena itu mereka menolaknya, karena kitap suci mereka mengajarkan manusia berawal dari Adam dan Hawa yg juga adalah manusia. Tapi seperti apa wajah Adam dan Hawa? Apakah seperti Ariel Peterpan dan Luna Maya? Kalo kitap suci memprediksi Adam dan Hawa bermula sekitar 7000an tahun lalu, maka wajahnya gak kalah guantheng dibandingkan Ariel dan gak kalah chuantik dibandingkan Luna. Pada jaman tsb wajah manusia jauh lebih bagus dibandingin wong Sangiran atau pitekantropus-erektus ataupun wong Heidelberg yg masih kayak kera (lha emang kera).
Kalangan pendukung teori evolusi - yg juga meyakini kitap suci - seperti malu-malu utk mengakui bahwa manusia berasal dari kera, sehingga karena itu mereka mengalihkannya ke masalah istilah, bahwa manusia dan kera berbeda, tapi ancestor manusia dan kera yg sama. Lalu apa sebutan ancestor tsb, manukera atau keranusia? Tapi yg jelas ancestor manusia dan kera punya wajah yg kurang guantheng dibandingkan manusia. Hampir gak mungkin si manukera atau keranusia punya wajah keren kayak Brad Pitt. So please deh.. yg kaffah kalo mau nyemplung ke dalam sains.. Atau minimal reinterpretasi kitap suci bahwa Adam dan Hawa adalah masalah kapan kera tsb mau disebut sbg manusia.. 
Kalo ateis, gak begitu mempermasalahkan apakah manusia berasal dari kera, lemur, monyet, wau-wau, babon, babi, atau kecoa sekalipun. Itu masalah waktu saja utk mendapatkan evidensi, mana jalur nenek moyang yg tepat. Ateis melangkah lebih jauh dari itu, bahwa manusia berasal dari benda mati atau tanah kering atau lumpur hitam juga okeh. Lha kok ateis malah mirip kitap suci - yg mengatakan manusia dari lumpur comberan? Ada bedanya, kalo kitap suci pake acara sim salabim abakadabra prok prok prok kun fayakun maka tanah kering atau lumpur secara sekejap berubah menjadi Adam. Sedangkan ateis melihat munculnya manusia dari lumpur melalui proses yg panjang, misalnya mulai dari konstruksi atom per atom menjadi molekul menjadi polimer RNA menjadi sel menjadi manusia. Jadi buat ateis, evolusi sudah pasti, yg tersisa adalah mekanisme apa yg paling memadai utk menjelaskan terjadinya perubahan dari soup quark and gluon hingga manusia seperti sekarang ini. Tampaknya tidak ada tempat buat kalangan kitap suci utk menolak evolusi yg terus bergerak seperti buldozer gak peduli kiri-kanan depan-belakang atas-bawah.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules