memangnya saya ada bilang gampang kah mba? hanya meminta proporsional,, kalau sudah menjadi suami orang lain atau mempunyai keluarga kecil sendiri,, tolong jangan telantarkan orang tua juga,, biarpun tenaga tak dapat memberikan,, paling tidak materi,, maupun jangan membentak kedua orang tua,,krna beliau sering mengeluh,, namanya orang tua,pasti akan berubah tingkahnya seperti anak kecil lagi, tinggal kita menyikapi dan pengertian kepada mereka.
saya juga pernah merawat orang tua yang sakit mba,,tapi sebagai anak,, apa sih susahnya,, mengalah sedikit untuk mereka,, toh mereka gak lama ini bersama kita,,mereka hanya sebentar nemenin kita... jangan sampai kita menyesal nantinya
terima kasih mba,,mungkin saya belum berpengalaman soal menikah, menjadi istri orang,, dan lain sebagainya... Tapi saya berharap, jika nanti saya sudah melakukan hal tersebut,, saya tidak akan menyia-nyiakan orang tua saya sendiri,, serta mertua saya. saya harus proporsional,, tidak ada yang diberat sebelahkan. Dan meski saya belum punya anak,, tapi saya mencintai ponakan2 saya... seperti anak saya sendiri, malahan dua ponakan saya yang kelas 3 SD dan kelas 6 saya biayai pendidikan les primagamanya sekarang. Didalam keluarga kami,, gak ada yang namanya perhitungan sama anak, dan sedarah.. maupun orang lain... karena sedari kecil selalu diajari.. apa yang kamu tanam,, itu pula yang akan kamu panen...
penat saya,, tak akan sebanding dengan derita sakit yang diderita mama mba... betapa kulit bokong beliau sisa tulang aja,, setiap hari daging beliau di gunting2,, setiap minggu di operasi pembedahan kulit... mama lebih penat dari pada saya mba,, ngapain saya mengeluh... saya juga waktu itu bekerja,, tapi kami (saya,, kakak keempat dan kakak pertama) sering ijin karna nemenin mama di rumah sakit... gak masalah gak punya pekerjaan,, toh pekerjaan bisa dicari,, tapi kalau mama,, mama cuman ada satu mba.. dan gak bisa di cari dimanapun,,
itu bukan sudut pandang saya mba,, saya pernah melakukan penelitian tentang orang tua di panti jompo,, dan penelitian itu bukan subjektif saya,, karna itu adalah tugas sosiologi zaman kuliah dulu,, ada bahan ilmiah,, perbandingan dengan wawancara narasumber, data yang diterima di lapangan,, dan panti jompo yang digunakan adalah panti jompo pusat di samarinda.. daerah jalan remaja, cenderawasih samarinda...
siapapun itu mba,, merawat orang tua adalah sesuatu hal yang berharga... meskipun apapun yang kita beri ke mereka,,tak akan pernah sama.. dan tak akan pernah sebanding...,, iyah mba.. jika kuantitas memang tak dapat berjumpa,, setidanya dalam kualitaslah perbaiki hubungan sama ortu sendiri.. misalnya memberikan zakat kepada beliau tiap bulan sekali... atau kalau datang kerumah bawa makanan,, jangan jadikan rumah orang tua sebagai tempat numpang buang air kecil saja,, berilah Kualitas disaat berjumpa dengan beliau meskipun waktunya sedikit...
saya tidak berburuk sangka,, hanya merasakan kasihan kepada mereka... memangnya mereka bisa jadi orang sukses itu karena siapa? atau jadi orang kaya itu arena siapa? seperti kacang yang lupa kulitnya^_* itu khan sama aja.. tidak tahu arti berbudi dan tidak tahu diri...^^
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





mungkin saya belum berpengalaman soal menikah, menjadi istri orang,, dan lain sebagainya... Tapi saya berharap, jika nanti saya sudah melakukan hal tersebut,, saya tidak akan menyia-nyiakan orang tua saya sendiri,, serta mertua saya. saya harus proporsional,, tidak ada yang diberat sebelahkan. Dan meski saya belum punya anak,, tapi saya mencintai ponakan2 saya... seperti anak saya sendiri, malahan dua ponakan saya yang kelas 3 SD dan kelas 6 saya biayai pendidikan les primagamanya sekarang. Didalam keluarga kami,, gak ada yang namanya perhitungan sama anak, dan sedarah.. maupun orang lain... karena sedari kecil selalu diajari.. apa yang kamu tanam,, itu pula yang akan kamu panen...
Reply With Quote
