Dimensi bisa juga lo lihat ketika menentukan posisi sebuah benda. Misal posisi kota Rotterdam ditentukan dengan menyebutkan lintang dan bujur sekian derajat. Itu namanya dimensi-2 karena butuh dua parameter (lintang dan bujur) utk menentukan posisinya. Misal pesawat terbang di atas kota Rotterdam, itu gak cukup disebutkan lintang dan bujurnya saja, perlu juga disebutkan ketinggiannya. Jadi ada tiga parameter (lintang, bujur, ketinggian). Nah itu disebut dimensi-3. Trus pesawat yg terbang di atas kota Rotterdam dengan lintang, bujur, dan ketinggian sekian, gak cuma satu, bisa ada banyak. Utk membedakannya dibutuhkan satu parameter lagi, yaitu waktu. Misalnya pesawat jam sekian. Maka, jadilah dimensi-4, yaitu lintang, bujur, ketinggian, dan waktu. Itu pengertian dimensi yg biasa dipakai di fisika. Kalo geometri fraktal, malah lebih aneh lagi, ada dimensi pecahan, misalnya dimensi 2,7. Contohnya gulungan benang wool, itu punya dimensi antara 2 dan 3.
Kalo dimensi yg lo sebutin, itu gw lihat sbg fiksi sains atau metafisis atau pseudosains. Ada orang yg berusaha menjelaskan fenomena penampakan seperti berikut. Misalnya lo bayangin diri lo berbentuk lingkaran yang berada di permukaan meja. Kemudian di atas meja ada bola dan di atas bola ada lampu sehingga muncul bayangan lingkaran hitam di atas meja. Maka lo melihat ada makhluk lain yg muncul di permukaan meja tsb. Nah itu adalah penampakan. Jadi menurut penjelasan tsb, penampakan (lingkaran) adalah proyeksi makhluk dari dimensi yg lebih tinggi (bola) ke dimensi tempat manusia hidup.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)


Reply With Quote
