Quote Originally Posted by purba View Post
Nah itu dia. Dlm sejarah Islam, itu pun sudah terjadi. Adanya suni dan syiah, tidak lepas dari penafsiran Quran yg dimotivasi oleh niat dan agenda berbeda. Sekarang misalnya ada tafsir feminis yg dilatarbelakangi oleh gerakan feminisme (baca: pendobrakan thd dominasi laki-laki). Di sini terlihat Quran ditempatkan sbg alat utk mencapai tujuan tertentu yg mungkin sudah berbeda dari tujuan mula-mula. Contoh lain yg agak gamblang mungkin ketika musim kampanye, banyak politikus yg menafsirkan ayat2 Quran secara serampangan sesuai keperluan politik praktisnya.

Kalo tafsiran ateis, tenang aja mbah... Ateis gak punya surga dan neraka....
Wakakakakkk... aman kalo gituh...

Harus diakui, salah satu kelebihan tafsir atheis dibanding tafsir lain adalah ketika tafsir lain menyebut diri benar dan aliran lain sesat, tafsiran atheis langsung menyebut diri sendiri aliran sesat ... xixixixixixxx...


Agenda... itulah yang menyebabkan...
  • Prometheus mendaki ke surga, mencuri api dari para dewa, dan turun lagi ke bumi membagi-bagikan api ke seluruh penjuru bumi...
  • Aeneas, turun ke neraka, menaklukkan anjing berkepala tiga penjaga neraka, Cereberus, mendengar takdir tentang Roma, dan kembali lagi ke dunia atas untuk mendirikan kota besar itu...
  • Pangeran Gautama Sakyamuni, meninggalkan istana ayahnya untuk menjadi pertapa miskin terlunta-lunta, agar mendapat jawaban dari rahasia kehidupan... dan menurunkan Agama Buddha...
  • Musa, memimpin rakyatnya keluar dari tanah mesir, membelah laut merah, dan sampai ke tanah perjanjian - Kana'an - setelah empat puluh tahun...
  • Yesus, mengajarkan kasih sayang di tengah dunia yang penuh dengan penjajahan dan kekerasan...


... lalu ada Muhammad,

Belum lama lalu kita dengar soal Soekarno, Joseph Broz Tito, Mahatma Gandhi, Martin Luther King Jr.,...

... Semua adalah manusia dan "manusia" dengan agenda untuk membawa umat manusia ke keadaan yang lebih baik dibanding sebelum mereka hadir, sebagian bisa kita saksikan sejarahnya, sebagian kita dengar sebagai mitos atau cerita...

...sebagian justru jadi korban interpretasi sejarah ... (contohnya Kakang Ronggolawe dari Majapahit tuh)

... dan sebagian diantara kita bertengkar soal interpretasi kita tentang mereka...