Quote Originally Posted by ishaputra View Post

Secara umum, menafsir sebuah teks ada ilmunya. Namanya HERMENEUTIKA. Jadi anda jangan berpikir bahwa ihwal tafsir Alquran dan Hadis cuma monopoli Islamic Scholars saja. Itu umum dan ilmiah kok, dan metode tersebut, yakni Hermeneutika, dipakai untuk menafsir teks apapun. Tak cuma Alquran dan Hadis saja.

Gak cuma menguasai bahasa dari yang ditafsir, gak cuma menguasai nasakh dan mansukh, tapi juga harus menguasai antropologi manusia di jaman pada saat teks tersebut muncul. Jadi, pekerjaan menafsir memang tidak mudah, benar kata anda. Pekerjaan menafsir teks melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Masih. Asal dia bisa mempresentasikan tafsirnya dengan baik di hadapan khayalak (melalui buku misalnya) dan mempertanggungjawabkan hasilnya. Serta, jangan lupa, jelas metodologinya.

Inget loh bung, biasakanlah memandang persoalan kajian agama dari sudut pandang ilmiah, bukan sudut pandang kajian normatif agama tsb saja.

Kajian ilmiah terhadap agama dimulai dari "desakralisasi" objek yang akan dikaji. Ini beda dengan kajian normatif agama yang dimulai dari iman dan keyakinan bahwa "agama ini benar dan oleh kaena itu sakral".
Hermeneutika dan Tafsir itu berangkat dari dasar
filosofi yang berbeda.

Hermeneutika berangkat dari upaya mencari mana
yang benar dari yang palsu, sedangkan Tafsir be
rangkat dari upaya memahami makna dari teks yang
sudah dipastikan kebenarannya.

ngga bisa loe samakan keduanya... apalagi seolah
olah Hermeneutika adalah ilmu Umum, sedangkan
Tafsir ilmu khusus..

Padahal Hermeneutika adakah ilmu khusus untuk
menelaah teks-teks Alkitab yang berserakan, ten
tu berbeda dengan narasi AlQuran yang tidak ada
perselisihan atasnya.