Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 52

Thread: KPI Akan Segera Panggil Olga dan Komedian Bermasalah Lainnya

  1. #21
    Opini lain mengenai masalah ini. Source: politikana.com

    Dua hari terakhir time line saya di twitter penuh dengan satu hashtag #RapeIsNot4Joke. Anda, para penyimak media, atau jejaring media sosial tentu tahu perkaranya.

    Saya tidak menonton aksi Olga. Sory to say, saya harus mengaku bukan penggemar beliau. Dan sudah lebih setahun saya berhenti memirsa acara tv lokal. Tapi dari beberapa berita media, tampak cukup jelas bagaimana kejadian sebenarnya.

    Dalam satu acara, Olga berdandan ala Mayat, dan saat ditanya, "meninggalnya kenapa" ia menjawab..

    "Sepele.. Diperkosa Supir angkot."

    Seloroh yg kemudian menimbulkan gerr tawa para penonton studio yg konon serentak melakukan tepuk pramuka.

    Tapi ternyata tidak semua masyarakat bisa menerima joke itu dengan tepuk pramuka. Bahkan sebagian yg saya baca di jejaring twitter malah menjadikan tepuk pramukanya sebagai bagian dari fenomena yang menyedihkan.

    Di blow up di jejaring twitter, Olga menjadi pesakitan. Ucapannya dianggap tidak mencerminkan empati pada korban pemerkosaan, atau bahkan lebih lagi : dianggap melecehkan korban pemerkosaan.

    Satu opini misalnya mengatakan : Korban pemerkosaan seperti diperkosa kembali saat mendengar ucapan Olga.

    Bola bergulir makin panas, media online berebut menjadikannya kepala berita, dan akhirnya Olga dilaporkan ke Komisi Penyiaran.

    *** Saya bukan pemerkosa, tidak berniat utk menjadi seperti itu, dan pula tidak pernah diperkosa secara fisik. Tapi terus terang, kasus seperti ini memperkosa kadar intelektual dan pemahaman moral saya.

    Ini masyarakat masih saja terlalu dibimbing utk terus menerus mengedepankan sensitifitas yang berlebihan terhadap joke, dan bukan dididik utk mengambil pesan di dalamnya.

    Ucapan Olga saya yakin bukan berangkat dari duburnya. Tidak. Seberapapun tingkat pendidikan atau apapun yang didalikan orang padanya, saya yakin informasi "pemerkosaan di angkot" itu ia peroleh dari media.

    Artinya, itu memang fakta yang terjadi. Dan kita tahu sama tahu, bahwa faktanya memang begitu. Bahkan lebih miris lagi, karena pemerkosaan di angkot ternyata terjadi sampai berulang kali.

    Di angkot? Hellllloooooooo? Bukan dalem gudang, bukan di motel noban-go sejam, bukan di kelab malam, tapi di angkot? Dan berulang kali terjadi?

    Seorang Olga pun saya kira membaca berita-berita spt itu akan merasa shock yang sama. Akan terbersit pikiran yang sama. "Gila banget sih sampe diperkosa di angkot? Emang ga ada orang liat? Emang orang cuek aja?"

    Angkot adalah sarana kendaraan yang akrab dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Akibatnya identitas angkot rata-rata sangat jelas. Ada nomer trayek, dan trayeknya pun jelas. Lingkungan supir angkot pun rata-rata komunitasnya bisa terbaca/ditelusuri dengan mudah. Mau supir kadal atau komodo sekalipun (supir cadangan), dalam lingkungan supir angkot orangnya ga jauh-jauh amat.

    Artinya, kejadian pemerkosaan di angkot sampai bisa jadi modus yg berulang-ulang (walau kemungkinan besar dilakukan org yg berbeda), secara logis merupakan fenomena yang menyedihkan. Ada faktor abai yg begitu besar dari masyarakat dan penegak hukum ketika kasus seperti itu berulang-ulang bisa terjadi.

    In short, fenomena di masyarakat itu justru persis seperti yang disampaikan olga : pemerkosaan ini faktanya memang seperti dianggap sepele.

    Karena tidak ditangani serius. Penegak hukum pun seperti santai saja. Bahkan kalau ada yang sampai masuk pengadilan pun, brengseknya seringkali kemudian hanya dijatuhi hukuman ala kadarnya.

    Pemerkosaan masih dianggap sepele, dan itu mungkin justru fakta yang sebenarnya.

    Berangkat dari pemahaman itu, maka Joke yang dilontarkan Olga bisa jadi membawa pesan penting yang menampar masyarakat, kita, dan penegakan hukum di negara.

    Melecehkan korban? Saya pribadi tidak melihatnya demikian. Karena bentuk pelecehan tendensinya akan terasa jika memang Olga mengolok-olok korban pemerkosaan. Banyak kata bisa saya contohkan, namun tentu itu hanya membuat hobby anda melempar jumroh terlampiaskan.

    Yang jelas, ini lagi-lagi kasus menyedihkan. Masyarakat, apalagi pengguna sosial media yang semestinya berpendidikan, ternyata tetap tidak mau menggunakan kecerdasannya utk mau memahami dan menangkap pesan dalam sebuah joke, tapi lebih mengedepankan sensitifitas yang berlebihan.

    Olga bukan seorang stand up comedy-an, dan memang tidak sedang berstand up ria. Tapi kata-katanya bagi saya adalah punchline yang menyentil isu sensitif di masyarakat dan menamparkannya ke wajah kita.

    Ia mungkin tidak menyadarinya, mungkin tidak merencanakannya. Tapi itu bukan alasan utk menjadikan jokenya sebagai bahan hujatan. Seperti orang yang belajar nilai filosofis dari semut, belalang, atau bahkan cacing tanah, maka yang "smart" justru yang bisa mengambil pesan. Yang smart jelas bukan semut dan belalang. Dan sebaliknya, yang sekadar jijik melihat semut beriringan membawa bangkai, justru mereka yang tidak mau menggunakan akal dan kecerdasan.

    Kasus Olga ini sekali lagi membuktikan. Mengajak masyarakat untuk menggunakan kecerdasan itu nggak gampang. Bahkan sebagian orang yang akrab dengan dunia standup comedy pun masih terhanyut dengan arus gelombang protes tanpa melihat dari sisi yang lain. Hanya karena dia bukan comic maka jokenya pasti nggak smart? Saya yakin tidak. Saya yakin anda juga akan mengatakan : tidak.

    So, jika anda merasa cerdas, maka gunakan kecerdasan anda. Kalau tidak, maka kita akan sepakat pada tiga kata yang selalu saya ungkapkan :

    Sad but true.

    Sentaby, DBaonk

  2. #22
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    oke deh..deep down inside gw juga yakin, Olga tuh sama sekali nggak berniat meperolok2 korban pemerkosaan.
    tp memang, bahasanya tuh "enggak bgt".
    istilahnya, mungkin menurut Olga...cara mati spt itu tu nggak keren, ndeso, dan "sepele". sampe2 dia bilang "sepele, diperkosa sopir angkot"

    selain drpd itu, protes orang2 soal Olga sbnrnya bukan murni masalah perkosa memperkosa ini.
    tp akumulasi dr gaya nge-joke dia yg dulu2. misalnya mukul2, main fisik, atau menghina penonton.

  3. #23
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Bener! ini yang paling parah. Mending dia aja yang diperkosa dan dibonga2
    siapa yg mau merkosa? situh mau?
    you can also find me here

  4. #24
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Sepakat sama spears. Mungkin yg komeng panjang banget di twitter bisa "cerdas" mengambil ibroh joke olga. Tapi saya gak yakin, maksud olga ngejoke secanggih itu.
    Apalagi menurut si penulis komeng itu, dia udah gak pernah nonton tipi lokal, jadi dia gak tau bahwa ngelawaknya olga en konco2nya itu garing, seenaknya, dan cenderung melakukan penghinaan.
    Tapi buat saya, olga pun tidak bisa disalahkan. Manajemennya tidak juga "mencerdaskan" dia, padahal kita sudah liat betapa polos dan lugunya olga sehingga dia perlu diarahkan untuk lebih beradab, bukan dibiarin aja kan dia menguntungkan.
    Juga stasiun tipi juga ph yg punya program acara, mestinya pembawa acara dibreefing untuk cerdas melawak, bukan dibiarin en lepas tangan saat pengisi acaranya ketiban masalah seperti olga

  5. #25
    Seperti yang dituliskan penulis. Harusnya bukan olganya yang menjadi sasaran utama (jika hal ini akibat akumulasi) melainkan pemakai jasa olga. Jika olga bodoh, maka pemakainya lah bodoh besar, dan penikmatnya adalah bodoh terbesar.

  6. #26
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    olga dari dulu emang kampungan..
    yg bego rctinya .. begituan koq di plihara

  7. #27
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    emang tuh olga omongannya ancuurrrrr bener...

  8. #28
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Dalam dunia hiburan ada dua jenis pelawak. Pelawak lucu/handal, dan pelawak ga lucu. Nah.. kalo ada pelawak ga lucu, ya ditinggal aja... Ga perlu sampe dipanggil diinterogasi.. apanya yg mau selidiki? Mau coba2 menyembuhkan penyakit latah? Kalo ga lucu ya ga laku.. ngapain musti sampe bikin biro? Olga mah cuman alasan awal2 duang..

    Tau bagaimana biro2 dalam negara komunis ataupun kantor2 agen dalam negara amrik dibentuk? Awalnya sih demi keluhan masyarakat.. lama2 fungsinya dah beda.. kayak ga pernah aje..

    mending FPI aja suruh ngejer2 si Olga..
    Last edited by ndableg; 23-12-2011 at 05:28 PM.

  9. #29
    pelanggan PinguinOrange's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Jakarta yang macet
    Posts
    63
    duuh nih bences, kalo ngomong dipikir dulu napa...olga nih kalo sekalinya ngomong bikin orang yang ga suka sama dia mau nimpuk
    Last edited by PinguinOrange; 23-12-2011 at 05:53 PM.

  10. #30
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    KPI sama penonton itu nyatanya berkuasa. Buktinya, Tessy udah ga ada kabarnya lagi.

    And buat yg blg penikmat Olga itu bodoh terbesar..hahahaaaa...siapa coba penikmat Olga. Hampir 100% org yg komen di tret ini ga da yg suka ma Olga. En pd blg lgsung ganti channel kalo liat Olga.
    Last edited by spears; 24-12-2011 at 02:19 AM.

  11. #31
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by spears View Post
    And buat yg blg penikmat Olga itu bodoh terbesar..hahahaaaa...

    Kesian gw ama mereka.para pembantu, ibu2 dan abege2 kita. Selalu di klaim bodoh ama org yg pinter (atau cuman merasa pinter kali ya?)
    Kontradiksi

  12. #32
    pelanggan PinguinOrange's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Jakarta yang macet
    Posts
    63
    gw ga pernah nonton acara musik yang ada nih bences, pindah ke yang lain deh, males....

  13. #33
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    siapa tuh yg nulis2 di kompasiana ngebelain olga ?
    keliatan bener berusaha ngomong panjang lebar, pengen mengubah suatu yg salah jadi benar, berusaha membengkokkan opini masyarakat.

    udah jelas olga mengambil keuntungan dari berita pemerkosaan di angkot, dipake buat jadi bahan lawakan, gak peduli perasaan korbannya yg penting dia dapet duit, job lancar...

    yang begini masih mau dibela, dibilang masyarakatlah yg salah karena terlalu sensitif dengan lelucon...

  14. #34
    Wah, kata "jika" nya nggak dibaca.
    Last edited by spears; 24-12-2011 at 02:20 AM.

  15. #35
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    siapa tuh yg nulis2 di kompasiana ngebelain olga ?
    keliatan bener berusaha ngomong panjang lebar, pengen mengubah suatu yg salah jadi benar, berusaha membengkokkan opini masyarakat.

    udah jelas olga mengambil keuntungan dari berita pemerkosaan di angkot, dipake buat jadi bahan lawakan, gak peduli perasaan korbannya yg penting dia dapet duit, job lancar...

    yang begini masih mau dibela, dibilang masyarakatlah yg salah karena terlalu sensitif dengan lelucon...
    jadi inget kejadian yang di kick andy itu ya aslan... inget gak lu sama thread buatan lu itu? bahkan seorang andy f. noya sekalipun membuat joke dari korban perkosaan/pelecehan seksual, kacow!
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  16. #36
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Dan cara menyikapinya pun berbeda. Olga lsg dihujat, dipanggil KPI, disalahkan kanan kiri, tvnya yg ngontrak olga jadi host juga gak diganggu.
    Andy? Yang ribut cuma 2 ibu penggiat sosial, sedang masyarakat dan kpi damai2 saja.
    Seperti kata spears...apa karena penikmat olga sama andy beda segment, jadi beda cara penyikapannya?

  17. #37
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    Dan cara menyikapinya pun berbeda. Olga lsg dihujat, dipanggil KPI, disalahkan kanan kiri, tvnya yg ngontrak olga jadi host juga gak diganggu.
    Andy? Yang ribut cuma 2 ibu penggiat sosial, sedang masyarakat dan kpi damai2 saja.
    Seperti kata spears...apa karena penikmat olga sama andy beda segment, jadi beda cara penyikapannya?
    mungkin cara menyinggungnya juga beda, lalu andy kan baru 1 kali sedangkan olga sudah berkali2 menyinggung kesana kemari.
    kalo gak salah olga baru2 ini menyinggung etnis papua yg dikatai sebagai orang2 pendek...

  18. #38
    yg punya tipi kan yg punya modal. siapa berani ngusik para juragan?
    you can also find me here

  19. #39
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Ya udah pada taulah olga kayak apa, tapi tetep aja kepake. Intinya kalau mau diusut, ya jangan olga thok, semua yg terlibat juga dimintai pertanggungjawaban.
    Yang aneh itu, acara itu kan live, ditonton sama orang2 pinter lah, yg duduk depan panggung persis. Kog mereka ketawa sama joke garing olga? Mereka dihitung gak sensitif juga dunk ah, dan suka sama lawakan olga
    Olga memang berkali2 ngejoke gak sehat, tapi tipi masih aja pake jasa dia. Ditegurlah sama KPI. Pendaringan olga di sana, mending diarahkan jadi smart daripada penghasilannya dibunuh. Kasian juga.
    Btw, kata siapa andy noya baru sekali itu ngejoke kelewatan? Waduh, beberapa kali.
    Tapi ya itu, karena beda segmen jadinya beda menyikapi.

  20. #40
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    gw sepakat untuk tidak sepakat

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •