Results 1 to 20 of 235

Thread: Apakah Tafsir Itu Harus dilakukan Pemuka Agama?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    saya pake keduanya
    yang naqli, lalu masuk di akal saya (karena saya praktekkan) dan saya buktikan
    ...
    jadi yang gak masuk akal lo, lo gak akan percaya ... bahkan klo al-Qur'an bilang ada malaiakat yang bersayap 3, lo ak percaya karena menurutu akal lo, saya malaikat cuman 2 sesuai di film2 (sbagai bukti)

    ya sudahlah ... itukan cuman claim elo, toh buktinya lo selalu mendahulukan akal lo dibanding dalil (naqli). Terbukti dengan beberapa post lo, duluan ngomong dibanding memberikan sumber rujukan dulu.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  2. #2
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    jadi yang gak masuk akal lo, lo gak akan percaya ... bahkan klo al-Qur'an bilang ada malaiakat yang bersayap 3, lo ak percaya karena menurutu akal lo, saya malaikat cuman 2 sesuai di film2 (sbagai bukti)

    ya sudahlah ... itukan cuman claim elo, toh buktinya lo selalu mendahulukan akal lo dibanding dalil (naqli). Terbukti dengan beberapa post lo, duluan ngomong dibanding memberikan sumber rujukan dulu.
    saya gak percaya sama inderawi saya
    saya gak percaya ama mata, lidah, kulit, telinga saya

    kalo saya percaya sama indera saya nanti saya ketipu sama jenggot, sama jubah pemuka agama, sama jidat item
    itu artinya saya juga gak percaya dengan malaikat bersayap dua seperti yang di pilm

    kalo ada dalil naqli yang saya gak tau, saya akan endapkan dulu
    saya anggap Allah belum membukakan pengetahuannya kepada saya
    tiadalah saya berilmu melainkan ilmu dari Allah

    ya kalo ente anggap mendahulukan akal silakan aja
    kalo masih terhijab, tertutup, kafaro wajar aja kalo berprasangka, menuduh dan berpersepsi
    kita bersikap, bertutur kata dan berdiskusi bukan sesuai ilmu kita
    tapi sesuai derajat kita

    yang derajatnya mulia, diskusinya dengan cara mulia dan sopan

  3. #3
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    ..
    yang derajatnya mulia, diskusinya dengan cara mulia dan sopan
    walaupun otaknya kosong ? cuman AsMa (Asal Mangap) ?

    dahulukan sumber rujukan jika anda berdiskusi secara ilmiah. <<< lebih baik dibanding ucapan orang yang seperti tong kosong nyaring bunyinya, atau seperti istilah kata al-Quran, "seperti keledai yang memanggul kitab-kitab tebal". <<< ntar lo bilang Allah SWT gak sopan dan tidak mulia karena berfirman seperti itu ... Padahal semua ucapan itu sesuai pada tempatnya


    Tidaklah mungkin ucapan bodoh disematkan kepada orang yang pintar, kecuali jika memang keadaanya demikian. Afalaa ta'qilun ? (bhs prokemnya : lo gak pake otak kaliii ...)
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  4. #4
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    walaupun otaknya kosong ? cuman AsMa (Asal Mangap) ?

    dahulukan sumber rujukan jika anda berdiskusi secara ilmiah. <<< lebih baik dibanding ucapan orang yang seperti tong kosong nyaring bunyinya, atau seperti istilah kata al-Quran, "seperti keledai yang memanggul kitab-kitab tebal". <<< ntar lo bilang Allah SWT gak sopan dan tidak mulia karena berfirman seperti itu ... Padahal semua ucapan itu sesuai pada tempatnya


    Tidaklah mungkin ucapan bodoh disematkan kepada orang yang pintar, kecuali jika memang keadaanya demikian. Afalaa ta'qilun ? (bhs prokemnya : lo gak pake otak kaliii ...)
    tergantung mau diskusi apa ?
    kalo diskusi yang gontok2 an ya otak jangan kosong
    kalo kosong nanti gak ada modal buat ngebenturin

    tapi kalo diskusi hakekat, otak harus kosong, bahkan kepala harus dipenggal
    (maaf ini bahasa kiasan, harus saya kasih catatan supaya gak disalah artikan seperti kasus nanya buku udah makan apa belum)

    seperti saya bilang, kalo anda bilang bilang saya bicara tanpa rujukan, anda keliru
    rujukan saya adalah apa yang sudah saya alami dan praktekkan yang sesuai dengan quran
    (quran yang bukan sekedar buku, harus saya kasih catatan lagi supaya gak salah persepsi)

    terbukti kan saya bilang
    mensana incorpore sano
    akarnya sudah beda, diterusin sejauh ini ya tetep aja gue kesana, elu ke sono


Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •